Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Pesan dari nomor tidak dikenal


__ADS_3

"Kembalilah, Mika. aku sangat mencintaimu" ujar Aryan yang terdengar sangat lirih. Sungguh Aryan benar-benar tidak menyangka jika semuanya akan jadi seperti ini. egonya yang begitu besar sudah membuatnya kehilangan sebagian dari kebahagiaannya yang selama ini tidak pernah Aryan hargai.


Apalagi setelah mendengar perkataan Erdin yang mengatakan jikaa Mika anaknya sangat keras kepala. Biarpun sebenarnya Aryan sendiri sangat paham betul bagaimana sikap Mika.


Aryan mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar, Situasi ini benar-benar membuatnya gelisah. terlebih lagi ternyata sang mama begitu mencintai Mika. Bahkan Liana mengatakan jika dia akan mengangkat Mika menjadi anak jika sampai Aryan dan Mika benar-benar harus berpisah seperti apa yang Mika katakan di pesan singkat yang sudah dia kirim pada Liana tadi pagi.


"Arrrrgggghhhh, Dasar Aryan bodoh! kalau sudah seperti ini kamu akan mencari Mika kemana" Aryan mengacak rambutnya sendiri Karna merasa sangat kesal pada dirinya sendiri yang sudah terlewat bodoh. menyianyiakan kesempatan yang luar biasa hanya Karna ambisi masalalunya.


Setelah itu Aryan keluar dari dalam kamarnya. Saat teringat akan foto yang sudah tersebar antara dirinya dan juga Bianca, Membuat Aryan kembali mengepalkan kuat kedua tangannya. Pasalnya Aryan tidak pernah merasa berdua di dalam hotel bersama dengan Bianca apalagi melakukan hal yang iya-iya.


Aryan keluar dari dalam ruamhanya dengan langkah lebarnya. di ruang tamu ataupun di halaman rumah sama sekali Aryan tidak melihat keberadaan kedua orang tuanya. Entak kemana mereka berdua setelah melakukan panggilan telpon dengan David tadi.


Kemudian Aryan menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan cepat mebil itu keluar dari halaman rumahnya. Yang ada di benak Aryan saat ini adalah menyelesaikan masalah yang sudah di perbuat oleh Bianca. Setelah semua urusannya dengan Bianca selesai maka Aryan akan fokus untuk mencari keberadaan Mika. Tapi untuk saat ini Aryan masih ingin membersihkan nama baiknya dari perbuatan Bianca yang sudah keterlaluan.


Di tengah perjalanan, Aryan mengambil ponselnya lalu melakukan panggilan pada nomor Bianca. Namun sebelum itu Aryan masih membuka pemblokiran pada nomor Bianca yang sejak kemaren dia blokir.


Tutttt.....Tut.....Tut....


Panggilannya masuk namun tak kunjung ada jawaban. Tapi Aryan masih terus menghubungi nomor Bianca hingga akhirnya wanita itu menjawab panggilannya.

__ADS_1


📱:Halo, baby. tumben kamu telpon aku? jangan bilang kalau kamu Kangen sama aku.


Bianca menjawab dengan nada manja seakan sedang menggoda Aryan. namun Aryan benar-benar merasa jijik dengan suara genit yang baru saja Bianca lontarkan.


📱:Tidak usah banyak omong kamu, Bianca. Hari ini temui saya di restoran biasanya. kalau sampai kamu tidak datang, Kamu akan tau akibatnya.


Setelah mengatakan hal itu Aryan langsung memutuskan sambungan telponnya tanpa mendengar jawaban dari Bianca terlebih dahulu. Tapi yang pasti untuk saat ini Aryan benar-benar marah pada Bianca. tidak ada lagi toleransi atas apa yang sudah dia perbuat. Karna bukan hanya Aryan yang harus menahan malu, Tapi semua keluarganya juga harus malu Karna ulahnya.


Tak butuh waktu lama Aryan sudah sampai di sebuah restoran yang biasanya selalu menjadi tempat mereka bertemu dulu.


Sedangkan Bianca, Setelah Aryan mematikan sambungan telponnya, Mendadak dia merasa panik karna mendengar suara Aryan yang begitu dingin menerpa indra pendengarannya. sungguh Bianca benar-benar meras sedikit takut. Karna mau bagaimanapun Bianca sangat tau Aryan seperti apa. Pria itu sama sekali tidak pernah main-main denga apa yang dia ucapkan.


Apa yang terjadi saat ini memang bukan semata-mata karna Bianca. Melainkan ulah saingan bisanis Aryan yang bernama Diki yang tak lain om-om yang selama ini selalu memberikan Bianca ini dan itu dengan catatan Bianca mau menjadi wanita simpanannya sekaligus membantunya untuk menghancurkan keluarga Alberto. .


Disaat Bianca masih sedikit bingung. Tiba-tiba saja dia kembali mendapatkan sebuah pesan masuk dari nomor tidak dikenal. namun pesan itu berhasil membuat Bianca semakin panik.


(Dasar pelakor tak tau diri. Wanita murahan! lihat saja apa yang bisa gw lakukan atas apa yang sudah kamu lakukan. wanita macam apa yang begitu tega menghancurkan kebahagiaan wanita lain. kita lihat saja apa yang akan terjadi pada hidupmu selanjutnya!! )


deg!!

__ADS_1


Membaca pesan itu membuat Bianca terdiam sembari menelan susah salivanya. entah siapa yang sudah mengirimkan pesan seperti padanya. "Si....siapa yang sudah mengirim pesan ini" ucap Bianca yang terlihat semakin panik dan takut.


Bianca segera menutup pesan itu, Lalu langsung mencari nomor om Diki untuk mengatakan jika Aryan mengajaknya untuk bertemu. Sungguh saat mendengar suara dingin Aryan membuat Bianca sangat takut. dia tau betul bagaimana jika Aryan sudah marah.


Awalnya Bianca ragu untuk menghubungi om Diki pagi-pagi seperti ini, Karna pria paruh baya itu sudah pasti masih ada di rumahnya. dan itu berarti masih ada istri sekaligus anaknya di sana.


Namun Karna teringat jika Aryan sudah menunggunya di restoran pelangi, akhirnya Wanita itu pun terpaksa menghubungi om Diki saat itu juga. ponselnya berdering namun tak kunjung ada jawaban.


"Duuuh, om Diki kemana sih. Kenapa disaat urgent seperti ini dia malah tidak menjawab panggilanku" gumam Bianca sambil terus mencoba menghubungi nomor om Diki lagi. masuk namun lagi-lagi tidak ada jawaban..


Hal itu tentu membuat Bianca semakin bingung. Entah apa yang harus dia lakukan sekarang. tapi yang pasti saat teringat akan perkataan Aryan membuat wanita itu segera bersiap untuk menemui Aryan di sebuah Restoran tempat yang dulu biasa menjadi tempat pertemuan mereka.


Saat sudah siap, Bianca segera keluar dari dalam rumahnya lalu masuk pada taksi online yang sudah dia pesan lewat sebuah aplikasi online. di tengah perjalanan, Bianca kembali mendapatkan pesan dari nomor yang tidak di kenalnya.


( Wanita tak punya malu. Dimana harga dirinmu? rela melakukan segala hal hanya demi uang. Sangat menyedihkan!! bersiaplah, Karna setelah ini hidupmu akan seperti mimpi buruk yang tak pernah kamu inginkan )


Pesan itu kembali membuat Bianca tercengang, entah kenapa seketika Bianca menjadi takut, Wajahnya pucat pasi saat membaca pesan yang dikirim oleh nomor tidak di kenalnya.


"Sebenarnya ini nomor siapa?" ucap Bianca pelan. sungguh Bianca merasa sangat penasaran dengan siapa sosok yang sudah mengirimkan pesan seperti itu. bahkan rasa takutnya membuat Bianca berasumsi jika yang sudah mengirim pesan itu adalah istri dari om Diki.

__ADS_1


"Jangan-jangan"


__ADS_2