Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Flashback


__ADS_3

"Kamu kemana, Mika. kenapa kemaren aku harus membiarkannya pergi begitu saja." batin Erdin yang sejak tadi tidak fokus dengan apa yang dikatakan oleh Bagaskara dan juga istrinya Sofia. dia sangat menghawatirkan keadaan adiknya yang sudah cukup lama dia tinggal begitu saja.


Erdin hanya menatap susu yang ada ditangannya tanpa ada niatan untuk meminumnya. membuat Bagaskara dan juga Sofia yang melihat tingkah anak angkatnya itu saling lirik. bahkan sejak tadi Erdin sana sekali tak menanggapi apa yang sejak tadi dikatakan oleh sang papa.


"Erdin, kamu dengar apa yang papa katakan kan sayang?" tanya Sofia. namun Erdin masih tak menggubris. sehingga membuat wanita paruh baya itu harus menepuk pundak Erdin.


"Erdin, Apa kamu mendengar apa yang baru saja papa bicarakan padamu?" Sofia kembali mengulangi perkataannya sambil menepuk pundak Erdin.


Hal itu seketika membuat Erdin tersadar. "Kenapa, Ma. apa tadi kata mama? Maaf Erdin tadi tidak fokus" balas Erdin sambil menoleh pada kedua orang tua angkatnya secara bergantian.


Bagaskara menggeleng. tidak biasanya Erdin seperti ini. "Erdin, katakan pada papa. apa ada sesuatu hal yang terjadi sampai membuat kamu tidak fokus begini. Hmmmm? coba katakan pada papa dan juga mama" ujar Bagaskara saat melihat Erdin menoleh ke arahnya sambil meletakkan susu yang sejak tadi hanya menjadi objek pandangannya.


"Iya, Nak. kamu kenapa? ada masalah apa sayang? kenapa sejak tadi mama perhatikan sepertinya hanya raga kamu yang ada dirumah ini" timpal Sofi.


Namun Erdin hanya diam tak menjawab. pasalnya dia bingung harus menjawab apa atas pertanyaan yang baru saja terlontar dari kedua orang tuanya.


Erdin mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. Karna jikapun Erdin mengatakan yang sebenarnya, Dia tidak yakin jika kedua orang tua angkatnya akan menolong dan mengatasi permasalahan yang sejak tadi sudah membuat Erdin gelisah.


Erdin menggeleng"Tidak ada, Ma, Pa. hanya saja Erdin kepikiran soal apa yang mama dan papa katakan semalam. bukannya Erdin menolak, Tapi sebagai anak angkat tentu saja Erdin sadar jika Erdin tidak pantas menerima semua harta sesuai dengan surat wasiat yang sudah papa tuliskan" terang Erdin yang sengaja berbohong. padahal sebenarnya yang sudah berhasil membuatnya gelisah bukanlah soal harta warisan dari Bagaskara, Melainkan tentang keberadaan Mika yang Erdin sendiri tidak tau dimana.


Sofia dan Bagaskara yang mendengar ucapan Erdin saling pandang. bagaimana bisa Erdin mengatakan jika dia tidak pantas menerima semua harta warisan yang sudah di tuliskan oleh orang tua angkatnya, Sedangkan kedua paruh baya itu sama sekali tidak memiliki keturunan.


"Siapa bilang kamu tidak pantas, Erdin. tentu saja kamu sangat pantas menerima semua harta warisan yang sudah papa dan mama tuliskan. karna hanya kamu satu-satunya orang yang bisa kami berdua percaya. kamu tau sendiri bukan. bagaimana saudara kandung papa. papa tidak mau jika semua harta kami harus jatuh pada orang yang salah."

__ADS_1


"Tapi, Pa. Erdin sama sekali merasa tidak pantas mendapatkan semua itu. Erdin sadar siapa Erdin sebenarnya"


Perkataan Erdin membuat Sofia menunduk sedih. dia memang selalu merasa tidak suka setiap kali Erdin berkata kalau dirinya tidak pantas mendapatkan harta warisan dari Bagaskara dan juga Sofia.


"Kamu tidak mengerti, Erdin. kamu tidak mengerti kenapa mama dan papa memilih kamu untuk menjadi pewaris tunggal semua harta kami. Asal kamu tau, Biarpun kamu tidak lahir dari rahim mama, Biarpun mama tidak pernah mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan mu, Tapi satu hal yang harus kamu ingat, Mama sangat menyayangi kamu melebihi rasa sayang mama pada diri mama sendiri"kata Sofia dan langsung bangun dari duduknya. berlalu dari meja makan meninggalkan Erdin dan suaminya dengan membawa rasa sedih.


Saat melihat sang istri seperti itu seketika membuat Bagaskara paham.Bagaskara mengambil nafas berat sambil mengalihkan pandangannya pada Erdin.


"Erdin. usahakan jika ada mama jangan bicara seperti itu lagi ya. Karna apa yang kamu katakan sungguh membuat mama terluka"


Erdin yang tak paham hanya diam. bukan hanya sekali dua kali saja Bagaskara berkata demikian. karna selama ini dia juga sering mendengar kalimat itu. hanya saja Bagaskara tidak pernah memberitahu alasan kenapa ucapan Erdin bisa melukai perasaan sang mama. Karna Bagaskara sendiri belum mengatakan apa alasannya. .


"Pa, Kenapa mama selalu seperti itu setiap kali mendengar apa yang Erdin katakan." Erdin menatap Bagaskara dengan menunjukkan raut wajah penasarannya. sudah sepuluh tahun berlalu namun Erdin tidak kunjung mendapatkan jawaban atas apa yang dia dengar sepuluh tahun yang lalu saat pertama kali Erdin masuk ke dalam mansion ini.


"Tidak seharusnya papa membuka kisah masa lalu, Erdin. hanya saja papa pikir mungkin sebaiknya kamu tau apa alasan di balik sikap sedih mama setiap kali mendengar kalimat seperti yang kamu katakan tadi"


"Sebenarnya beberapa tahun yang lalu, mama harus kehilangan anak kandungnya sendiri karna perbuatan dari papanya. saat itu"


Ingatan Bagaskara kembali pada kejadian dua puluh tujuh tahun yang lalu. tepatnya setahun setelah Sofia melahirkan anak laki-laki dengan suami yang amat di cintanya.


FLASHBACK


"Pa, Sofi mohon jangan pernah meminta Sofi untuk meninggalkan anak dan suami Sofi, Pah. Sofi sangat mencintai mereka berdua" Ujar Sofia yang terdengar sangat memohon pada pria bertubuh tinggi besar dengan rahang mengeras yang tak lain adalah papanya.

__ADS_1


"Apa, Cinta? Ingat ya Sofia, Jangan menjadi wanita bodoh hanya karna cinta. sejak awal papa sudah tidak pernah merestui hubungan kamu dengan laki-laki yang tanpa masa depan sepertinya. sudah cukup selama ini kamu mempermalukan papa. Sekarang papa tidak mau tau, Kamu harus tinggalkan meraka berdua sekarang juga dan menikah dengan Bagas. Laki-laki mapan dengan masa depan yang sudah jelas. Dari keluarga terpandang dan selevel sama kita!"


"Tidak, Pa! Sofia tidak mau. Karna tidak selamanya harta bisa menjamin kita bahagia. lihatlah papa, Papa memiliki segalanya, Tapi kenapa mama masih memilih pergi bersama laki-laki lain dan meninggalkan aku"


Saat teringat akan kepergian sang mama sungguh membuat hati Sofia berdenyut sangat nyeri. dan itu salah satu alasan kenapa Sofia memilih Bisma untuk menjadi suaminya. Karna biarpun Bisma berasa dari kelurga tiada, Bisma selalu bisa membuat Sofia bahagia dengan caranya sendiri. .


Sofia masih kekeh tidak mau menuruti perkataan dari sang papa. Namun seketika wanita itu berubah pikiran saat mendengar perkataan sang papa kembali.


"Baiklah, Jika memang kamu masih kekeh ingin tetap bersama dengan mereka. Tapi jangan salahkan papa jika kamu akan melihat jasat dari kedua laki-laki yang amat kamu cintai itu.


Kalimat itu seketika membuat Sofia mengangkat wajahnya"Jangan pernah berharap papa bisa melukai mereka. Karna Sofia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi" balas Sofia dengan kedua mata merahnya.


"Pilihan ada ditangan kamu, Sofia. kamu tinggalkan mereka berdua dan menikah dengan Bagas. Atau kamu melihat mere-" belum sempat sang papa menyelesaikan perkataannya, Sofia sudah menimpalinya. .


"Lakukan apapun yang membuat papa bahagia. Tapi jangan pernah sakiti Sean dan juga mas Bisma"


Saat mendengar kalimat jika sang papa akan melukai kedua laki-laki yang amat Sofia cintai, Akhirnya dia pasrah dan mengikuti apa yang sudah di rencanakan oleh papanya. pergi dari kehidupan Bisma dan juga Sean anaknya.


Namun Bagaskara hanya bercerita tanpa mengucapkan nama suami serta anak yang terpaksa harus Sofia tinggal Karna ego orang tua nya dua puluh tahun yang lalu.


Flashback off


"Jadi mama punya kisah masalalu yang begitu menyedihkan, Pa?"

__ADS_1


__ADS_2