
"A-apa yang mau kamu lakukan?" tanya Muka saat melihat Aryan semakin mendekat. Namun, Pria itu tak langsung menjawab.. Aryan masih menatap kedua bola mata Mika begitu dalam.
"Saya akan melakukan hal yang seperti ada dalam pikiranmu saat ini" balasnya dan berhasil membuat wajah Mika menjadi pusat. Pasalnya yang ada di dalam benak Mika saat ini adalah Aryan sudah meniduri nya semalam.
Glek...
Mika menelan susah salivanya. Jantungnya berdegup sangat kencang. Bahkan bukan hanya itu, Tubuhnya seketika menjadi tegang saat Aryan semakin mendekati wajahnya dan mencium lembut bibirnya.
Entah kenapa Mika hanya diam saat Aryan mencumbu bibirnya begitu lembut. Ingin menolak tapi Mika juga menikmati nya. Hingga tanpa sadar Mika memejamkan kedua matanya. Membuat yang merasa tidak ada penolakan dari Mika membuat ciumannya turun sampai ke leher.
Namun saat ciuman itu semakin panas, Tiba-tiba saja ponsel Aryan berdering. Ada sebuah panggilan masuk yang membuatnya mau tidak mau harus melepaskan ciumannya.
Kening Aryan sedikit mengerut saat melihat nama Erdin yang ada di layar ponsel nya. Karna merasa penasaran, Akhirnya Aryan menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel nya.
📲: Halo, Kak. Ada apa menghubungi ku pagi-pagi begini?
📲:Begini, tuan. Saya hanya ingin memberitahu Anda jika Bianca berulah. Apa hari ini anda bisa datang ke kantor?
📲:Apa!! Maksud kak Erdin bagaimana? Bianca berulah? Maksudnya, Kak? aku tidak paham
📲:Apa anda sudah lihat berita Viral hari ini?
📲:Tidak, Memangnya berita apa?
📲:Sebaiknya anda lihat dulu. Nanti akan saya kirimkan link nya.
Setelah itu sambungan telponnya pun terputus. Aryan menjadi penasaran dengan berita yang di katakan oleh Erdin. Sebenarnya apa yang sudah Bianca lakukan. Kenapa Erdin bisa sampai mengatakan jika wanita itu berulah.
__ADS_1
Dttt.... Dttttt... Dttttt..
Aryan langsung membuka pesan yang dikirim oleh Erdin. Ternyata sebuah situs link video yang mungkin Video viral yang di katakan olehnya tadi.
Kedua mata Aryan membulat saat melihat video itu. Bagaimana tidak, Pasalnya itu adalah video Bianca bersama dengan Aryan di salah satu kamar hotel.
"Apa-apaan ini!" gumam Aryan sembari mengepal kuat kedua tangannya. Bagaimana bisa Bianca memiliki video seperti itu, Bahkan Aryan sama sekali tidak merasa pernah melakukan hal yang aneh-aneh bersama dengan Bianca. Apalagi sampai berakhir di atas ranjang.
Mika yang sejak tadi diam tentunya merasa cukup penasaran. Apa yang sebenarnya sedang Aryan lihat dari ponselnya?
Aryan semakin geram saat melihat hastag yang ada di Video"Malam panas yang penuh kenangan indah!" kira-kira seperti itulah hastag nya.
Begitu banyak komentar yang bermunculan dari video itu. Membuat wajah Aryan menjadi semakin panas saat membaca satu persatu komentarnya.
"itu kan anaknya Pratama. Kenapa bisa melakukan hal serendah itu ya? Astaga memalukan sekali"
"Iya benar-benar memalukan! padahal yang saya tahu dia sudah memiliki istri, walaupun belum nikah secara sah dan belum ada resepsi. Tapi sepertinya wajah istrinya bukan wanita yang ada di sampingnya. Justru malah lebih cantik istrinya daripada wanita itu"
Dan masih ada begitu banyak komentar yang membuat Aryan semakin mengepalkan kedua tangannya. Bagaimana bisa hal itu terjadi. Karena seingat Aryan dia tidak pernah pergi ke hotel bersama Bianca. apalagi sampai berakhir di atas ranjang seperti yang ada di video saat ini.
"Ada apa?Kenapa Wajahmu seperti itu?" tanya Mika yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan raut wajah Aryan yang seperti sedang menahan amarah.
Aryan yang tak menjawab. karena mau bagaimanapun Tentu saja dia tidak ingin jika Mika melihat video yang sedang ada di layar ponselnya saat ini.
"Tidak ada apa-apa.hanya saja Kak Erdin mengatakan Jika ada masalah di perusahaan. Lekaslah mandi Sepertinya kita harus kembali secepatnya ke Jakarta" ucapan Rian sambil menoleh sejenak pada Mika lalu beranjak dari tempat tidurnya.
Setelah mengatakan hal itu, Ryan ternyata langsung keluar dari dalam kamarnya. Entah kemana pria itu akan pergi, tapi yang pasti Mika hanya memperhatikannya dan tak mau bertanya kembali.
__ADS_1
Seperti yang sudah harian katakan padanya Mega langsung berjalan menuju ke kamar mandi lalu melakukan ritual mandinya dengan sangat cepat. Tak lupa Mika membawa baju ganti yang kemarin sudah diberikan oleh Aryan.
Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang terbesit dalam benak Mika saat melihat wajah harian seperti itu.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi? kenapa tiba-tiba saja wajah Aryan menjadi seperti itu? " ucap Mika dalam batinnya.
Mika keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang sudah dia bawa tadi. Ternyata Aryan belum juga kembali ke kamar. Entah kemana sebenarnya pria itu pergi.
Tiga puluh menit kemudian, Aryan kembali dengan membawa beberapa makanan yang langsung dia sajikan di meja makan. Biarpun saat ini perasaannya sedang tidak tenang karna video itu, Namun, Aryan masih ingat jika Mika semalam melewatkan makan malam karna ketiduran.
Mika mengerutkan keningnya saat melihat beberapa menu makanan yang sudah tersaji. Karna mereka hanya berdua. Namun, Aryan membeli beberapa makanan dengan porsi lebih.
"Kenapa banyak sekali makanannya? " tanya Mika sambil menatap pada Aryan
"Tidak usah banyak bertanya. Sebaiknya kamu cepat makan dan bersiap. Karna sebentar lagi kita kembali ke jakarta"
Memang begitulah Aryan. Dia gampang berubah menjadi sangat manis. Namun dalam sekejap dia kembali berubah menjadi sangat dingin. Salah satu sifat buruk yang Aryan miliki.
Mika tak menjawab. Gadis itu pun langsung duduk lalu menyantap makanan yang sudah tersedia di depannya. Makan dalam diam tanpa menoleh pada Aryan.
"Dasar orang aneh. Kenapa juga aku sempat berpikiran jika dia akan berubah setelah aku lupa ingatan. Padahal nyatanya pria ini sama sekali tidak akan pernah berubah. Kamu terlalu percaya diri, Mika!" ucap Mika dalam batinnya.
Mika menghabiskan makanannya tanpa bersuara sedikitpun. Masih cukup kesal dengan kelakuan Aryan yang begitu gampang berubah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mobil Aryan sudah melaju sangat cepat menuju kota jakarta. Aryan masih begitu pusing memikirkan masalah yang di buat oleh Bianca. Bahkan dia juga menyuruh seseorang untuk menyelidiki siapa yang sudah menyebarkan video seperti itu.
__ADS_1
"Semoga saja dia bisa secepatnya menghapus video itu sebelum papa dan mama tau" batin Aryan yang masih sangat khawatir jika kedua orang tuanya tau akan hal ini. Entah apa yang akan Alberto lakukan jika sampai dia mengetahui video seperti itu menjadi konsumsi publik.
Beruntung karna saat ini kedua orang tuanya sedang ada di luar kota.