
"Jadi mama memiliki kisah masa lalu yang begitu menyedihkan, Pa?" tanya Erdin sambil menatap pada Bagaskara yang terlihat sudah mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar.
sebenarnya sejak awal mereka memutuskan untuk mengadopsi Erdin sebagai putra penerus buat GM grup, Sofia sudah meminta pada sang suami agar tidak pernah menceritakan kisah masa lalunya pada anak yang mereka adopsi yang tak lain adalah Erdin. bahkan Sofia selalu mewanti-wanit akan hal itu. bukan tanpa alasan Sofia meminta hal demikian pada sang suami, Hanya saja dia tidak mau jika anak angkatnya mengira jika Sofia adalah orang tua yang jahat. Sudah meninggalkan anak dan suaminya begitu saja. biarpun sebenarnya ada alasan besar kenapa Sofia melalukan hal itu. Wanita paruh baya itu hanya tidak ingin jika sampai anak serta suaminya menjadj korban keegoisan sang papa.
Sehingga hal itu membuat Sofia dengan sangat terpaksa dan berat hati mau menuruti kemauan sang papa.
Bagaskara mengangguk"Benar, Erdin. tapi papa minta agar kamu tidak pernah menanyakan hal ini pada mama. Anggap saja papa tidak pernah bercerita apapun kepadamu. Dengan begitu kamu sudah tau kan alasan kenapa mama tidak pernah suka dengan apa yang kamu katakan. papa harap kamu tidak mengulanginya lagi ya, Er. Karna biarpun kamu bukan anak kandung kami, mama dan papa sangat mencintai kamu layaknya anak sendiri. kamu satu-satunya harapan yang mama dan papa punya, Nak. oleh karena itu kenapa papa selalu memaksa kamu untuk menjadi pewaris tunggal, Karna papa tidak mau jika harta yang susah payah kami kembangkan jatuh pada orang yang salah. Apalagi seperti om Fikri dan Tante Dina" kata Bagaskara lagi. .
Adik dari Bagaskara memang begitu gila Harta. padahal mereka juga memiliki bagian yang sama, Hanya saja masih ingin terus menguasai harta yang dimiliki Bagaskara juga Sofia hanya Karna mereka berdua tidak memiliki anak.
"Iya, Pa. Maafkan Erdin. kalau begitu biarkan Erdin samperin mama ke atas"
Setelah mengatakan hal itu Erdin langsung bangun dari tempat duduknya lalu berjalan menuju lantai atas. Menuju pada kamar Kedu orang tuanya.
Tepat saat Erdin sudah sampai di depan kamar kedua orang tuanya. Dia bisa melihat jelas betapa sedihnya sang mama dengan sedikit isak tangis yang bisa terdengar jelas oleh Erdin.
Erdin mendekat lalu memeluk sang mama"Ma, Maafkan Erdin ya. Erdin janji mulai hari ini Erdin tidak akan berkata seerti itu lagi. maafkan Erdin yang sudah membuat mama sedih. Tapi asal mama tau, Erdin juga sangat menyayangi mama. biarpun mama bukan mama kandung Erdin, Tapi entah kenapa sejak awal Erdin selalu merasa dekat dengan mama. Jangan sedih lagi ya ma, Erdin gak suka liat mama sedih apalagi nangis" kata Erdin sembari memeluk mama Sofia.
Setelah mendengar cerita dari sang papa tentu saja Erdin sudah paham bagaimana perasaan mama Sofia saat ini. Bahkan sama sekali Erdin tidak pernah menyalahkan Sofia atas hal itu. Justru Erdin merasa Bangga bisa memiliki mama angkat yang lebih mengurakan keselamatan anak serta suaminya.
__ADS_1
Mama Sofia membalikkan tubuhnya lalu menoleh pada Erdin. membalas pelukannya"Janji ya Er, Jangan pernah bilang seperti itu lagi. Jujur saja mama sedih sekali setiap dengar kamu bilang seperti itu" kata mama Sofia pada Erdin.
"Iya, Ma. Erdin janji. Mama jangan sedih lagi ya, Sekarang siap-siap. Karna kata papa sebentar lagi kita berangkat ke bandara" kata Erdin pada mama Sofia.
Setelah mendengar perkataan Erdin akhirnya senyuman mama Sofia kembali melukis wajah cantiknya. membuat Erdin yang melihat itu bisa bernafas dengan lega.
*
*
*
"Kamu kemana Mika, Aku harus mencarimu kemana? kenapa kamu benar-benar pergi. Aku mohon kembalilah" kata Aryan yang terdengar sangat lirih.
Aryan menatap pada bawah luar jendela yang menampakkan kendaraan sudah berlalu lalang di bawah sana. pria itu hanya bisa mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. tidak pernah menyangka jika semuanya akan jadi seperti ini. padahal sebelumnya Aryan pernah berencana akan memperbaiki semuanya dengan Mika. Namun takdir berkata lain. Karna Aryan sudah sangat terlambat.
Aryan mengambil ponselnya lalu kembali mencoba menghubungi nomor Mika. Tapi sayang sekali, Karna Mika sudah memblokir nomor ponselnya. membuat Aryan lagi-lagi bernafas dalam dan membuangnya kasar.
"Apa kamu sudah sekecewa itu sama aku, Mika. kenapa kamu sampai memblokir nomor ku" Aryan menatap nomor layar ponselnya yang sudah tidak ada foto profilnya. yang menandakan jika saat ini Mika sudah memblokir nomor ponsel milik Aryan.
__ADS_1
Setelah itu Aryan menghubungi Erdin. Setelah kemarin dia memberikan nomor Mika pada Erdin, Pria itu memang belum sempat menanyakan apakah Erdin bisa menghubungi nomor ponsel Mika atau tidak.
Tut.....Tut.....Tut.... telponnya nyambung namun Erdin tak kunjung menjawab panggilannya. tapi Aryan masih tak menyerah, Pria itu terus berusaha menghubungi Erdin samapai akhirnya Erdin menjawab panggilannya.
📱:Iya ho, Yan. Ada apa?
📱:Halo, Kak. apa kak Erdin sudah bisa menghubungi nomor Mika? soalnya nomor aku sudah Mika blokir, Kak. Aku sama sekali tidak bisa menghubunginya. .
📱:Tidak, Aryan. aku sudah mencoba menghubungi nomor ponsel Eyla yang kamu berikan kemaren, Tapi gak bisa. Nomornya tidak aktif
📱:Aku harus cari Mika kemana, Kak? aku menyesal sudah melakukan apa yang tak seharusnya aku lakukan padanya. Aku harus bagaimana kak?
📱:Aku juga tidak tau, Aryan.. tapi nanti aku akan meminta orang buat mencari keberadaan Mika. Menyesal itu memang pasti, Aryan. tapi bukan kah itu adalah pilihanmu. aku tidak tau harus memberi solusi apa, Karna setelah aku tau jika gadis yang kamu sakiti adalah adikku, Rasanya aku kecewa sama kamu, Aryan.
📱:Maafkan aku, Kak. Maafkan aku yang sudah terlalu mengutamakan rasa egoku dari pada rasa cintaku sama Mika. Aku benar-benar menyesal
📱: Penyesalan memang akan selalu datang di saat kita sudah kehilangan, Aryan. Eyla anaknya keras kepala, Jika dia sudah mengambil keputusan, Itu artinya dia sudah ada di fase lelah
Setelah mengatakan hal itu Erdin langsung memutuskan sambungan telponnya, Membuat Aryan yang mendengar hanya bisa terdiam mematung. Apa itu artinya Aryan akan benar-benar kehilangan Mika untuk selamanya. "Kembalilah, Mika. aku sangat mencintaimu" ujar Aryan yang terdengar sangat lirih.
__ADS_1
Sungguh Aryan merasa sangat menyesal dengan apa yang sudah dia perbuat selama ini pada Mika. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh pepatah, Jika penyesalan akan datang saat kita sudah kehilangan.