
"Jadi maksud kamu ada seseorang yang membawa Mika pergi?" Aryan menatap pada Aditya yabg juga sedang menoleh ke arahnya.
"Benar sekali, Tuan. Seperti yang sudah kita lihat tadi dari rekaman cctv. Kemungkinan besar ada seseorang yang membawa istri anda lalu orang itu membatasi semua hal tentang istri anda. Sepertinya dia bukan orang sembarangan" terang Aditya lagi.
Aryan yang mendengar itu kembali mengambil nafas dalam. Lalu dia berusaha menebak siapa kira-kira orang yang ada di dalam video tersebut. Namun sialnya Aryan tidak dapat menebak siapa dia. Karna orang itu menggunakan masker serta kacamata. Sehingga membuat Aryan tidak bisa mengenali lebih jelas siapa dia.
"Siapa sebenarnya orang itu? Dan apa hubungannya dengan Mika. Bagaimana bisa Mika mau pergi bersama dengan orang yang aku tidak tau siapa dia" batin Aryan.
"Apa anda tidak mengenali ciri-ciri orang tersebut?" tanya Aditya pada Aryan. Pria itu hanya menggeleng, Karna memang Aryan sama sekali tidak bisa mengenali siapa yang sudah bersama dengan Mika di dalam rekaman cctv itu.
"Kalau saya tau sudah pasti sejak tadi saya mencaritau kemana dia pergi membawa Mika, Dit. Kamu ini bagaimana"
"Iya juga ya" Aditya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal.
Di Tempat Lain
Alberto dan Liana saat ini sedang menemui David di salah satu restoran di jakarta. Setelah cukup lama mencari tau tentang kecelakaan kedua orang tua Mika, Akhirnya David menemukan bukti jika memang kedua orang tua Mika meninggal bukan karna tertabrak oleh Liana, Namun ada seseorang yang sudah dengan sengaja membunuh kedua orang tua Mika saat di rumah sakit.
"Cepat kamu katakan, David. bukti apa yang sudah kamu temukan tentang kecelakaan dua tahun yang lalu?" tanya Liana pada David. Saat mendengar David mengatakan bahwa kedua orang tua meninggal bukan karna ulah Liana, Wanita paruh baya itu sedikit merasa lega. Setidaknya rasa takutnya sedikit memudar.
David masih menatap pada Alberto dan juga Liana. Sungguh dia benar-benar tidak menyangka jika pelaku sebenarnya adalah Diki. Salah satu saingan bisnis Pratama Group yang hingga detik ini sudah menyembunyikan identitas aslinya sebagai Brian.
"Pelaku yang sebenarnya masih orang yang sama, Pak, Buk"
__ADS_1
Kedua paruh baya itu mengerutkan keningnya, Apa maksud David mengatakan jika pelakunya masih orang yang sama. Sungguh baik Liana ataupun Alberto tidak begitu paham dengan siapa yang David maksud.
"Maksud kamu siapa, David?"
"Diki, Pengusaha yang sudah membuat anak anda Viral bersama dengan Bianca" terang David lagi
Mendengar itu membuat rahang Alberto sedikit mengeras. Dia tidak habis pikir jika pelaku yang sebenarnya adalah Diki. Bahkan bukan hanya Alberto, Liana pun merasa sangat geram mendengarnya.
"Bedebah. Kurang ajar dia. Harus kita kasih pelajaran, Pa. mama geram sekali dengan orang itu" kata Liana yang terdengar sangat kesal.
Alberto tak menjawab. pria itu hanya mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang. Entah siapa yang sudah dia telfon.
Saat panggilannya sudah terhubung, Alberto hanya mengatakan "Sekarang saatnya" entah apa maksud dari perkataan itu.
Alberto hanya mengangkat sebelah sudut bibirnya"Nanti mama juga akan tau. Papa hanya mengirim hadiah terindah pada Diki. Karna ternyata dia adalah Brian yang sudah merubah identitasnya menjadi Diki"
Liana yang mendengar itu tentu saja mengerutkan keningnya, karna nama itu sangat tidak asing pada indra pendengarannya. "Apa!! Brian?? Jangan bilang dia Brian-" ucapan Liana terhenti saat Alberto mengangguk.
Sungguh Liana benar-benar tidak menyangka jika setelah belasan tahun berlalu, Kali ini dia harus kembali di pertemukan dengan orang yang pernah membuat hidupnya berantakan di masa lalu.
Entah apa yang terjadi dimasa lalu. Namun saat mendengar nama Brian tiba-tiba saja kedua mata Liana terasa sangat panas. "Untuk kali ini aku sendiri yang juga akan memberikannya pelajaran, Pa. berani-beraninya dia membuat citra Aryan sempat buruk" kini Liana mengepal kuat kedua tangannya.
Bayangan dua puluh dua tahun yang lalu kembali melintas.
__ADS_1
FLASHBACK ...
Praaanggggg.....
Suara pecahan gelas terdengar jelas serta menggema di dalam ruangan itu. membuat seorang wanita cantik hanya bisa menjatuhkan air matanya sembari mendekap anaknya yang masih berusia dua tahun.
Pria itu mendekat lalu mencengkram wajahnya"Dasar tidak berguna. Lebih baik kamu mati saja, Melly!" ucap pria itu. bahkan dia juga mangambil sebuah pisau kecil dari dalam saku celananya dan langsung memutus nadi wanita yang tak lain adalah istrinya.
Bersamaan dengan itu, Terdengar suara seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumah itu. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat sang kakak, Saudara satu-satunya yang dia miliki tergeletak menyedihkan dengan darah mengalir deras dari tangannya.
"Kakak" panggil orang itu sembari berlari menuju sang kakak. Tatapannya menajam pada kakak iparnya yang sudah menewaskan istrinya sendiri.
"Kamu!! Kenapa kamu bunuh kakakku!?" Sentaknya sambil mendekati sang kakak yang sudah tak berdaya. namun bukannya membantu, Dia malah berlalu begitu saja dan pergi membawa anaknya yang baru berusia dua tahun itu. Namun sebelum pergi dia masih menatap pada Liana"Karna aku maunya kamu, Bukan wanita tidak berguna ini. Tapi Alberto lebih dulu mendapatkanmu" kata Brian serta langsung pergi.
Dulu Alberto, Brian, Liana serta Mely memang sering bersama. Bahkan Brian adalah teman dekat Alberto sejak masih jama SMA. Hanya saja Brian tidak bisa seperti Alberto yang memiliki segalanya. Kebersamaan itu membuat Brian menaruh hati pada Liana, Namun siapa sangka, Saat Brian ingin mengurakan perasaannya, Dia justru mendapat kabar jika Liana akan bertunangan dengan Alberto. Karna rasa sakit hatinya, Brian memutuskan untuk menikahi Mely yang tak lain adalah saudara kandung Liana. Brian melakukan itu bukan tanpa alasan, Tapi semua itu semata hanya karna ingin bisa melihat Liana setiap hari.
Namun prediksi Brian untuk bisa selalu melihat Liana gagal. Karna setelah dia menikah dengan Mely, Kedua orang tuanya mengusir mereka dari rumah.
Sejak kejadian hari itu, Brian tidak pernah lagi ada kabarnya. Bahkan Liana dan Alberto sudah membayar detektif untuk melacak keberadaannya, Hanya saja tidak ada satupun dari mereka yang bisa mendapatkan berita soal Brian. Sosok yang sudah melenyapkan saudara satu-satunya yang Liana miliki.
"Mama tenang, Setelah ini kita akan memberikannya pelajaran. Dia harus membayar mahal atas apa yang sudah dia lakukan pada kak Mely dimasa lalu" ujar Alberto sambil menggenggam tangan Liana.
"Lukanya memang sudah hilang, Pa. Tapi mama masih tidak akan membiarkan pria brengsek itu hidup tenang setelah apa yang dia lakukan pada kak Mely"
__ADS_1