
Saat melihat Kenzo sedang bermain dengan Aryan membuat Mika semakin mempercepat langkahnya. Bahkan Mika bisa melihat raut wajah bahagia dari bocah itu. Namun saat melihat pemandangan yang ada dihadapannya membuat Mika semakin mempercepat langkahnya. Rasa takut itu semakin mengusik pikirannya, Mika tidak mau jika sampai Aryan mengambil Kenzo dari pelukannya. walaupun sebenarnya hal itu tidak akan pernah Aryan lakukan sekalipun dia tau jika Kenzo memang benar-benar anak kandungnya.
"Mas, Aryan. Ngapain kamu kesini?" ujar Mika sambari menarik Kenzo agar tidak terlalu dekat dengan Aryan. Hal itu tentu saja membuat Aryan mengerutkan keningnya"Ada apa denganmu? Aku tidak akan menyakitinya" balas Aryan saat melihat Mika menarik Kenzo
Mendengar perkataan Aryan membuat Mika panik. Dia baru sadar jika apa yang sudah dia lakukan berlebihan. Jika Mika terus seperti ini yang ada Aryan akan menaruh rasa curiga. Namun sebisa mungkin Mika berusaha menetralkan perasaannya.
"Tidak ada, Memangnya kenapa denganku? Hanya saja tadi aku narik Kenzo karna dia tidak biasa dengan orang asing yang baru dia lihat. Aku takut Kenzo takut padamu, Mas. Karna kalo Kenzo takut dia gampang sakit" alasan Mika yang terdengar sangat tidak masuk akal.
"Tapi anakmu sama sekali tidak menunjukkan rasa takut, Mika. justru malah sebaliknya, aku perhatikan sepertinya dia nyaman-nyaman saja ada di dekatku" Aryan kembali menatap pada Kenzo yang masih terlihat asik dengan mainan yang baru saja dia berikan.
"Mommy.. Lihat deh ini Daddy bawain apa buat Ken, Bagus kan?" pekik Kenzo serta menunjukkan mainan yang dibawakan oleh Aryan.
Tadi saat sedang di tengah perjalanan tanpa sengaja Aryan melihat mainan mobil remote keluaran terbaru, melihat mainan itu entah kenapa membuatnya ingin membelikan Kenzo mainan itu.
Mika yang sejak tadi memang tidak terlalu fokus dengan apa yang Kenzo pegang hanya bisa membuang nafas saat melihat wajah bahagia anak yang dia lahirkan empat tahun yang lalu.
"Iya, Bagus. Ini sudah malam, Kenzo makan lalu tidur ya sayang. Besok harus sekolah" ujar Mika lembut pada Kenzo.
"Kenzo mau makan di temani sama Daddy"
__ADS_1
"Tidak bisa, Sayang. Daddy sedang ada urusan penting dan harus segera pergi" balas Mika yang tidak ingin menuruti permintaan anaknya.
"Gak mau! Kalau Kenzo gak bisa makan bersama dengan Daddy, Kenzo gak mau makan. Kenzo gak mau tidur, Kenzo juga gak mau sekolah!" Bocah kecil itu melipat kedua tangannya sambil mengerucutkan bibirnya.
Sejak kapan Kenzo berani membantah perkataan Mika? seakan merasakan sesuatu, Kenzo menarik tangan Aryan dan membawanya ke meja makan. Membuat Mika hanya bisa membuang nafas.
Hingga akhirnya dia pun membiarkan Kenzo makan malam bersama dengan Aryan. Mika menatap pada Kenzo dan Aryan yang terlihat saling bertukar senyum. Baru kali ini Mika melihat senyuman yang begitu bahagia dari wajah anaknya. bahkan Mika tidak pernah melihat hal tersebut saat Kenzo bersama dengan Adrian.
"Daddy, Daddy harus makan udang yang ini. Ini masakan mommy sendiri, Rasanya enak sekali, Kenzo suka" ujar Kenzo sambil memberikan udang lada hitam pada Aryan.
Sebelum memakannya, Aryan mengalihkan perhatiannya dari Kenzo ke Mika yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua. Sehingga tanpa sengaja tatapan mereka bertemu, Aryan menatap pada kedua bola mata indah Mika begitu juga sebaliknya.
Namun sedetik kemudian Mika membuang wajah karna takut Aryan merasakan sesuatu dari tatapan itu.
Wanita itu mengerutkan keningnya, Bagaimana bisa Aryan mengetahui hal itu. Bahkan Aryan juga tau jika malam itu Mika sempat masuk ke rumah sakit karna alergi seafood"Bagaimana kamu bisa tau?" tanya nya pada Aryan.
"Ya karna malam itu aku yang membawa kamu ke rumah sakit. Bahkan aku juga yang menunggu kamu di sana. Hanya saja aku harus pergi sebelum kamu sadar karna harus melakukan balapan atas tantangan Marvin" terangnya.
Malam itu memang Aryan tidak bisa menunggu Mika hingga sadar karna dia harus melakukan tantangan balapan oleh Marvin. Sehingga waktu Mika sadar orang yang dia lihat hanyalah neneknya.
__ADS_1
"Daddy, Kenzo sudah kenyang. Bisa tolong antarkan Kenzo ke kamar gak?" rengek Kenzo pada Aryan. Namun Aryan tak langsung mengiyakan permintaan Kenzo, Dia masih menoleh pada Mika seakan minta ijin. Mika yang mengerti tatapan itu akhirnya mengangguk. Dari pada Kenzo tidak tau tidur, Lebih baik Mika ijinkan untuk kali ini saja.
"Ya, Sudah. Kamar Kenzo disebelah mana?"
"Gendong, nanti Kenzo tunjukkan kamar Kenzo dimana"
Aryan tak menjawab, Pria itu hanya menggendong Kenzo dengan penuh kelembutan. sangat terlihat jelas jika Kenzo nyaman bersama dengan Aryan.
Belum sempat Kenzo menunjukkan dimana kamarnya, bocah itu sudah terlelap dalam dekapan Aryan"Mika, dia sudah tertidur" ujar Aryan yang membuat Mika terkejut. Karna sejak tadi Mika kepikiran akan omongan Aryan yang mengatakan jika malam itu dia lah yang sudah membawa Mika ke rumah sakit.
"Hah, Kenzo sudah tidur. Cepat sekali, ya sudah kamu ikuti aku"
Mika berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh Aryan. Tanpa mereka sadari ternyata sejak tadi ada Adrian yang melihat semuanya. Beberapa saat yang lalu Kenzo memang sempat menghubunginya dan memintanya datang. Namun saat melihat Aryan sedang bermain dengan Kenzo membuat pria itu mengurungkan niatnya untuk menemui Kenzo.
Kedua sudut bibir Adrian terangkat saat melihat pemandangan yang tersaji di depannya. Hal itu membuat Adrian memiliki cara agar keduanya bisa mengingat masa lalu. Namun sebelum itu Adrian masih minta ijin pada tuan Atmaja untuk melakukan rencananya. bahkan Adrian sudah menceritakan semuanya perihal hubungan Mika dengan Aryan.
Setelah membaringkan tubuh kecil Kenzo, Adrian menoleh pada Mika. "Maaf jika kedatanganku mengganggu kamu. Tapi aku datang hanya ingin memberikan undangan ini sama kamu, tadinya kak Erdin ingin mengantarnya sendiri, tapi tiba-tiba saja dia harus mengantar istrinya ke rumah sakit. Makanya kak Erdin minta bantuan aku buat mengantarnya sama kamu. Karna kamu tidak bisa dihubungi" Aryan memberikan undangan ulang tahun anak Erdin pada Mika. Acaranya masih satu minggu lagi.
"Terimakasih. Nanti aku akan datang"
__ADS_1
"Aku pamit pulang dulu. Anak kamu sangat tampan, aku menyayanginya" gumam Aryan sambil tersenyum.
Namun saat Aryan mau membuka pintu kamar Kenzo, pintunya tidak bisa terbuka. "Loh, kok pintunya gak bisa dibuka" gumam Aryan sambil menatap pada Mika.