
Jovan dan Helena keluar dari gedung AF GROUP dengan membawa rasa marah serta kesal karna ternyata kenyataan tak sesuai dengan harapan.
"Bedebah! Dasar tidak berguna. Ma, Ini kenapa bisa kaya gini sih! kenapa kita sampai kalah set, Kenapa dulu kita tidak cari tau jika tua bangka itu masih punya keluarga" kesal Jovan yang sudah sampai di parkiran.
Tak beda jauh dengan Jovan, Tentu saja Helena juga merasakan hal yang serupa seperti anaknya"Mana mama tau, Jovan. Selama ini kan kita juga sama-sama tau jika tua bangka itu sering mencari anaknya yang pergi entah kemana, ini kenapa malah cucunya yang merusak rencana yang sudah kita lakukan sejak dulu. benar-benar tidak berguna" timpal Helena yang tak kalah kesal
Selama ini mereka berdua memang tau jika tuan Atmaja sering mencari anaknya yang hilang sejak 27 tahun yang lalu. Dan sialnya karna ambisi memiliki serta menguasai semua kekayaan tuan Atmaja membuat kedua orang itu lupa untuk mencari tau siapa anak dari tuan Atmaja.
"Sekarang kita harus bagaimana, Ma. Rencana kita berantakan, Semuanya hancur hanya karna wanita itu!" ujar Jovan sambil menatap pada Helena.
Helena diam tak langsung menjawab perkataan Jovan, Wanita paruh baya itu masih mencari cara untuk bisa menguasai harta kekayaan tuan Atmaja. Hingga akal licik itu berhasil melintas pada benak Helena. Dia mendekat pada Jovan lalu membisikkan sesuatu yang seketika itu membuat Jovan mengukir senyum licik.
"Jika itu bisa membuat kita menjadi kaya, Kenapa tidak" gumam Jovan sambil menatap pada sang mama.
Setelah itu Jovan menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobil itu dan pergi dari gedung AF GROUP. Senyuman kedua manusia gila harta ini pun masih terus terukir. Hingga senyuman itu berubah menjadi panik saat Jovan merasa jika rem mobilnya tidak berfungsi dengan baik.
"Ma..." kata Jovan yang masih berusaha tenang serta berusaha berpikir positif. "Aduh Jovan jangan cepat-cepat, Mama ngeri tau gak sih" protes Helena saat mobil yang mereka gunakan melaju semakin cepat.
"Ma, Ini kenapa rem mobilnya gak berfungsi ya" kata Jovan yang masih terus berusaha menginjak rem mobilnya.
Helena yang mendengar itu tentu saja merasa cukup terkejut"Jangan bercanda, Jovan! Ini benar-benar tidak lucu" Helena masih berpikir jika itu hanyalah kejahilan Jovan saja. "Siapa yang bercanda, Ma. Ini Jovan serius! Remnya blong ma" terang Jovan sambil menoleh pada sang mama dengan wajah paniknya.
Disaat mereka berdua sedang panik, Tiba-tiba saja terdengar suar tuan Atmaja di dalam mobil itu"Nikmatilah! Ini yang pernah kalian lakukan terhadap saya lima tahun yang lalu, Dan sekarang giliran kalian yang merasakannya" suara itu membuat Helena dan Jovan saling lirik dengan wajah panik dan ketakutan. Bahkan mereka tidak sadar jika di dalam mobil itu ada sebuah kamera kecil yang di pasang oleh asisten Jo satu jam yang lalu karna suruhan oleh Mika.
Ya, Semua ini adalah rencana Mika. Awalnya tuan Atmaja sudah berencana untuk memenjarakan Jovan dan Helena saat di gedung AF GROUP. Namun Mika menolak mentah-mentah rencana sang oppa karna Mika juga ingin kedua manusia biadab itu juga merasakan rencana yang mereka lakukan lima tahun yang lalu.
Dan hal itu akhirnya di setujui oleh tuan Atmaja serta asisten Jo. tentunya Mika juga ingin melihat wajah panik serta ketakutan yang akan di tunjukkan oleh Jovan serta mamanya karna mobil yang mereka gunakan hilang kendali. maka dari itu Mika meminta asisten Jo untuk memasang kamera berupa chip kecil di bagian depan mobil yang Jovan dan Helena gunakan.
Bahkan bukan hanya itu, Mika juga meninta asisten Jo untuk menyabotase mobil tersebut. Persis seperti yang dilakukan oleh Jovan lima tahun silam.
__ADS_1
"Jovan, bagaimana ini? Itu tadi yang bicara siapa? Kenapa suaranya sama seperti suara tua bangka itu." .
"Iya, Ma. Jangan-jangan itu adalah arwah gentaya-" belum sempat Jovan menyelesaikan perkataannya, Mobil itu sudah lebih dulu menabrak pohon besar
"Aaaaaaaa" teriak keduanya secara bersamaan.
...----------------...
Mika, Tuan Atmaja serta asisten Jo yang melihat raut wajah Helena serta Jovan membuat mereka tertawa. Ternyata seorang Jovan juga memiliki rasa takut. Sangat jauh dengan omongannya yang mengatakan jika dia adalah orang yang sangat berani dan tak pernah takut akan hal apapun. Apalagi kematian.
"Lucu sekali wajah mereka. Rasakan! Itu akibatnya sudah mengganggu oppa ku" ujar Mika yang masih menatap pada rekaman cctv yang ada di hadapannya.
"Sepertinya mereka berdua masih hidup. Bagaimana kalau saya menghubungi polisi dan meminta mereka untuk menangkap kedua orang tidak tau diri ini" usul asisten Jo.
"Rencana yang sangat bagus, Jo. Sekarang kamu telfon polisi itu sekalian sher lokasi tkp" balas Mika
"Baik, Nona. Lalu apa kita juga perlu ke tempat kejadian?"
"Oppa bangga sama kamu, Cucuku. Ternyata waktu begitu cepat membuatmu berubah menjadi wanita tegas" ujar tuan Atmaja sambil menepuk pundak Mika.
Mika tersenyum sembari menoleh pada tuan Atmaja. "Karna memang sudah seharunya Mika menjadi sosok yang tegas, Oppa. Mika janji tidak akan pernah mengecewakan oppa" balasnya.
Dtttttt....Dtttttt....Dtttttt
Suara dering ponsel menyadarkan Mika yang hampir saja menjatuhkan air matanya karna bahagia. wanita itu menoleh ke layar ponselnya yang menunjukkan nomor ponsel Erdin disana.
"Siapa yang telfon?"
"Kak Erdin, Oppa. Pasti dia mau tanya tentang semua ini" Mika sudah tau pasti Erdin menghubunginya sudah pasti ingin menanyakan tentang hal ini"Ya sudah, Kamu angkat dan jelaskan baik-baik. Karna memang ini sudah saatnya kamu katakan pada kakakmu yang sebenarnya"
__ADS_1
📱: Halo, Kak.
📱:Halo, Mika. Apa kita bisa bertemu.
📱: Iya, kak. Nanti Mika yang datang ketempat kak Erdin
📱:Kaka Tunggu
Mika langsung memutuskan telponnya lalo menoleh pada sang oppa yang sudah mengangguk. Wanita itu mengambil nafas dalam sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu dan menemui Erdin.
"Bismillah, Doain ya oppa." ucap Mika pada tuan Atmaja.
"Pasti, Cucuku"
Mika keluar dari ruangan itu dengan perasaan tak menentu. Dia memicingkan kedua matanya untuk mencari keberadaan Erdin. Dan lagi-lagi Mika mengambil nafas dalam saat melihat Erdin tengah duduk bersama dengan Aryan.
"Kenap harus ada dia" batinnya. Namun mau tidak mau Mika harus tetap kesana.
"Hai, Kak" gumam Mika setelah sampai di tempat Erdin.
Aryan yang melihat Mika datang membuat pria itu menatapnya tanpa berkedip. Penampilan Mika hari ini memang sangat-sangat istimewa sehingga membuat Aryan merasa sangat pangling"Cantik sekali" ujar Aryan tanpa sadar. Namun Mika tak menanggapi perkataannya, Mika hanya fokus menoleh pada Erdin dan sudah siap menjawab semua pertanyaannya.
Namun tiba-tiba saja terdengar suara anak kecil yang memanggil Mika dengan sebutan"Mommy"
"Mommy" panggil bocah kecil itu dengan berlari kecil ke arah Mika.membuat mereka bertiga menoleh ke arah sumber suara.
Deg!!
Mendengar suara itu membuat jantung Mika berdetak cepat. Bagaimana bisa Kenzo sampai ke tempat ini? Bukankah sejak tadi Mika sudah mewanti-wanti pada baby sister nya agar memastikan Kenzo tetap di ruangan.
__ADS_1
"Mommy? Dia siapa?" tanya Aryan dan Erdin secara bersamaan.