
"Mika, kenapa kamu diam saja? kamu dengar aku kan?" gumam Marvin karna Mika hanya diam tak menjawab pertanyaannya.
"Hah. Eem itu kak anu tadi pagi aku memang tidak ada di tempat kost. solanya aku pergi ke apotek membeli obat pelancar datang bilang. Iya aku ke apotek" Mika berusaha meyakinkan Marvin agar pria itu tidak menaruh rasa curiga. biarpun untuk saat ini Mika tidak lagi sedang datang bulan.
"Oh begitu, pantas saja aku panggil-panggil gak ada jawaban"
Mika tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal"Untung dia percaya" batinnya serta melirik pada Marvin yang sudah kembali fokus mengemudi.
"Kalau boleh tau memangnya ada apa kak Marvin datang ke tempat kost ku?"
"Oh tidak ada. hanya saja aku ingin memastikan kalau kamu baik-baik saja. apa tidak ada orang yang menghampirimu?" Marvin ingin memastikan sesuatu pada Mika. pasalnya kemarin dia sempat melihat Aryan saat di restoran.
"Tidak ada. memangnya siapa yang mau menghampiriku, Kak. disini saja aku hanya mengenal kak Marvin sama kak Adrian. terus beberapa teman kampusku. tapi mereka tidak ada yang tau tempat tinggal aku dimana." balas Mika pelan.
Mendengar itu membuat Marvin bisa bernafas lega. setidaknya jawaban Mika sama sekali tidak menunjukkan jika Aryan datang menemuinya.
"Semoga saja mereka tidak pernah ketemu. karna jika sampai Mika bertemu dengan Aryan, aku tidak yakin Mika bisa tetap dengan keputusannya yang mau memulai hidup baru tanpa Aryan" batin Marvin sambil melirik pada Mika yang sudah terdiam.
Marvin tau betul jika Mika begitu mencintai sosok Aryan suaminya. bahkan karna rasa cintanya yang begitu besar Mika sampai rela menahan luka hingga bertahun-tahun.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu kembali lagi pada Aryan,Mika. karna jujur saja aku tidak rela melihat kamu nangis karna pria bodoh sepertinya" lagi-lagi Marvin hanya bisa membatin.
Sebagai sosok yang begitu mencintai Mika, Tentu saja Marvin tidak ingin melihat Mika terluka. Marvin selalu ingin Mika bahagia walaupun tidak bersamanya sekalipun. namun jika harus kembali pada Aryan, Marvin tidak akan pernah tinggal diam. mengingat semua perlakuan buruk yang selama ini Aryan berikan pada Mika..
Hingga perjalanan mereka lalui dengan keheningan. Mika fokus dengan pikirannya sendiri dan begitu juga dengan Marvin.
__ADS_1
"Terimakasih atas tumpangannya, Kak" kata Mika dan langsung keluar dari dalam mobil Marvin. "Sama-sama. Aku pergi ya"Marvin kembali melajukan mobilnya menuju tempat pertemuannya dengan klien di samping gedung AF.
"Sebenarnya apa maksud kak Marvin bilang seperti itu ya" ucap Mika sambil terus menatap mobil Marvin yang sudah berlalu. gadis itu mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar.
Setelah itu dia mulai masuk ke gedung kampus karna sebentar lagi kelas pertama akan segera di mulai.
***
Aryan duduk di salah satu kursi panjang yang ada di taman itu. Dia memejamkan kedua matanya sejenak sambil mengambil nafas panjang. sudah beberapa orang yang Aryan tanya tentang Mika, namun tidak ada satupun dari mereka yang tau atau pernah melihat Mika di sana.
"Tolong tunjukkan dimana keberadaan mu, Mika. aku mohon kembalilah. aku benar-benar tidak bisa tanpa kamu di hidupku. kamu sudah sangat berpengaruh. maafkan aku yang sudah begitu bodoh dan sering membuatmu terluka" Aryan mengusap kasar wajahnya dan menyesali apa yang sudah pernah dia lakukan pada Mika di hari-hari sebelumnya. semua cerita Farel dan temannya masih bisa di ingat jelas olehnya.
"Kenapa aku baru sadar kalau kamu adalah tipe istri idaman yang hampir mendekati kata sempurna. aku benar-benar menyesal, Mika. Tolong kembali untukku" gumamnya lagi yang terdengar sangat lirih.
Aryan mengangkat wajahnya lalu menoleh ke lain arah. jantungnya berdegup saat melihat seorang gadis yang postur tubuhnya sangat mirip dengan Mika. bahkan rambutnya juga sama-sama panjang.
"Mika, Akhirnya aku bisa menemu-" perkataannya terhenti saat melihat wajah gadis itu.
"Maaf saya salah orang" lanjutnya pada gadis itu.
Sedangkan Aditya. setelah memutuskan untuk tidak mengatakan perihal Mika pada Aryan, pria itu memilih duduk di salah satu coffe shop sambil chattingan dengan pujaan hatinya.
"Maafkan aku tuanku. mungkin ini terdengar saya jahat, tapi saat lihat wajah istri anda membuat saya berfikir dua kali untuk mengatakan keberadaanya pada anda" Aditya merasa bersalah karna tidak mengatakan yang sebenarnya pada Aryan. namun di satu sisi dia masih sangat ingat bagaimana Mika memohon agar dia tidak mengatakan soal pertemuan mereka pada Aryan.
"Sangat disayangkan anda menyia-nyiakan gadis secantik dia. Kenapa bukan saya yang menjadi anda. Pantas saja anda selalu bilang maaf atas kebodohan yang pernah dilakukan. Ternyata anda memang benar-benar sebodoh itu" ucap Aditya lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore menjelang malam, Mika baru saja sampai di mansion dengan wajah yang terlihat sangat lesu. Keningnya mengerut saat sang kakek memintanya untuk segera datang ke tempat kerjanya.
"Kenapa kakek memintaku datang ke ruangan kerjanya" gumam Mika di sela langkahnya.
Tok...tok....tok...
Gadis itu langsung mengetuk pintu ruangan kerja tuan Atmaja saat sudah sampai di lantai 1.
"Masuk"
Mika masuk ke dalam ruangan itu. Dia semakin merasa todak mengerti saat melihat ada orang lain yang tak pernah dia kenal.
"Cucuku. Oppa mau mulai hari ini kamu belajar tentang perusahaan AF sama asisten Jo."
Cukup terkejut mendengar akan hal itu. Bagaimana bisa tuan Atmaja memintanya belajar soal perusahaan secepat ini. Karna Mika pikir dia akan mulai belajar setelah lulus S1. Namun nyatanya dugaannya salah, karna secepat itu tuan Atmaja memintanya untuk belajar tentang perusahaan.
"Apa!! Kenapa harus secepat ini, Oppa. Mika belum siap"
Tuan Atmaja tersenyum mendengar jawaban Mika. Pria tua itu mendekat lalu menepuk pelan pundak cucuku.
"Cucuku, dengarkan Oppa baik-baik. Ini bukan tentang kesiapan atau apa. Tapi ini tentang tanggung jawab yang harus kamu lakukan nanti. Kalau kamu tidak belajar mulai hari ini, lalu kapan lagi? Sedangkan oppa saja tidak tau sampai kapan oppa bisa ada di dunia ini" ucapnya sambil menatap pada Mika.
"Oleh karena itu oppa mau kamu sudah bisa dan mengerti soal perusahaan sebelum waktu kepergian Oppa tiba. Karna hanya kamu satu-satunya orang yang oppa harapkan. Oppa tidak mau jika sampai harta yang oppa perjuangkan selama ini jatuh pada tangan orang yang salah"
__ADS_1
Mika mengerutkan keningnya "Maksud Oppa?" tanya Mika yang memang tidak mengetahui perihal Selena dan juga Jovan.
"