Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Kelakuan Kenzo


__ADS_3

"Loh, Mika. Ini kenapa pintunya gak bisa di buka?" ucap Aryan sambil menoleh pada Mika. "Gak bisa dibuka gimana. Tinggal tarik aja, Mas" Aryan melepaskan knop pintu dan membiarkan Mika yang melakukannya.


Wajah Mika sedikit panik saat tak bisa membuka pintu kamarnya"Kuncinya dimana? Sepertinya ini terkunci" bahkan mereka berdua baru sadar jika kunci pintu itu tidak ada di tempatnya.


Di Luar


Tuan Atmaja, Adrian dan asisten Jo tengah berbincang untuk mencari cara agar Mika dan Aryan bisa kembali lagi serta memperbaiki semuanya dan memukai sari awal.


"Kenapa kamu baru bilang sama saya soal ini, Adrian? Bukankah selama ini kamu sudah sering datang kesini. Tapi kenapa kamu membiarkan saya ikut salah paham akan hubungan mereka?" tanya tuan Atmaja sambil menatap pada Adrian yang sudah menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal.


Lima tahun yang lalu, setelah mendengar cerita dari Mika Bahwa dia sudah menikah namun memilih pergi dari kehidupan suaminya, tuan Atmaja meminta beberapa orang suruhannya untuk mencaritahu perihal hubungan Mika dengan suaminya dan apa penyebab mereka yang sudah membuat hubungan itu berantakan..


Setelah hampir satu bulan akhirnya orang suruhan tuan Atmaja memberikan kabar jika hubungan Mika dengan suaminya tidak terjalin dengan semestinya hubungan suami istri pada umumnya. Atau lebih tepatnya Mika yang tersakiti. oleh karena itu tuan Atmaja mengikuti keputusan yang sudah menjadi pilihan Mika.


"Maafkan saya, tuan. Saya memang sengaja tidak mengatakan semua itu sebelumnya karna saya belum memastikan bagaimana perasaan Mika terhadap Aryan. Dan setelah saya melihat bagaimana perjuangan Aryan membuat saya yakin jika memang sebenarnya selama ini Aryan sangat mencintai Mika. Hanya saja afa hal yang tidak saya ketahui yang telah membuat hubungan mereka jadi seperti itu" terang Adrian pada tuan Atmaja


"Sepertinya kalau tidak salah karna kejadian masalalu" timpal asisten Jo yang sejak tadi diam dan hanya menyimak.


Tuan Atmaja yang mendengar perkataan asisten Jo membuat pria tua itu mengerutkan keningnya"Soalnya beberapa kali saya tanpa sengaja mendengar nona Mika menatap sebuah kalung sambil mengatakan perihal kesalahpahaman mereka" terang asisten Jo lagi.


"Kalung?" Adrian dan tuan Atmaja menoleh pada Jonathan"Iya, tuan. Kalung dengan liontin rubi"


Disaat mereka masih membicarakan perihal Mika dan Aryan, Tiba-tiba saja mereka mendengar suara dari kamar Mika. Ya, Kenzo dan Mika memang tidur di kamar yang sama.

__ADS_1


"Siapapun yang diluar tolong buka pintunya" ujar Mika sambil mengetuk pintu kamarnya dari dalam.


"Biarkan saja, biar mereka berdua bisa mengingat hal dimasa lalu. Biarpun hubungan mereka tidak baik, tapi setidaknya akan selalu ada kenangan manis yang mereka simpan sendiri-sendiri. Jadi biarlah untuk malam ini mereka ada di ruangan yang sama" gumam Adrian saat melihat beberapa pelayan hendak membuka pintu kamar Mika.


"Jangan pernah ada yang membuka pintunya sebelum pagi" ucap tuan Atmaja.


Mereka semua mengangguk paham lalu kembali ke belakang. Jika tuan Atmaja sudah menyuruh, maka siapapun tidak akan berani membantah.


...****************...


Hari sudah semakin menua. Namun Aryan dan Mika masih terjaga sembari duduk di samping ranjang dengan canggung.


"Sudah malam, belih baik kamu tidur sekarang. sepertinya semua orang dirumah ini sudah tidur, mau teriak-teriak pun rasanya percuma tidak akan ada yang mendengarkannya" ujar Aryan sambil menatap pada Mika yang terlihat sangat mengantuk.


"Pakailah ini, Ini milik Adrian. sepertinya postur tubuh kalian sama" Mendengar Mika mengatakan jika piyama yang Mika berikan adalah milik Adrian membuat wajah Aryan sendu. Aryan menjadi berpikir jika memang Mika dan Adrian sudah benar-benar menikah empat tahun yang lalu.


"Kalau boleh tau Adrian kemana? bukannya kalian sudah menikah? seharusnya kalian akan tinggal bersama, tapi kenapa sejak tadi aku sama sekali tidak melihatnya" pertanyaan itu sontak membuat Mika menghentikan langkahnya.


Sejenak dia masih bingung harus memberikan alasan apa atas pertanyaan Aryan. "Ooh, mas Adrian memang tidak tinggal disini. dia tinggal di apartemen sebelah perusahaan. karma akhir-akhir ini mas Adrian sangat sibuk. dia hanya akan pulang saat jam kerjanya tidak terlalu padat" balas Mika yang semakin lancar berbohong. padahal sebelumnya dia tidak sepandai ini.


Mika buru-buru masuk ke dalam kamar mandi lalu mengganti pakaiannya dengan piyama berwarna Navi.


"Jangan diliatin saja piyamanya. aku pikir mas Adrian tidak akan keberatan jika kamu menggunakan bajunya. gantilah pakaianmu, lalu tidurlah"

__ADS_1


Mika naik ke atas ranjang dan tidur di samping kanan Kenzo. sedangkan Aryan langsung masuk ke dalam kamar mandi lalu mengganti pakaiannya dengan piyama milik Adrian. entah kenapa Aryan merasa jantungnya berdenyut nyeri saat mendengar apa yang baru saja Mika katakan.


"Kenapa rasanya aku tidak rela saat mendengar kamu sudah menikah dengan Adrian, Mika. apa karna sebenarnya hingga detik ini kamu masih sah menjadi istriku. lalu apa maksud Adrian selama ini mau membantuku" hal itu semakin menjadi pertanyaan besar yang harus Aryan temukan jawabannya dari Adrian.


Saat sudah keluar dari dalam kamar mandi, Aryan menatap pada Mika serta Kenzo yang sudah terlihat lelap serta damai dalam tidurnya.


"Seandainya saja kalian adalah milikku, Mungkin saat ini aku akan menjadi pria paling bahagia, tapi sayangnya karna kebodohan yang aku lakukan membuatku hanya bisa berkhayal akan akan hal itu" lirihnya sambil menundukkan wajahnya.


Sesuai dengan apa yang Mika katakan tadi, Akhirnya Aryan menggunakan kesempatan ini untuk membayangkan jika yang ada di sana adalah miliknya, biarpun hanya satu malam.


Aryan tidur di samping kiri Kenzo sambil memeluk erat tubuh kecil anak itu. ada rasa bahagia serta ketenangan yang Aryan rasakan.


...****************...


Hari sudah berganti, Kenzo bangun lebih dulu dan bermain di dalam kamar mandi. anak itu sengaja membiarkan Mika dan Aryan tidur bersama dengan posisi yang sama-sama saling berpelukan.


"Senengnya liat mommy sama Daddy kayak gitu" ujar Kenzo sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.


Kenzo beranjak dari tempat tidur. sebenarnya posisi Aryan dan Mika seperti itu sudah sejak semalam. Kenzo yang terbangun dan melihat ada sosok Aryan di sampingnya membuat bocah itu bangun lalu mendorong tubuh Aryan agar semakin mendekat pada Mika. dan benar saja, apa yang Kenzo harapkan terjadi, karna tanpa Kenzo bantu, Mereka berdua sudah berpelukan dengan sendirinya.


Aryan menggeliat saat merasa lengan kirinya cukup pegal. pria itu mengerjabkan kedua matanya untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk pada indranya.


Cukup terkejut saat melihat dirinya sedang memeluk tubuh Mika dengan erat. namun Aryan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, Aryan yang sudah begitu merindukan sosok yang ada di pelukannya akhirnya mencium wajah Mika serta semakin mengeratkan pelukan itu sebelum Mika bangun

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Sayang. semoga suatu hari nanti kisah kita yang sempat hilang bisa dilanjutkan kembali" batin Aryan dengan penuh harap.


__ADS_2