Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Rasa takut Aryan


__ADS_3

Awalnya Erdin hanya diam tanpa mau membalas pelukan yang Mika berikan untuknya, yang setelah Mika mengatakan jika kedua orang tuanya sudah meninggal membuat pria itu seketika langsung membalas pelukan Mika.


"Apa!! Mama dan Papa meninggal?" tanya Erdin sambil menatap pada Mika yang terlihat sangat sendu.


Cukup terkejut saat Erdin mendengar jika kedua orang tua Mika sudah meninggal 2 tahun yang lalu, Bagaimana bisa dia tidak mendengar akan hal ini.


"Iya, Kak. Mama dan papa meninggal karna kecelakaan dua tahun yang lalu. Bahkan bukan hanya itu, Nenek juga meninggal, Kak!. Aku kesepian, aku sendirian kak. Kenapa kakak pergi tak pernah kembali sejak hari itu. Apa kakak tau mama dan juga papa selalu mencari keberadaan kakak, hingga akhirnya mereka harus kecelakaan tepat di hari ulang tahun ku" terang Mika yang terdengar sangat lirih.


Mendengar itu membuat Erdin langsung membalas pelukan Mika, pria itu mendekat erat tubuh sang adik sambil mengusap lembut rambut panjangnya. Tidak ada kata yang bisa Erdin ucapkan selain kata maaf. Karna rasa egoisnya selama ini membuatnya pergi dari rumah sepuluh tahun yang lalu hanya karna kesalah pahaman saja.


"Maafkan kaka, Eyla. Maafkan kakak" hanya kata itu yang mampu Erdin ucapkan pada Mika.


Tangis Mika pecah dalam pelukan sang kakak. Setelah sepuluh tahun tahun tidak bertemu, akhirnya mereka kembali di pertemukan di tempat ini.


Hal itu tentu saja membuat Aryan semakin terlihat bingung. Aryan terus memperhatikan Mika dan juga Erdin yang terlihat saling melepas rindu dengan saling memeluk erat.


"Sebentar, Kalian berdua saling kenal?" tanya Aryan pada mereka berdua.


Keduanya pun seketika langsung melepaskan pelukan itu tatkala suara Aryan menerpa indra pendengarannya.

__ADS_1


"Dan kenapa Mika memanggil kak Erdin dengan sebutan kak Sean?" Aryan benar-benar penasaran di buatnya.


Mika hanya diam tak menjawab. Gadis itu melirik pada Erdin yang sedang menatap pada Aryan.


"Dia adikku, Aryan. Eyla adalah adikku"


"Apa!! Mika adiknya kak Erdin? Bagaimana ceritanya. Bukan kah kak Erdin anak tunggal?" Aryan kembali memastikan. Karna memang yang Aryan tau Erdin adalah anak tunggal di keluarga Bagaskara. Salah satu keluarga sukses di bidang ekspedisi.


Erdin menggeleng"Tidak. Mereka hanyalah orang tua angkatku. Makanya itu adalah alasan kenapa aku lebih memilih bekerja sebagai asisten pribadi mu dari pada meneruskan usaha mereka. Karna biarpun mereka menginginkan aku untuk meneruskan usaha mereka, ada saudara mama yang sangat tidak menginginkan hal itu."


"Kamu tau sendiri kan, Aryan. Semenjak awal pertama aku bekerja sebagai asisten pribadimu, tentu kamu sudah paham dengan kehidupan pribadiku" lanjut Erdin lagi


Setelah memutuskan pergi dari rumah, Erdin atau lebih tepatnya Sean Bisma memutuskan untuk melanjutkan hidupnya di kota. Dengan bermodal ijazah, Sean nekat meninggalkan kampung halaman hanya karna sebuah kesalah pahaman yang terjadi antara dirinya dengan kedua orang tuanya.


Setelah Sean sadar dari koma, Pria itu sudah menjadi anak angkat dari salah satu pengusaha sukses dengan nama yang sudah di ganti menjadi Erdin bagaskara. Putra tunggal keluarga Bagaskara.


Saat kejadian hari itu, Sean menikmati hidupnya yang baru bersama dengan kedua orang tua barunya yang begitu menyayanginya. pasangan suami istri itu begitu menyayangi Sean layaknya anak sendiri, bahkan mereka juga berniat untuk menyerahkan semua aset pada Sean. Namun tepat saat Sean sudah lulus kuliah, dia mendengar jika adik dari sang mama mengancamnya. Jika sampai Erdin menerima semua warisan yang akan di berikan oleh Bagaskara, maka jangan harap hidupnya akan tenang. Bahkan dia juga mengancam akan membunuh orang tua kandung Erdin yang ada di kota Jogja.


Mendengar ancaman itu membuat Sean terkejut. Bagaimana bisa adik dari sang mama tau tentang orang tua kandung Sean yang ada di jogja. oleh karena itu, Demi kedua orang tuanya Erdin menolak keras harta warisan yang akan di berikan oleh kedua orang tua angkatnya. Bahkan Erdin juga memutuskan untuk bekerja di tempat lain. Tempat yang tak lain adalah perusahaan Pratama Group. Menjadi mentor untuk putra tunggal mereka yang tak lain adalah Aryan.

__ADS_1


"Ya, tapi aku tidak pernah tau jika kak Erdin hanyalah anak angkat mereka. Jadi kak Erdin adalah kakaknya Mika?" tanya Aryan memastikan lagi.


Erdin mengangguk"Benar, dan karna kebodohanku, aku pergi dari rumah saat usiaku baru delapan belas tahun. Tepatnya saat aku baru lulus SMA. karna keegoisan ku sendiri, aku sampai tidak tau jika mama dan papa meninggal dua tahun yang lalu" ucap Erdin sambil menundukkan wajahnya.


Sejenak Erdin terdiam, Pria itu jadi teringat akan ancaman yang di berikan oleh adik dari mama angkatnya. "Kamu bilang mama dan papa meninggal karna kecelakaan kan Eyla, Apa kamu tau siapa pelakunya?" Erdin menatap pada Mika


Gadis itu menggeleng, Karna memang hingga detik ini dia belum tau siapa yang sudah menabrak kedua orang tuanya dan meninggalkan tanpa mau bertanggung jawab.


"Tidak. Kak. Bahkan sampai saat ini aku masih berusaha untuk mencari siapa pelakunya."


"Kamu tenang saja, Eyla. Karna mulai malam ini kakak juga akan mencari tau siapa pelakunya" balas Erdin yang membuat Aryan membuka lebar kedua matanya. Pria itu cukup terkejut serta takut jika sampai Erdin mengetahui kalau sang mama yang sudah menabrak kedua orang tua mereka tanpa mau tanggung jawab.


Wajah Aryan menjadi pucat saat teringat siapa Erdin. Karna selain menjadi asisten pribadinya, Erdin adalah seorang detektif muda yang selalu mampu memecahkan setiap masalah yang di percayakan padanya.


"B...bagaimana kalau sampai Erdin menemukan bukti jika yang sudah menabrak orang tua mereka adalah mama. Apa dia akan menuntut mama seperti apa yang sudah pernah Mika katakan" batin Aryan dengan wajah pias nya.


Seketika ada begitu banyak rasa takut yang terbesit dalam benaknya. Karna setelah ini pasti akan ada banyak hal tak terduga yang akan terjadi. Membuat rasa takut itu mengusik hati dan pikiran Aryan


Selain rasa takut akan apa yang pernah sang mama lakukan terbongkar, Aryan juga takut jika dia harus benar-benar kehilangan Mika setelah ini.

__ADS_1


"Bagaimana jika sampai Erdin meminta Mika untuk pergi dari hidupku, secara dia tau bagaimana kelakuanku selama ini" batin Aryan sembari melirik pada Erdin dan juga Mika secara bergantian.


"Sebentar, kenapa kamu bisa ada disini Eyla. Ini kan rumah Aryan dengan istrinya? Jangan bilang kalau istri Aryan yang bernama Mika itu adalah kamu?" tanya Erdin sambil menoleh pada Mika dan juga Aryan secara bergantian


__ADS_2