
Tanpa terasa sudah empat jam Aryan menghabiskan waktu bersama dengan Wawan di restoran itu dan membicarakan perihal masalah rekaman cctv yang sudah di lihatnya tadi.
"Kita lanjutkan pembahasan ini lain waktu" ujar Aryan serta langsung bangun dari duduknya.
Di sepanjang perjalanan hatinya benar-benar terasa sangat gundah. Apalagi saat teringat akan rekaman cctv yang dia lihat dari ponsel teman Wawan.
Satu hal yang Aryan takutkan saat ini. Bagaimana jika seandainya Mika mengetahui akan hal ini? Apa itu artinya Aryan akan kehilangan Mika. Bukan hanya hatinya, Tapi hubungannya yang akan menjadi taruhannya.
Aryan mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar.. Tidak pernah menyangka jika yang menjadi pelaku penabrak kedua orang tua Mika adalah mamanya sendiri.
Tiba-tiba saja Aryan teringat akan buku Dairy milik Mika yang sempat dia baca.
Siapapun pelakunya, Suatu saat nanti aku akan memberikan pelajaran yang setimpal! Untuk saat ini aku harus fokus belajar dan menjadi siswa dengan nilai terbaik. Agar aku bisa kuliah dengan berbekal beasiswa. Mengejar cita-citaku untuk menjadi seorang pengacara hebat seperti yang mama harapkan. Setelah itu aku akan menuntut keadilan.
Kalimat itu masih bisa teringat jelas oleh Aryan. Membuat Aryan takut akan kata kehilangan. "Jangan sampai Mika tau jika mama adalah pelakunya. Lalu apa yang harus saya lakukan..." gumam Aryan sembari terus melajukan cepat mobil itu menuju hotel.
Saat sudah sampai di hotel. Aryan langsung masuk ke dalam kamar yang saat ini menjadi tempatnya menginap bersama dengan Mika.
Setelah masuk ke dalam kamar itu, Aryan sedikit mengerutkan keningnya saat melihat Mika yang sudah tertidur di atas sofa. Ternyata apa yang dikatakan oleh Mika sebelumnya benar-benar dia lakukan. Mika benar-benar tidur di sofa tepat seperti apa yang dia katakan pada Aryan saat mereka baru saja sampai di hotel itu tadi sore.
Aryan mendekat lalu menatap intens wajah Mika yang terlihat begitu damai serta lelap dalam tidurnya. Pria itu menyibak sebagian rambut Mika yang menutupi wajahnya agar Aryan bisa lebih leluasa memperhatikan wajah gadis yang saat ini sudah berstatus menjadi istrinya.
"Aku sangat merindukan mu, Eyla. Bahkan rasanya jantungku berhenti berdetak saat mendengar kamu lupa ingatan. Maafkan aku yang selama ini sudah begitu bodoh! hanya karna egoku, aku sampai memperlakukan kamu begitu tidak pantas. Walaupun sebenarnya aku tidak pernah benar-benar melakukannya. Karna mau bagaimanapun, Kamu adalah orang yang paling spesial dalam hidupku. Aku benar-benar minta maaf, Mika"
Aryan duduk berjongkok sambil mengusap pipi Mika. Benar-benar menyesal dengan hal bodoh yang selama ini dia lakukan. Karna egonya yang terlalu tinggi, Aryan sampai membiarkan gadisnya terluka karna perbuatannya.
"Bagaimana seandainya sampai kamu tau jika pelaku tabrak lari atas kedua orang tuamu adalah, Mama. Apa kamu masih akan tetap membuat pelakunya menerima ganjaran yang setimpal?" gumam Aryan pelan sembari mengusap pipi Mika.
__ADS_1
Sungguh Aryan benar-benar merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Karna mau bagaimanapun, Mama serta Mika sama-sama orang yang berarti dalam hidupnya.
"Mama dan papa tenang saja, Suatu saat nanti Mika akan berusaha mencari pelaku yang sudah membuat kalian pergi meninggalkan Mika sendiri" Entah kenapa tiba-tiba saja Mika berucap seperti itu dalam keadaan tertidur lelap. Membuat Aryan kembali membuang nafasnya kasar.
Setelah cukup lama memperhatikan Mika yang sedang tertidur lelap, Aryan menggendong tubuh istrinya dan membaringkan di atas ranjang hotel yang terlihat sangat empuk.
Kemudian Aryan mengganti pakaian Mika dengan piyama tidur. Setelah itu Aryan menyelimuti tubuh Mika hingga atas dada dan memastikan Gadis itu kembali lelap dalam tidurnya.
Aryan kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi dan membasuh wajah serta kedua kakinya. Tak lupa juga pria itu mengganti pakaiannya dengan piyama tidur dengan warna yang senada dengan Mika. lalu saat sudah keluar dari kamar mandi, Arian langsung merebahkan tubuhnya di samping tubuh Mika sembari memperhatikan Mika dari arah samping.
"Kenapa semuanya harus seperti ini, Mika?! Kenapa aku baru menyesali semuanya di saat hatimu sudah bukan milikku lagi. Sungguh aku benar-benar menyesal sudah menuruti egoku" Aryan menatap wajah Mika sambil sesekali mengusap rambut panjang istrinya.
Setelah itu Aryan mencoba menutup kedua matanya, namun Entah kenapa sama sekali Aryan tidak bisa tertidur. Ada begitu banyak hal yang mengganggu pikiran malam ini. Membuat Aryab harus kembali menatap langit-langit kamar serta merenungi semuanya.
...----------------...
Ternyata sepanjang malam Aryan memeluknya dari belakang. Kedua mata Mika membelalak saat merasakan ada yang aneh dari pakaiannya. Bukan kah semalam dia menggunakan baju pemberian Aryan? Lalu kenapa tiba-tiba saja Mika malah menggunakan setelah piyama tidur yang memiliki warna serupa dengan piyama yang Aryan gunakan.
Ada yang lebih aneh lagi, Sebagian kancing atas baju piyama Mika terbuka. Sehingga menampakkan jelas pemandangan buah dadanya yang padat dan berisi.
"Apa yang sudah pria ini lakukan padaku" gumam Mika sembari memperhatikan tubuhnya sendiri.
Melihat itu membuat Mika menyibak selimut yang sejak tadi menutup tubuhnya. Gadis itu melihat tubuh bagian bawahnya yang ternyata masih tertutup celana piyamanya.
Mika menggoyang lengan kanan Aryan yang masih setia memeluk tubuhnya. Namun sama sekali pria itu tidak merasa terganggu sedikitpun.
"Aryan bangun! Apa yang sudah kamu lakukan kepadaku? Aryan bangun!" Mika terus. Menggoyang lengan kanan Aryan. Biarpun hasilnya masih tetap sama, Pria yang sudah berstatus sebagai suaminya hampir tiga tahun itu masih begitu lelap nan damai. Bahkan tak segan Aryan semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Aryan bangun! Apa yang sudah kamu lakukan kepadaku?" ulang Mika.
"Diam lah! Jangan terlalu berisik. Biarkan aku tidur, Rasanya aku sangat lelah karna aktifitas semalam yang menguras begitu banyak energi. Diam dan tetap di sini" balas Aryan yang masih menutup kedua matanya.
Kalimat itu semakin membuat Mika membuka lebar kedua matanya. "Terlalu lelah karna aktifitas semalam? Memangnya apa yang dia lakukan. Jangan-jangan dia sudah melakukan hal yang tidak-tidak saat aku tertidur" Pikiran Mika sudah mulai menjalar kemana-mana. Apalagi kalimat "Kelelahan karna aktifitas semalam" yang baru saja dia dengar dari mulut laki-laki yang sudah berstatus sebagai suaminya.
"Tidaaaaakkkkkkkk" teriak Mika dan membuat Aryan terbangun seketika itu juga. Mendengar teriakan Mika yang begitu keras membuat Aryan terpaksa meninggalkan alam bawah sadarnya yang sedang berkencan dengan Mika dengan seragam abu-abu mereka.
"Maling... Mana malingnya?. " gumam Aryan setelah bangun dari tidurnya. Pria itu menoleh pada Mika yang sudah menatapnya tajam.
"Kamu malingnya"
Aryan mengerutkan keningnya"Hah, Saya? Memangnya apa yang sudah saya curi?"
"Jangan pura-pura tidak tau, Cepat katakan apa yang sudah kamu lakukan terhadapku semalam? Kenapa tadi kamu bilang jangan ganggu karna kamu sedang kelelahan akibat aktifitas semalam. Cepat katakan apa yang sudah kamu perbuat saat aku tertidur?" tanya Mika lagi.
"Tidak ada" balas Aryan cepat. "Jangan berbohong. Pasti kamu sudah melakukan hal yang tidak-tidak kan saat aku tertidur semalam. Dasar suami mesum!" Mika memukul tubuh Aryan dengan bantalnya. Aryan hanya bisa menutup tubuhnya untuk menghindari pukulan Mika dengan tangannya.
Hingga tak lama kemudian, Aryan yang sudah merasa cukup kesal dengan tuduhan Mika membuat pria itu menarik bantal yang ada di tangan istrinya dan membuat Mika terdiam.
"Jika kamu menuduh saya melakukan yang tidak-tidak, Maka jangan salahkan saya jika saya benar-benar melakukannya" Mika terdiam. Gadis itu menelan susah salivanya sembari membalas tatapan Aryan yang membuat jantungnya berdegup kencang.
Aryan mendekatkan wajahnya pada Mika"A-apa yang mau kamu lakukan?" tanya Mika gelagapan.
"Saya akan melakukan sesuai apa yang ada di pikiran kamu saat ini" Wajah Mika semakin pucat mendengarnya. Karna yang ada dipikirannya saat ini adalah Aryan sudah menidurinya semalam.
Gleeekk.
__ADS_1