
"Nomor ini lacak nya berhenti di bandara. Kemungkinan besar istri tuan saat ini sedang ada disana" ujar orang itu sambil menoleh pada Aryan. Namun Aryan tak menjawab, Pria itu hanya langsung bangun dari duduknya lalu melangkahkan kakinya keluar dari restoran itu.
"Kita harus ke bandara sekarang" Aryan menoleh pada orang suruhannya sejenak dan kembali melangkahkan kakinya cepat. Yang ada dipikirannya saat ini adalah bagaimana caranya agar Aryan bisa segera ke bandara. Hingga Aryan kepikiran untuk menggunakan ojek online agar bisa mempercepat perjalanannya.
Aditia hanya mengikuti langkah Aryan lalu ikut menggunakan ojek online dan mengekor di belakang motor yang Aryan tumpangi.
"Semoga saja kamu benar-benar ada di sana, Mika. Tapi untuk apa kamu ada di bandara? Memangnya kamu mau kemana? Apa memang segitu niatnya kamu untuk pergi menjauh dari hidup aku" lirih Aryan dalam batinnya. Sungguh Aryan merasa sangat tak karuan saat mendengar jika lacak Mika berhenti di bandara.
"Lebih percepat lagi, Pak" Aryan terlihat sangat gelisah dengan keadaan ini. "Pinggirkan motornya, Pak. Biar saya yang bawa" kata Aryan lagi. .
Tukang ojek itu hanya mengikuti apa yang Aryan katakan, Dia menepikan motornya lalu membiarkan Aryan yang mengemudi.
"Astaga, Pelan-pelan nak. Kalau kamu membawa motor secepat ini, Itu bisa mengancam keselamatan kita. Saya masih ingin hidup, Nak. Masih ada banyak tanggungan saya" ujarnya. Namun, Aryan sama sekali tidak memperdulikan. Pria itu hanya terus melajukan cepat motornya menuju bandara. Beruntung karna saat ini jalanan tidak terlalu padat. Sehingga dengan sangat mudah Aryan bisa mencapai tujuan lebih cepat dari apa yang Aryan perkirakan.
Saat sudah sampai di bandara, Aryan langsung turun dari motor lalu mengambil beberapa lembar uang dan dia berikan pada tukang ojek itu.
"Ini ambil, Pak. Maafkan saya jika tadi sudah membuat anda ketakutan" ujar Aryan sembari memberikan uangnya serta langsung berlalu meninggalkan tukang ojek itu tanpa menunggu jawabannya
Aryan berjalan sedikit berlari menyusuri bandara. Kedua ekor matanya tidak henti-hentinya menyapu setiap sudut tempat itu. "Kamu dimana, Mika"
Aryan menghentikan langkahnya saat terdengar suara Aditia memanggil namanya.
"Tuan muda. sepertinya lacak nomor istri anda ada di sekitar gedung restoran yang ada di bandara ini"
__ADS_1
Mendengar itu membuat Aryan kembali melangkahkan kakinya menuju restoran yang ada di bandara. "Semoga saja Mika memang benar-benar ada di sana" cicit Aryan di sela langkahnya.
Tepat saat sudah sampai di restoran. Kedua mata Aryan kembali menatap setiap meja serta sudut ruangan itu, Namun sama sekali Aryan tidak bisa menemukan keberadaan Mika di sana.
"Dimana, Dit? Kenapa saya tidak menemukan keberadaan istri saya. Kamu bilang dia ada di restoran ini" tanya Aryan sembari menoleh pada Aditya yang baru saja masuk ke dalam restoran itu.
"Tapi dari yang saya lacak, Posisi nona Mika terlacak memang berhenti di restoran ini, Tuan muda. Meja nomor dua puluh" Aditya menoleh pada Aryan. Sedangkan Aryan yang mendengar kata nomor meja dua puluh langsung berjalan menuju meja dua puluh. Menghampiri seorang perempuan yang duduk di sana.
"Mika, Sayang. maafkan aku" Aryan hampir saja memeluk perempuan itu, Tapi niatnya seketika terhenti saat perempuan itu memberikan tubuhnya.
"Maaf, Mas. Saya bukan Mika" ujar perempuan itu dan membuat Aryan menundukkan wajahnya sedih. Padahal tadi saat mendengar perkataan Aditya yang mengatakan jika kemungkinan besar Mika ada di bandara membuat sedikit secercah harapan ada dalam benaknya. Bahkan Aryan juga sudah berniat untuk memperbaiki semuanya.
"Kamu dimana, Mika" kata Aryan lagi. Dia duduk di meja nomor dua puluh satu dengan wajah sedihnya serta kecewa karna harapan yang sempat dia miliki sia-sia.
Aditya tak ikut duduk dengan Aryan. Pria itu hanya memastikan jika dia tidak salah sudah melacak keberadaan Mika yang ada di restoran ini.
Tanpa mengatakan pada Aryan, Aditya langsung mengambil ponsel itu. Namun sebelumnya dia masih bertanya pada perempuan yang duduk di meja itu"Maaf, Mbk. apa ponsel anda hilang?" tanya nya
"Oh, Tidak, Mas. ini ponsel saya ada. Memangnya kenapa ya"
"Oh tidak. Jadi ponsel yang ada di bawah itu bukan ponselmu?" Aditya langsung mengambil ponsel yang dia lihat di bawah meja.
Setelah mengambil ponsel itu, Aditya langsung menghidupkan ponsel. dari layar ponsel itu Aditya sudah bisa menebak jika memang pemilik ponsel itu adalah Mika. Istri dari Aryan. Biarpun Aditya belum pernah bertemu dengan Mika, Namun dari wajah yang sudah Aryan perlihatkan padanya membuatnya paham jika memang gadis yang ada di layar ponsel itu adalah Mika.
__ADS_1
"Tuan, Muda. apa ini ponsel milik istri anda?" Suara itu membuat Aryan mengangkat wajahnya.
Aryan langsung menoleh pada ponsel yang Aditya tunjukkan padanya. Dan ternyata itu memang ponsel milik Mika"Kamu dapat ponsel ini dari mana?" tanya Aryan sambil menatap pada ponsel Mika.
"Di bawah meja itu, Tuan. dan itu artinya sebelumnya istri anda pernah ada di sini"
Aryan terdiam untuk beberapa saat. Setelah itu dia bangun dari duduknya lalu berjalan keluar dari sana. Aditya hanya mengekor, Entah kemana pria itu akan pergi.
Ternyata Aryan pergi ke ruangan cctv. Memang benar perkataan Aditya jika Mika pernah ada direstoran yang ada di bandara.
"Maaf, Pak. apa saya bisa melihat rekaman cctv bandara ini?" tanya Aryan pada penjaga keamanan
"Maaf, Tapi tidak sembarangan orang yang bisa melihat rekaman cctv disini"
"apa bapak tidak tau siapa saya?"
"Tidak."
Aryan mengambil nafas dalam. pria itu sedikit kesal karna penjaga keamanan itu sama sekali tidak mengenalnya. Hingga akhirnya Aryan memutuskan untuk memberikan beberapa lembar uang untuk penjaga keamanan itu.
Namun sayangnya Aryan tidak bisa melihat denga jelas Mika pergi bersama dengan siapa. Setelah keluar dari ruangan cctv, Aryan kembali meminta Aditya untuk mencari tau kemana Mika pergi.
Setelah cukup lama menunggu, Aditya menoleh pada Aryan sembari menggelengkan kepalanya"Maaf, Tuan muda. saya tidak bisa menemukan kemana istri anda terbang. Karna sepertinya data istri anda terbatasi. Sepertinya ada seseorang yang sudah melakukannya" kata Aditya
__ADS_1
"Apa! jadi maksud kamu ada seseorang yang membawa Mika pergi?" Aryan kembali memastikan.
"Benar, Tuan. seperti yang kita lihat di rekaman cctv tadi"