Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Bertemu seseorang


__ADS_3

"Siapa yang sudah mengirimkan paket seperti ini" setelah melihat paket yang dikirimkan untuk Liana tangan Alberto mengepal kuat.cukup merasa penasaran dengan siapa yang sudah mengirimkan barang seperti itu.terlebih lagi saat melihat surat yang mengatakan jika Liana pembunuh.


Liana seketika menjadi semakin takut. bahkan wanita paruh baya itu langsung berlari menuju kamarnya saat rasa takut semakin mengganggu pikirannya.


"Tidak Aku bukan pembunuh"Seru Liana sambil terus lari menuju ke dalam kamarnya. Paket yang dia dapatkan pagi ini benar-benar membuat hati Liana semakin merasa takut dan tidak tenang.


Setelah sampai di dalam kamarnya Liana langsung naik ke atas ranjang lalu menutup tubuhnya dengan selimut. Satu hal yang Liana takutkan, tidak ingin masuk penjara karena kejadian tidak sengaja yang sudah Liana lakukan 2 tahun yang lalu. Bodohnya Kenapa Liana waktu itu tidak membawa korban ke rumah sakit atau bahkan menghubungi ambulans. Justru Liana malah pergi begitu saja


"Tidak aku bukan pembunuh. Aku bukan pembunuh" teriak Liana sambil menutup tubuhnya dengan selimut.


Alberto yang melihat istrinya masuk ke dalam kamar sambil teriak membuatnya cukup khawatir, Alberto tentu saja takut jika sampai hal itu mengganggu psikis istrinya.


"Astaga Siapa yang sudah sangat berani melakukan hal ini. Kali ini saya tidak boleh tinggal diam, saya harus mencari tahu siapa pelakunya yang sudah berani mengirim paket seperti ini pada mama" ucapkan Alberto sambil meremas surat yang tadi ada di dalam paket lalu membuangnya ke tong sampah.


Kemudian setelah itu Alberto melangkahkan kakinya keluar dari dalam rumahnya. Entah ke mana pria paruh baya itu akan pergi, tapi yang pasti kepergiannya ini adalah semata-mata untuk mencari siapa pelaku pengirim paket.


"sial Siapa yang sudah berani mengirimkan paket seperti itu. Jika sampai saya menemukan pelakunya tidak akan pernah membiarkan orang itu melakukan hal itu lagi" ucap Alberto sambil terus melajukan mobilnya.


Alberto melajukan cepat mobil itu membelah Jalan bagi yang sudah terlihat cukup ramai dengan orang-orang yang berlalu Lalang di sekitar mobilnya. Entah kenapa tiba-tiba saja Alberto teringat akan kejadian 2 tahun yang lalu. Bagaimana jika seandainya yang mengirim paket tersebut adalah pihak keluarga korban. Tentu saja Alberto mulai panik.


"Astaga Bagaimana jika seandainya yang mengirimkan paket tersebut adalah keluarga dari korban. Apa itu artinya saat ini mama sedang tidak aman" ucap Alberto sambil terus melajukan mobilnya. Hingga mobil itu berhenti tepat di salah satu perumahan elit yang ada di Jakarta Utara.

__ADS_1


Setelah memarkirkan mobilnya langsung masuk ke langsung mengetuk pintu rumah itu. Tak Butuh waktu lama pintu itu pun terbuka.


"Selamat pagi Tuan Apakah anda ingin bertemu dengan Angga?" tanya asisten pribadi saat melihat kedatangan Alberto di sana


"iya Bi, Saya ingin bertemu dengan Angga, Apakah dia ada di rumah"tanya Alberto pada asisten itu


"mohon maaf tuan Kebetulan sekali Tuan Angga beserta istri dan juga anaknya masih ada di luar negeri. Karena memang kebetulan mereka sedang ada urusan penting di sana"terang asisten rumah tangga itu pada Alberto


Alberto mengganggu paham karena dia lupa jika memang beberapa hari yang lalu sepupunya itu sempat mengatakan jika Jika dia sedang ada urusan penting ke luar negeri. Tanpa pamit Alberto langsung pergi begitu saja dari sana.


******


Kringggg


"Astaga kenapa aku bisa bangun jam segini. sudah jam 08.30, kenapa aku bisa kesiangan sih!, padahal kan hari ini aku ada ada Janji temu dengan seseorang"ucap Mik dan bergegas bangun dari tempat tidurnya. Gadis itu langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi serta langsung melakukan ritual mandinya dengan sangat cepat, bahkan nikah hanya memerlukan waktu 3 menit 20 menit untuk bersiap.


Setelah selesai bersiap Mika langsung keluar dari dalam kamarnya, saat sudah sampai di bawah nikah sama sekali tidak menemukan siapapun di sana. Gadis itu melirik ke setiap ruangan dan mencari kebenaran Aryan. Namun ternyata pintu kamar Arya masih tertutup rapat. Sejenak Mika terdiam di depan pintu kamar suaminya lalu Sedetik kemudian Mika membuka pintu kamar itu dan melihat Apakah kalian masih ada di dalam atau justru sudah berangkat ke kantor.


Dan setelah pintu kamar Aryan terbuka, kini Mika sedikit mengerut Kenapa jam segini Arysn masih ada di sana. Apa jangan-jangan Aryan juga kesiangan? Awalnya Mika hendak masuk dan membangunkan Aryan seperti biasa. Seperti saat dia membangunkan Aryan di rumah mereka.


Namun hal itu Mika urungkan saat ringan jika saat ini dirinya sedang pura-pura lupa ingatan di depan Aryan.

__ADS_1


"Astaga Dasar bodoh kenapa aku bisa lupa kalau aku sedang pura-pura lupa ingatan di depan Aryan" mengucapkan lalu kembali menutup pintu kamar Aryan.


Saat sudah sampai di bawah Mika menuju ke meja makan. Namun ternyata di sana tidak ada masakan sama sekali. melihat itu membuat Mika langsung menuju ke arah kulkas dan mengambil beberapa bahan makanan untuk Dia masak secara cepat.


"Lebih baik untuk sekarang aku buat roti sandwich saja biar cepat dan tidak memakan waktu banyak. Semoga saja mas Aryan menyukainya"


Mika membawa beberapa bahan untuk membuat roti sandwich ke dapur. Biarpun untuk saat ini Dia tidak memiliki waktu banyak, namun Mika masih ingin mempersiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah selesai membuat roti sandwich meletakkan kemeja makan dan meminta pada asisten rumah tangga Agar kalian memakannya nanti jika dia sudah bangun.


"Oh iya, Bi. Nanti kalau mas Aryan sudah bangun tolong ini kasihkan sarapannya ya Bi. Tapi bibi jangan sampai bilang jika ini saya yang membuatnya, Bibi bilang saja jika itu Bibi yang membuatnya" ucap Mika sambil nulis pada asisten rumah tangga itu. Membuatnya sedikit merasa bingung.


"Kenapa harus seperti itu non. Kenapa Non meminta agar saya mengatakan jika saya yang membuat roti sandwich ini"tanya asisten itu yang terlihat sangat penasaran, pasalnya dia masih belum tahu jika untuk saat ini Mika sedang pura-pura lupa ingatan di depan Aryan.


"Bilang saja seperti itu ya Bi, Jangan tanya alasannya apa. Tapi bibi jangan khawatir Itu makanannya Nggak saya kasih racun kok" balas Mika sambil terkekeh kemudian wanita itu memutuskan untuk pergi menemui seseorang yang menghubunginya malam tadi.


Gadis itu keluar dari kediaman Alberto. Ternyata di luar pagar sudah ada ojek online yang menunggu kedatangan Mika. "sesuai aplikasi ya, Pak." ucap Mika sambil memasang helmnya dan naik ke atas motor tukang ojek itu.


Karena jalan nanti sudah tidak terlalu macet, Mika hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di tempat janjian. Dari luar Mika sudah bisa melihat orang yang semalam menghubunginya sudah menunggu di meja nomor 13.


melihat orang itu membuat Mika semakin mempercepat langkahnya"Maaf Kak aku telat" ucap Mika setelah sampai di meja 13.


"Tidak masalah. Aku juga baru saja sampai" balas orang itu sambil tersenyum.

__ADS_1


Kira-kira siapa yang Mika temui ya?


__ADS_2