
Bianca tercengang seakan tak percaya dengan apa yang saat ini dia lihat dari video yang saat ini sedang di putar.
Wanita itu menoleh pada Aryan yang masih tak menampakkan ekspresi apapun dari wajahnya. Masih terlihat begitu dingin seperti sebelumnya.
"Jadi-"
"Hemm, Saya hanya meminta anak buah saya untuk membawa ibumu ke tempat terapi dokter langganan keluarga saya. Tidak perlu khawatir, Karna saya tidak sejahat yang kamu pikirkan. Saya masih memiliki hati nurani yang tentunya tidak akan Setega itu menyakiti seseorang yang sudah begitu lemah, Seperti ibumu" terang Aryan.
Bianca tersenyum mendengar apa yang baru saja Aryan katakan. namun sebelum wanita itu kembali membuka suara, Aryan sudah melanjutkan perkataannya terlebih dahulu. Dan seketika membuat Bianca terdiam seakan mulutnya terkunci rapat setelah mendengar apa yang baru saja Aryan utarakan.
"Tapi jangan sampai kamu salah mengartikan apa yang saya lakukan. Karna ini murni hanya karna rasa empati. Tapi ingat, Biarpun untuk kali ini saya tidak melakukan apa-apa dari perbuatanmu, Jangan pernah berpikir untuk melakukan hal yang sama di lain waktu, Karna saya tidak akan segan-segan untuk melakukan hal yang di luar nalar" ujar Aryan serta langsung berlalu dari hadapan Bianca. Tanpa ada niatan mendengarkan balasan dari Bianca ataupun menoleh pada wanita itu.
Bianca yang mendengar hanya bisa terdiam membisu. Tidak pernah terfikir olehnya jika seorang Aryan bisa berkata demikian. Padahal setelah melihat jika sang ibu sedang mendapatkan perawatan atas bantuan Aryan, Bianca sempat berpikir jika kemungkinan Aryan masih mencintainya . Karna masih begitu perduli akan ibunya yang memang sedang tidak sehat karna penyakit yang sudah dia derita.
Aryan kembali masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan yang masih gelisah. Biarpun dia sudah memastikan Bianca untuk melakukan klarifikasi, Tapi Aryan masih sangat kepikiran akan Mika yang ingin meninggalkannya, Menyerah dari hubungan toxic yang selalu membuat Mika terluka karna ulah bodoh Aryan sendiri.
"Kemana aku harus mencarimu, Mika" gumam Aryan di tengah perjalannya. Kedua ekor katanya tidak henti-henti melirik sepanjang perjalanan. Melewati tempat-tempat yang biasa Mika datangi.
"Kenapa dia tidak ada dimanapun" gumam Aryan lirih. Hingga sedetik kemudian Aryan teringat akan tempat yang selalu Mika datangi akhir-akhir ini. Kolong jembatan, Tempat para mereka yang hidup berdampingan tanpa kasih sayang orang tua
Mengingat akan hal itu membuat Aryan semakin mempercepat laju mobilnya menuju salah satu jembatan tempat mereka singgahi. Tak butuh waktu lama, Mobil Aryan sudah sampai di sana.
__ADS_1
Pria itu turun dari mobilnya dengan sedikit berlari agar bisa segera sampai di bawah jembatan yang memang masih harus nyebrang jalan.
"Mika, Apa kamu ada disini? Mika....Mika.." Aryan terus memanggil mana Mika sembari memperhatikan tempat itu. Namun tempat itu terlihat sepi, Tidak ada siapa-siapa di sana. Namun saat Aryan hendak meninggalkan tempat itu, Aryan di kejutkan dengan sebuah tulisan di salah satu dinding jembatan yang membuatnya teringat akan Mika.
"Tama Love Eyla. Aryan Love Mika" I Love you so much. You are my everything. Selamanya aku mencintaimu, Suamiku...
Langkah Aryan terhenti saat tanpa sengaja kedua ekor matanya melihat sebuah tulisan. Tentu Aryan sangat hafal betul itu tulisan milik siapa. Karna saat masih jaman SMP, Mika sering menulis di buku catatan Aryan tentang sebuah pesan-pesan yang Mika berikan untuknya.
Membaca kata Tama Love Eyla membuat Aryan terdiam. Hal itu kembali membuatnya teringat akan masa SMP"Apa maksud dari tulisan ini. Tama love Eyla.. Aryan love Mika.. I love you so much suamiku" Aryan kembali membaca kata-kata yang ada di tembok itu. .
"Apa jangan-jangan Mika tau kalau sebenarnya aku adalah Tama?" Aryan mulai menerka-nerka. Jika dilihat dari tulisan itu, Sepertinya itu tulisan tidak terlalu lama di buat. Karna masih tidak terlalu usang dan terlihat masih baru.
Di saat Aryan masih menerka-nerka hal yang ada di pikirannya, Tiba-tiba saja ada sebuah suara yang berhasil membuatnya terkejut. .
Hal itu membuat Aryan sedikit terkejut lalu membalikkan tubuhnya menoleh ke arah sumber suara. dimana ada beberapa bocah yang sedang berdiri sambil menatapnya.
"Apa kamu yakin dia kak Aryan. Suaminya kak Mika?" tanya salah satu bocah di sana.
"Iya, Aku sangat yakin. Masak kamu tidak bisa mengenali wajah suami kak Mika? perasaan kak Mika sering menunjukkan wajah suaminya setiap kali dia datang ke sini." balasnya sambil terus menatap pada Aryan yang terlihat sedikit bingung. .
Anak itu tak lagi menjawab, Dia hanya menatap pada Aryan dari ujung rambut sampai ujung kaki.
__ADS_1
"Kenapa kamu liatin saya seperti itu?" tanya Aryan yang mulai risih di perhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Maaf kak, Kami hanya ingin memastikan jika memang kakak ini adalah kak Aryan suaminya kak Mika" balas Bocah yang bernama Genta.
"Benar, Kak. Maaf jika kami sudah tidak sopan memperhatikan kak Aryan seperti itu" timpal Farel.
"Tidak masalah. Kenapa tadi kalian menyebut-nyebut nama Mika, Istri saya?" tanya Aryan pada akhirnya.
Mendengar itu membuat mereka sontak tersenyum. Terlihat seperti ada kebahagian dari raut wajah mereka saat mendengar jika pria yang ada di hadapan mereka saat ini adalah suami dari Mika.
"Akhirnya kami bisa bertemu langsung dengan Kak Aryan. Tidak hanya mendengar cerita dari Kaka Mika. Ternyata benar apa yang kak Mika katakan, Suaminya sangat tampan." kata Farel sambil terus menatap Aryan dengan kedua sudut bibir yang terangkat sempurna. Terlihat seakan sangat bahagia sudah bisa bertemu dengan seorang Aryan Alberto. Suami dari Mikhayla.
"Iya, Ternyata kak Aryan memang sangat tampan" puji mereka secara bersamaan. Entah apa yang sudah Mika ceritakan tentang Aryan, Tapi yang pasti mereka semua terlihat sangat bahagia saat mendengar jika pria yang sedang berdiri di hadapannya saat ini adalah Aryan suami dari Mika.
Tentu saja hal itu membuat Aryan cukup penasaran dengan apa yang sudah Mika ceritakan tentangnya pada anak-anak ini. Sehingga membuat Mereka terlihat begitu bahagia bertemu dengan suami Mika.
"Memangnya kak Mika sudah cerita banyak soal saya?" tanya Aryan pada anak-anak itu.
Farel mengangguk"Iya, Kak. kata kak Mika dia sangat bersyukur bisa memiliki suami seperti kak Aryan. selain tampan, Kak Aryan juga tipe suami yang sangat baik" mereka pun mulai menceritakan apa yang sudah pernah Mika ceritakan soal Aryan pada anak-anak ini setiap kali Mika datang ke tempat ini. Bercerita denga. raut wajah yang terlihat sangat bahagia. Biarpun sebenarnya apa yang sudah Mika ceritakan hanyalah kebalikannya, Bukan fakta yang sesungguhnya.
Mendengar semua cerita dari anak-anak itu membuat hati Aryan seperti tertampar, Sakit dan amat terluka. sekeras itukah Mika berusaha menciptakan citra baik Aryan sebagai suaminya? Sangat terdengar seperti suami idaman.
__ADS_1
Tanpa sadar air mata Aryan meluruh saat mendengar semua cerita itu. Membuat Aryan merasa sangat menyesal sudah membesarkan egonya dari pada perasaannya sendiri.
"Maafkan aku, Mika. Maafkan aku yang sudah membuatmu terluka" batinnya lirih