Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Mansion Atmaja


__ADS_3

"Selamat datang di istana Oppa, Cucuku" ujar Atmaja yang terdengar begitu lembut menerpa indra pendengaran Mika.


Setelah mendengar semua cerita dari Atmaja, Mika sudah memutuskan untuk ikut tinggal bersama dengan sang kakek. Biarpun awalnya Mika masih ragu jika Atmaja adalah kakeknya, Namun setelah seharian merenung akhirnya dia sudah membuat keputusan untuk mencoba menerima tuan Atmaja sebagai kakeknya. Namun Mika masih mengajukan satu syarat jika tuan Atmaja ingin Mika tinggal bersamanya. Gadis itu meminta agar dia tetap dirahasiakan. Tidak boleh ada yang tau mengenai kehadiran Mika di mansion itu, bahkan Mika juga meminta agar dia tetap di ijinkan bekerja di restoran keluarga Dirgantara dan menjalani kehidupannya seperti semestinya.


Bukan tanpa alasan Mika meminta agar dirinya tetap dirahasiakan, Karna setelah mendengar cerita tentang kematian dari sang oma, Serta kepergian mama nya dari tempat ini membuat Mika was-was dan ingin berjaga-jaga,


Walaupun dengan berat hati akhirnya tuan Atmaja menerima semua syarat yang di ajukan oleh sang cucu. Karna memang apa yang dikatakan oleh Mika ada benarnya, memang sebaiknya status Mika dirahasiakan dan dia harus tetap terlihat sebagai chef yang bekerja di restoran Dirgantara.


"Semoga kamu bisa betah tinggal di mansion ini, cucuku" kata Atmaja lagi sambil menatap pada Mika. namun hanya Mika yang dapat mendengar perkataan itu.


Gadis itu terdiam tak menjawab. Netranya menatap setiap sudut rumah megah dengan desain mewah nan elegan. seluruh tembok perpaduan cat antara putih salju dengan silver. Benar-benar seperti istana. Kedua ekor mata Mika tak berhenti menatap setiap benda yang ada di ruangan itu, Hingga tatapannya jatuh dan terpaku pada sebuah foto keluarga yang terdapat foto sang mama di dalamnya.


"Ma, mulai hari ini aku ada disini, di rumah mama" batin Mika sambil terus menatap foto sang mama yang ada di samping televisi.


Beberapa pelayan di sana yang melihat tuan Atmaja mengangkat kedua sudut bibirnya tentu saja semakin penasaran dengan gadis yang dia bawa hari ini. pasalnya memang selama ini tuan Atmaja tidak pernah tersenyum. semenjak di tinggal oleh sang istri serta Madinah, pria tua itu selalu menampakkan raut wajah datar tanpa ekspresi.


"Tolong kalian antar dia ke kamar utama yang ada di lantai tiga" perintah tuan Atmaja pada mereka.


Hal itu semakin membuat mereka bingung, sebenarnya siapa gadis ini? Bagaimana bisa tuan Atmaja meminta mereka untuk mengantarnya ke kamar utama? Bukankah kamar itu adalah kamar spesial yang dia siapkan untuk anak tercintanya? Lalu kenapa hari ini dia meminta mereka agar mengantar gadis cantik dengan rambut panjang ini ke kamar utama.


Beberapa pertanyaan tentu saja terbesit dalam benar beberapa pelayan itu, Namun mereka tidak punya keberanian walaupun hanya untuk menanyakan hal tersebut.

__ADS_1


"Baik, Tuan. Mari nona" ujar kepala pelayan pada Mika begitu sopan. Karna dia tau jika orang yang bisa datang ketempat ini hanyalah orang-orang spesial. Terlebih gadis ini akan menempati kamar utama. Namun kenapa wajahnya sedikit berbeda dengan yang ada di foto keluarga? Jika memang gadis ini anaknya, tentu saja saat ini umurnya sudah tidak semuda gadis yang ada di hadapan mereka.


Saat sudah sampai di kamar utama yang ada di lantai 3, semua pelayan itu meninggalkan Mika setelah mengantarnya tepat di depan kamar utama yang ada di mansion ini.


Mika kembali di buat takjub dengan kamar yang akan menjadi kamarnya. Cat tembok dengan nuansa rainbow serta aroma bungan lily begitu menenangkan. Membuat Mika teringat akan sosok sang mama yang begitu menyukai warna pelangi, apalagi bunga Lily, karna bahkan halaman rumah lama mereka yang ada di jogja terdapat banyak bunga itu.


"Apa ini adalah kamar mama" kata Mika sambil terus memperhatikan ruangan itu.


Karna hari sudah semakin larut, Mika memutuskan untuk met bahkan tubuhnya setelah mandi serta makan malam di mansion itu. Namun entah kenapa kedua mata Mika terasa sangat sulit untuk sekedar di pejamkan. bayangan Aryan kembali hadir dan mengusik pikirannya.


Namun dengan kuat Mik berusaha menghilangkan bayangan itu. Mencoba membuang rasa yang nyatanya masih begitu besar.


Gadis itu memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya, Memilih untuk berdiam di atas balkon sembari menatap bintang yang bertebaran di atas langit. Angin sepoy menerpa wajah serta tubuh Mika dan terasa begitu menusuk hingga ke tulang.


"Hawa ini kenapa mengingatkan ku pada malam dimana statusku dan Aryan berubah menjadi pasangan suami istri" lagi-dan lagi. Ada banyak hal yang memaksa Mika teringat akan setiap hal yang dia lewati bersama dengan Aryan.


"Jangan pernah berharap lebih atas pernikahan ini, Mika. Karna selamanya kamu hanyalah parasit yang tak pernah saya harapkan"


kata-kata itu tiba-tiba saja terngiang dan membuat air mata Mika jatuh begitu saja. Rasa sakit karna ucapan itu kembali dia rasakan dan begitu nyata. "Ini memang sudah pilihan terbaikmu, Mika. Fokus ke depan dan gak usah menoleh kebelakang. Karna di belakang banyak hal yang melukai perasaanmu. Lupakan!" seakan mendapat bisikan. Mika mengusap kedua matanya yang sudah terasa basah.


Gadis itu menoleh ke arah deretan unit Apartemen yang ada di sebrang jalan tempat tinggalnya. Tanpa sengaja Mika mengikuti arah terangnya rembulan.

__ADS_1


Deg!!


Jantungnya berdetak cepat saat melihat sosok pria yang postur tubuhnya begitu mirip dengan Aryan. "berhentilah memikirkan pria itu, Mika.. Astaga ada apa denganku? Apa memang karna perasaanku begitu besar sehingga aku selalu terbayang mas Aryan. mana mungkin dia ada di sini" kata Mika dan langsung membalikkan tubuhnya. Gadis itu memejamkan kedua matanya sejenak yang entah kenapa hari ini selalu melihat sosok Aryan. Pertama di restoran tadi sore.


DI TEMPAT lain


Aryan mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. Pria itu sudah lebih satu jam hanya berdiri di atas balkon kamarnya sambil terus terbayang akan wajah cantik Mika.


"Kamu dimana, Mika? Aku mohon kembalilah, tanpa aku sadari ternyata hidupku sangat bergantung denganmu. Aku mohon, Mika. Kembalilah dan tetap menjadi istriku, menjadi sosok yang tak pernah bosan memberikan perhatianmu" ujar Aryan yang terdengar sangat lirih.


pria itu menoleh pada mansion mewah yang ada di sebrang jalan. Ada seorang gadis dengan rambut panjang serta menggunakan piyama tidur berwarna navi. namun sayangnya Aryan tidak sempat melihat wajah gadis itu.


Saat melihat piyama berwarna Navi membuat Aryan teringat akan sosok Mika, Mika begitu menyukai piyama warna Navi, Bahkan piyama Mika kebanyakan warna Navi.


"Aku mohon kembalilah, Mika. Maafkan atas kebodohan yang aku lakukan selama ini. Aku menyesal" ujar Aryan lagi.


"Memangnya kebodohan apa yang sudah tuanku lakukan sampai nona Mika pergi?" suara Aditya mengejutkan Aryan.


"Jangan terlalu kepo"


Selamat siang pembaca tercinta. Mohon dukungannya untuk novel ini ya, Bantu like, Subscribe, Rate, vote sama share ya. Terimakasih buat kalian yang selalu setia baca. Peluk jauh dari athor🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2