Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Antara Mika dan Erdin


__ADS_3

Mika pulang saat merasa hatinya sudah lebih tenang. Gadis itu memesan ojek online untuk mengantarnya pulang ke rumah yang dia tempati bersama dengan Aryan. bukan tanpa alasan Mika memilih pulang kesana, hanya saja dia ingin sejenak menenangkan pikirannya dari semua masalah yang dia hadapi saat ini.


"Sesuai aplikasi ya, mas" kata Mika sambil memasang helm yang di berikan oleh tukang ojeknya.


Tukang ojek itu mengangguk, Dia langsung melajukan motornya saat memastikan Mika sudah naik.


Entah apa yang sebenarnya membuat Mika untuk tidak pulang dulu ke rumah kedua orang tua Aryan, tapi yang pasti Mika melakukan itu karna tidak ingin bertemu dengan Aryan untuk sementara waktu. Setidaknya sampai hatinya tidak terasa pedih karna Foto antara Aryan dengan Bianca.


Setelah sampai di depan rumah nya dengan Aryan, Mika langsung membuka pintu utama dengan menggunakan kunci yang dia pegang. Karna memang selama ini mereka berdua sama-sama memegang kunci rumah.


Sejenak Mika masih menatap setiap sudut rumah itu. Ternyata tempat ini juga membuatnya kembali merasakan luka saat teringat jika Aryan pernah membawa Bianca ke rumah ini.


"Apa mungkin selama ini kamu pernah melakukan hal yang tidak-tidak dengan Bianca, Mas" ucap Mika yang terdengar sangat lirih.

__ADS_1


Entah setan apa yang sudah berbisik, tapi yang pasti tiba-tiba saja Mika ingin pergi jauh dari kehidupan Aryan dan juga kedua orang tua Aryan. Namun sialnya rasa cintanya selalu mampu menghilangkan apa yang sempat terbesit dalam benaknya.


"Apa mungkin untuk sementara waktu aku tinggal di rumah Ana" kata Mika pelan.


Ceklek


Suara pintu membuat Mika tersadar, gadis itu menoleh ke arah sumber suara. Dimana terdengar suara orang mengobrol dengan langkah kaki yang mulai masuk ke dalam rumah itu.


Biarpun belum melihat siapa yang datang, Tapi dari suaranya saja Mika sudah sangat kenal betul jika yang datang adalah Aryan. Namun anehnya, Suara orang yang satunya terdengar cukup familiar pada indra pendengaran Mika.


"Loh, Mika. Kamu kenapa bisa ada di sini?" ujar Aryan sembari menatap Mika yang sudah terdiam dan menatap pada Erdin. Bahkan bukan hanya Mika, Erdin pun juga terdiam mematung sambil menatap pada Mika.


Bukannya menjawab pertanyaan Aryan, Mika justru malah berlari dan langsung memeluk Erdin begitu erat, Seakan sedang menumpahkan rasa rindu yang selama ini terpendam.

__ADS_1


"Kak Sean" ucap Mika dan langsung memeluk tubuh Erdin begitu erat. Membuat Aryan mengerutkan keningnya.


Tanpa memperdulikan keberadaan Aryan, Mika terus memeluk erat sosok yang begitu dia rindukan. Setelah hampir sepuluh tahun tidak bertemu, Akhirnya semesta kembali mempertemukan mereka kembali.


"Kak, Ini beneran kak Sean kan? Kak Sean masih ingat aku kan? Kakak kemana saja? Aku sangat merindukanmu kak" kata Mika yang terus memeluk erat Erdin.


Erdin yang awalnya diam akhirnya membalas pelukan Mika saat gadis itu mengatakan jika kedua orang tuanya sudah meninggal karna kecelakaan dua beberapa tahun yang lalu.


"Kak, Aku sendirian kak. Kenapa kakak pergi dan gak pernah kembali. asal kakak tau, Mama dan papa sudah meninggal kak! Aku sendirian, aku gak punya siapa-siapa yang bisa menjadi tempatku mengeluh" ujar Mika yang terdengar sangat lirih.


Mendengar itu membuat Erdin yang sejak tadi terdiam membeku tanpa membalas pelukan Mika akhirnya menatap wajah sendu sang adik. "Apa!! Mama dan papa meninggal?" kata Erdin pada akhirnya.


Hal itu tentu saja membuat Aryan semakin tidak paham. Sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua? Dan anehnya kenapa Mika memanggil Erdin dengan sebutan Sean?

__ADS_1


Beberapa pertanyaan tentu saja mulai terbesit dalam benaknya.


__ADS_2