
Satu minggu sudah berlalu. Seperti yang sudah dikatakan, Mika akan bekerja di restoran keluarga Marvin dan menjadi partner Adrian. Biarpun awalnya Mika sedikit kaku, Tapi setelah kemarin seharian belajar memasak menu restoran itu, Akhirnya Mika bisa enjoy bersama dengan Adrian.
"Kak, Makasih ya sudah mau ngajarin aku masak semua menu yang ada di restoran ini." ujar Mika sembari tersenyum dan menoleh pada Adrian yang masih terlihat sibuk membersihkan alat-alat masak di sana.
Adrian tersenyum"Tidak perlu berterimakasih, Mika. Ini memang sudah tugas aku buat ngajarin kamu. Aku juga seneng akhirnya bisa punya partner yang satu frekwensi denganku." balas Adrian sembari tersenyum.
Kemarin memang mereka saling sharing saat selesai belajar beberapa menu restoran itu. Bahkan ternyata mereka berdua memiliki satu kesamaan, Yaitu pecinta drama korea.
Namun biarpun mereka sudah saling bertukar cerita, Baik Mika ataupun Adrian sama-sama tidak bercerita tentang kehidupan pribadinya. Mika juga tidak mengatakan jika dia adalah seorang istri.
"Tapi intinya aku ucapin terimakasih banyak ya, Kak. Oh ya, Nanti kak Adrian jangan lupa datang ke rumahnya kak Marvin ya. Karna katanya nanti malam akan ada pertemuan di mansion utama. Dan tugas kita sudah seperti biasa, Masak makanan yang enak"
Mendengar perkataan Mika, Adrian meletakkan barang-barang itu lalu duduk di depan Mika. "Tentu saja aku tidak akan lupa. Kira-kira kita masak apa ya"
Mika dan Adrian masih memikirkan akan memasak apa untuk makanan yang akan mereka hidangkan buat pertemuan keluarga Marvin nanti malam.
"Bagaimana kalau ini" kata Adrian sembari menunjukkan ponselnya pada Mika.
"Sepertinya enak. Boleh kak nanti kita buat ini. Sama Risotto juga ya" .
__ADS_1
Salah satu makanan khas kota milan ( Menurut mbah google🤣🤣🤣 )
Setelah selesai membicarakan perihal makanan yang akan mereka masak malam nanti, Adrian pamit lebih dulu. Karna dia harus ke rumah sakit untuk melihat keadaan sang mama.
Beberapa saat yang lalu papanya Adrian sempat menghubunginya dan mengatakan jika saat ini mamanya sedang dirawat di rumah sakit. Biarpun Adrian tau jika itu semua sudah pasti hanya akal-akalan sang mama saja hanya agar Adrian datang menemuinya.
Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu, Adrian memang sudah memutuskan untuk pergi dari rumah dan menetap di kota Milan. Memutuskan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Dan sejak beberapa hari yang lalu, Adrian mendapat kabar jika kedua orang tuanya juga ada di kota Milan dan ingin menemuinya. Namun Adrian masih teguh akan pendiriannya, Dia tidak mau menikah dengan gadis pilihan sang mama Karena sebuah kesalahpahaman.
"Aku pulang duluan, Mika. Kalau kamu ada yang mau ditanyakan, Nanti langsung saja kamu telfon aku ya"
Setelah kepergian Adrian, Mika terdiam sendiri sambil sesekali memainkan ponsel baru pemberian Marvin lima hari yang lalu. Karna ternyata Mika sudah dengan sengaja meninggalkan ponselnya di restoran yang ada di bandara hari itu. Tepatnya setelah Mika mengirimkan pesan pada mama mertuanya.
Entah kenapa hari ini Mika benar-benar merasa sangat merindukan sosok Liana. Karna memang mau bagaimanapun, Selama ini Liana sudah begitu baik terhadapnya. Liana memberikan kasih sayang serta perhatian yang begitu tulus untuknya. Bukan seperti anak mantu, Namun lebih ke anak kandung. Bahkan tak jarang Aryan merasa kehadiran Mika membuatnya tersaingi. Bagaimana tidak, Liana dan Alberto sama-sama memberikan nomor kontak Mika dengan nama "Kesayangan" hal itu tentu saja membuat Aryan sebagai anak kandung merasa iri dan tersaingi oleh istrinya sendiri.
Wajar saja Alberto juga Liana melakukan hal itu, Karna memang mereka berdua sangat menginginkan sosok anak perempuan. Sehingga dihari pertama pertemuan Liana dengan Mika membuat wanita paruh baya itu seketika langsung sayang akan Mika.
__ADS_1
"Mama, Aku sangat merindukan mama" gumam Mika sambil menatap foto dirinya bersama dengan Liana yang ada di sosial media Liana. Mika semakin merasa rindu saat membaca caption yang ada di foto itu"My princes kesayanganku. Mama sangat menyayangimu, Mika. Semoga selamanya mama bisa selalu bersamamu, Nak" membaca caption itu tiba-tiba saja kedua mata Mika terasa panas. Bahkan air matanya langsung jatuh saat membaca kalimat terakhir.
"Mama, Maafkan Mika yang sudah mengambil keputusan ini. Tapi satu hal yang harus mama tau, Aku juga sangat menyayangi mama. Bahkan buat Mika, Mama sudah seperti mama kandung Mika sendiri. Terimakasih karna selama ini mama sudah memberikan kasih sayang yang begitu besar buat Mika. Seumur hidup, Mika tidak akan pernah melupakan semua kenangan yang pernah terjadi antara aku dan mama" lirih Mika sambil mencium foto yang ada di layar ponselnya.
Sungguh Mika benar-benar merasa sangat merindukan sosok itu. Karna setelah pernikahannya dengan Aryan, Liana sudah memberikan kasih sayang untuknya. Bahkan Mika seperti merasakan kasih sayang dari mama kandungnya. .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat yang berbeda, Seorang pria sedang menatap pada bawah balkon dengan beberapa kendara yang sudah mulai berlalu lalang dibawah sana. Pria itu mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. Kejadian malam itu masih bisa Aryan ingat apa yang sudah dia perbuat pada Mika. "Aku tidak akan pernah melupakan kejadian malam itu, malam yang penuh dengan kenangan di kota jogja" ujar Aryan. Ingatannya kembali pada kejadian malam itu.
FLASHBACK
Saat sudah memastikan Mika benar-benar tertidur pulas, Aryan menatap wajah Mika lalu mengusap wajahnya"Aku sangat mencintaimu, Mika. Maafkan aku yang sudah melukai perasaanmu. Tapi satu hal yang harus kamu tau, Hanya kamu satu-satunya perempuan yang ada dalam hatiku. Setelah sekian tahun berlalu ternyata kamu masih menjadi pemiliknya" ujar Aryan sambil menatap wajah Mika yang terlihat sangat cantik.
Di saat Aryan masih menatap wajah Mika, Tiba-tiba saja hujan turun membasahi kota Jogja. Bahkan bukan hanya itu, Lampu mati dan membuat Aryan reflek memegang benda kenyal milik Mika.
Bukan melepaskan, Aryan malah Aryan terus memegang benda kenyal yang ukurannya sangat pas dalam genggaman Aryan.
Setelah cukup lama menggenggam kedua benjolan Mika, Aryan mencium lembut bibirnya. Dan malam itu menjadi malam pertama mereka setelag hampir tiga tahun menikah. Mati lampu serta hujan deras menjadi saksi bisu kelakuan Aryan yang tanpa sepengetahuan Mika. Entah tidur atau pingsan, Tapi yang pasti Mika sama sekali tidak merasa terganggu dengan perlakuan Aryan. Gadis itu masih terlihat sangat lelap dan damai dalam tidurnya. Biarpun sesekali keluar D*s*h*n manja dari mulutnya.
__ADS_1
"Aryan. Kenapa kamu hanya diam di sana? Sejak tadi mama panggil kamu gak ada nyaut" suara itu berhasil menyadarkan Aryan dari kejadian satu minggu yang lalu.
MALAM READERS TERCINTA. TERIMAKASIH SUDAH MAU MENYEMPATKAN BACA YA. IKUTI TERUS DAN DUKUNG TERUS NOVELKU YA, BIAR BISA MASUK PENILAIAN TERBAIK EDITOR. PELUK JAUH BUAT KALIAN🥰