
Sakit rasanya saat melihat video yang sedang di putar. Dada Mika sungguh terasa sangat sesak untuk saat ini. Biarpun sekuat tenaga Mika mencoba untuk tidak menangis, Namun nyatanya dia tidak sekuat itu. Air matanya berhasil lolos begitu saja. Mika hanya membiarkan air mata itu jatuh dan membasahi kedua pipinya.
"Apa ini? Kenapa bisa sampai ada video seperti ini. Biarpun memang wajahnya tidak terlalu jelas, Tapi gambar ini memang jelas-jelas wajah mas Aryan. Apa memang hubungan mereka sudah sejauh itu? Dan apa mungkin ini juga salah satu alasan terbesar kenapa selama ini mas Aryan selalu bersikap acuh layaknya orang asing terhadapku"
Mika mengusap dada kirinya yang benar-benar terasa berdenyut nyeri dan menyakitkan. Jujur sala Mika terluka melihatnya.
Setelah cukup lama menumpahkan air matanya di dalam mobil, Akhirnya Mika mengusap air matanya lalu keluar dari dalam mobil. Menyusul Aryan yang sudah masuk lebih dulu ke dalam kamar nya. Beruntung karna kedua orang tua Aryan ternyata belum kembali dari luar kota.
Saat Mika masih duduk di ruangan tengah. Dia melihat Aryan kembali keluar dengan pakaian yang sudah terlihat cukup rapi. Mungkin dia akan langsung ke kantor dan mengurus masalah yang disebabkan oleh Bianca. Karna memang selain Video yang sedang viral, Ada masalah lain yang di buat oleh Bianca.
Aryan menghentikan langkah nya saat melihat keberadaan Mika di ruang tengah" Saya pergi dulu. Ada urusan yang harus saya selesaikan. Tetap dirumah hingga saya kembali" gumam Aryan sambil menatap pada Mika. Namun, Sama sekali Mika tak menggubris perkataan itu. Karna pikirannya masih di penuhi oleh video yang dia dapat kan dari Dania tadi.
Tanpa menunggu jawaban dari Mika, Aryan kembali melangkah kan kakinya keluar dari dalam rumah itu. Membawa rasa amarah karna perbuatan Bianca.
"Wanita sialan. Bedebah! Bagaimana bisa ada video seperti itu. Jangankan sampai melakukan hal menjijikan itu dengannya, Pergi ke hotel saja rasanya aku tidak pernah" umpat Aryan sembari menghidupkan mesin mobilnya.
Kemudian Aryan melajukan cepat mobil itu. Membelah jalanan siang yang terlihat cukup sepi, Sehingga membuat Aryan cukup leluasa mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Saat sudah sampai di kantor, Aryan langsung menemui Erdin yang sejak tadi memang menunggu kedatangan nya.
Di sepanjang perjalanan menuju tempat Erdin, Semua karyawan menatapnya dengan tatapan yang Aryan sendiri tidak bisa mengartikannya. Tapi dia yakin jika beberapa dari mereka sudah melihat video yang sedang menjadi trending topik.
"Ada apa dengan kalian? Kenapa liatin saya seperti itu? Sudah bosan kerja di sini? Mau saya pecat?" sentak Aryan pada karyawan yang memperhatikan nya.
__ADS_1
Mendengar itu tentu saja membuat mereka seketika langsung menunduk. Tentu saja mereka tidak mau jika sampai harus kehilangan pekerjaan hanya karna ikut campur akan masalah atasannya yang sedang viral..
Saat sudah sampai di tempat Erdin, Aryan membanting pintu cukup keras. Tidak habis pikir semuanya jadi seperti ini. Apa yang dia lakukan mengancam nama baik semuanya.
"Kak, Bagaimana ini kak? Apa kak Erdin sudah bisa menghapus video tak bermoral itu?" tanya Aryan sambil menatap pada Erdin. Namun Erdin menggeleng, Karna memang Erdin belum bisa menghapus video itu dari beberapa media. Membuat Aryan memukul keras meja yang ada di depannya.
"Apa yang harus aku lakukan kak. Bagaimana jika masalah ini membuat saham keluarga ku turun. Dan bagaimana juga jika masalah ini membuat para Klien memutuskan kontrak kerja? "
Hal itu tentu saja menjadi salah satu ketakutan terbesar Aryan untuk saat ini. Apa yang harus dia lakukan..
"Aryan, Saya tau jika kamu tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu. Jika memang kamu tidak merasa melakukan nya, Jangan panik. Cepat atau lambat, Kita akan mendapatkan jalan keluarnya. Biarpun-" perkataan Erdin terhenti saat Aryan dengan cepat menimpali perkataannya.
"Biarpun apa, Kak? Jangan buat aku semakin takut"
"Biarpun pada akhirnya kamu harus kehilangan istrimu" lanjut Erdin lagi.
"Tidak, Kak. Jangan sampai hal itu terjadi. Aku sangat mencintai Mika, Kak. Dan aku tidak mau kehilangan nya. Aku menyesal sudah melakukan hal bodoh hanya karna obsesi ku saja"
Sungguh Aryan merasa sangat menyesal karna sudah menuruti egonya yang terobsesi untuk membenci sosok gadis yang begitu dia cinta. Sehingga membuatnya memaksakan diri untuk menyiksa batin Mika dengan cara berselingkuh dengan wanita ular dan tidak tau diri seperti Bianca.
"Aku menyesal kak. Aku benar-benar menyesal. Tolong bantu aku untuk segera menghapus video itu kak. Dan pastikan tidak satu satu orang pun yang menyimpannya. Karna aku tidak mau jika sampai Mika atau kedua orang tuaku mengetahui akan hal ini" lirih Aryan lagi.
Erdin tak menjawab. Pria itu hanya terus berusaha melakukan apa yang Aryan minta. Namun kening Erdin mengerut saat tak lagi menemukan video Aryan dan juga Bianca yang sempat menggemparkan media sosial.
__ADS_1
"Aneh tapi nyata" gumam Erdin sambil menatap pada Aryan yang sudah menundukkan wajahnya.
Mendengar perkataan Erdin membuat Aryan mengangkat wajahnya"Aneh tapi nyata? Maksudnya apa, Kak?" Aryan yang merasa begitu penasaran akhirnya mendekat pada Erdin yang masih sibuk dengan laptop di depannya.
"Coba kamu lihat. Sudah tidak ada satupun video antara kamu dan juga Bianca yang sempat viral tadi. Bahkan bukan hanya itu, semua komentarnya pun sudah tidak ada lagi. " terang Erdin sembari memperlihatkan laptopnya pada Aryan..
"Serius, Kak. Aryan akan membayar berapa saja pada teman kakak yang sudah berhasil menghapus video dari sosial media"
Namun Erdin menggeleng. Karna dia saja sempat menyuruh orang untuk menghapus video Aryan dan Bianca namun mereka menyerah. Karna sangat sulit untuk meretas akun yang sudah meng-upload video itu.
"Tapi mereka pada nyerah, Yan. Tidak ada satu dari mereka yang sanggup" ujar Erdin
"Lalu, Siapa yang sudah menghapus semua video itu"
Di saat Aryan dan Erdin masih memikirkan siapa yang sudah menghapus video itu. Tiba-tiba saja ponsel Aryan berdering. Ada sebuah panggilan masuk yang ternyata dari nomor sang papa.
Aryan yang sudah tidak menemukan video itu pun menjawab panggilan Alberto tanpa rasa takut, Karna Aryan yakin jika kedua orang tuanya belum mengetahui video itu. .
📲;Halo, Pa. Ada apa telfon Aryan?
📲;Masih tanya ada apa- ada apa. Seharusnya papa yang tanya, Ada apa dengan otakmu? Kenapa bisa sebodoh itu!
📲;Maksud papa apa? Aryan tidak paham
__ADS_1
Aryan pura-pura tidak mengerti dengan perkataan sang papa. Biarpun sebenarnya Aryan sangat takut saat mendengar suara kemarahan sang papa. Namun, Sebisa mungkin Aryan bersikap biasa saja.
📲; Tidak perlu pura-pura tidak mengerti, Kenapa kamu harus memiliki otak sebodoh itu!!