
Berita perihal kematian tuan Atmaja sudah menyebar pada semua penjuru. Para kolega serta sahabat-sahabatnya sudah mulai berdatangan ke kediaman yang di tempati tuan Atmaja bersama dengan Helena. karna memang tidak ada yang tau perihal mansion utama.
"Kenapa kamu harus pergi secepat ini, Mas. padahal aku dan Jovan masih sangat membutuhkanmu" tangis bombai Helena tunjukkan di depan semua orang yang ikut hadir dan menunjukkan rasa empati mereka pada sosok tuan Atmaja.
"Sudah, Ma. kasihan ayah kalau kita nangis seperti ini, Jovan yakin ayah pasti tidak mau kita nangis seperti ini" pekik Jovan sambil memeluk sang mama.
"Akhirnya sebentar lagi kita bisa menjadi orang kaya ma. kalau saja aku masih menunggu mama yang menjalankan rencana, mungkin hari ini masih akan datang lima tahun lagi" bisik Jovan pada Helena. membuat wanita paruh baya itu melirik ke arahnya.
"Jangan bicara soal harta sekarang, Jovan. takut ada yang mendengar omonganmu"
Acara pemakaman pun segera di lakukan dan tidak di tunda lagi.
"Terimakasih buat kalian yang sudah berkenan ikut pada acara pemakaman suami saya" ucap Helena pada mereka yang ikut mengantar jenazah palsu tuan Atmaja.
Setelah cukup lama di tempat pemakaman, Jovan dan Helena pun segera kembali karna sudah tidak sabar ingin mencari semua aset yang kemungkinan ada di mansion tempat tinggal mereka.
"Jovan sudah tidak sabar, Ma. akhirnya hari ini datang juga" gumam Jovan sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Kamu memang sangat cerdas, Jovan. kenapa tidak dari dulu kita lakukan ini. akhirnya kita bisa jadi orang kaya"
"Anaknya siapa dulu, anaknya mama Helena"
Jovan melajukan cepat mobil itu menuju mansion tempat tinggalnya. dia sudah tidak sabar ingin mencari beberapa aset yang kemungkinan ada di sana. bahkan Jovan hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di mansion.
",Kita harus segera cari aset-aset milik ayah, Ma. Jovan sudah tidak sabar untuk menjadi pemimpin di perusahaan itu" ucap Jovan sambil membuka lemari yang ada di ruangan kerja tuan Atmaja.
Mereka berdua yang begitu gila Harta memeriksa semua tumpukan berkas yang ada di sana. namun sialnya ternyata sama sekali tidak ada aset penting yang ada di dalam ruangan itu.
"Kemana dia sembunyikan semua aset berharga. kenapa tidak ada dimanapun" kesal Helena yang tak kunjung bisa menemukan incarannya.
__ADS_1
Hingga tatapannya menoleh pada atas meja yang memperlihatkan sebuah file berwarna Hijau. Helena masih ingat betul beberapa aset penting milik tuan Atmaja berwarna Hijau.
Melihat itu membuat Helena berbinar seakan menemukan intan berlian. "Ini yang kita cari, Jovan" Wanita paruh baya itu menatap file dengan map berwarna hijau.
Jovan merasa sangat bahagia saat melihat map berwarna hijau yang ada di tangan sang mam"Kita kaya, Ma. kita kaya. mulai besok Jovan akan menjadi pemimpin di AF GROUP"
...****************...
Saat sudah sampai di mansion utama, tuan Atmaja meminta Mika dan juga asisten Jo untuk menemuinya di ruangan kerja.
"Tuan, Sebenarnya apa maksud tuan melakukan semua itu? dan kenapa tuan hanya diam saja saat mendengar berita perihal kematian anda?" tanya asisten Jo yang sejak tadi memang merasa sangat penasaran..
Tuan Atmaja tak langsung menjawab. pria tua itu masih mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar"Iya, Oppa. kenapa Oppa diam saja di saat semua media mengatakan jika Oppa tewas dalam kecelakaan tunggal tadi pagi?" tanya Mika.
"Sebenarnya Oppa memang sengaja melakukannya. jadi tadi malam saat Oppa ada di mansion yang di tempati oleh Helena dan juga Jovan, Oppa mendengar jika mereka berdua merencanakan sesuatu. oleh karena itu untuk saat ini Oppa memutuskan untuk mengikuti permainan mereka" terang tuan Atmaja.
"Jadi maksudnya Oppa memang sengaja memalsukan kematian Oppa?"
Asisten Jo yang sejak tadi hanya diam akhirnya ikut angkat bicara"Sebelumnya maaf, Tuan. bagaimana jika tuan Jovan dan juga nyonya Helena datang untuk menguasai perusahaan. bukankah yang mereka tau anda hanya sebatang kara yang tidak punya keluarga. apa yang harus saya lakukan?" tanya asisten Jo pada tuan Atmaja.
Hal itu sudah tuan Atmaja perkirakan. dia bahkan sudah memutuskan untuk membiarkan Jovan menjadi pemimpin sementara waktu. namun untuk pengesahannya Jovan harus menunggu lima tahun. dan pada saat itu tiba, Tuan Atmaja akan meminta Mika untuk go publik. mengenalkan dirinya sebagai pewaris yang sebenarnya.
"Biarkan saja Jovan menjadi pemimpin sementara. tapi kamu pastikan untuk pengesahan direktur dia harus menunggu lima tahun lagi" balas tuan Atmaja..
Asisten Jo mengangguk paham"Selama itu juga kamu harus pastikan jika cucu kesayangan saya ini bisa mengalahkan kedua orang gila harta itu. kamu mau melakukannya untuk Oppa kan sayang? tuan Atmaja menatap Mika dengan penuh harap.
"Tentu, Oppa. Mika akan berusaha melakukan yang terbaik buat Oppa"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Hari, Minggu, Bulan dan tahun berlalu. saat ini Mika sudah menjabat sebagai direktur AF GROUP. hanya saja identitasnya masih dirahasiakan. mereka masih membiarkan Jovan yang menjadi bayang-bayang di balik direktur yang sebenarnya.
Sedangkan Aryan, dia terus berusaha mengambil hati Mika kembali hingga lima tahun berlalu. namun sayangnya karna kesibukan yang harus Mika lakukan, Gadis itu sama sekali tidak memiliki waktu walaupun hanya sekedar membalas perasaan Aryan. karna perlahan perasaan yang dulu begitu besar dalam hati Mika perlahan hilang.
Namun hingga detik ini tidak ada yang tau jika sebenarnya Mika adalah pewaris utama dari AF GROUP dan sudah menjabat sebagai direktur di perusahaan itu. Karna hingga detik ini Mika tidak pernah tampil di publik.
"Cucuku, sekarang umur Oppa sudah tidak muda lagi. dan seperti yang kamu lihat, Oppa juga sudah tidak sehat seperti lima tahun yang lalu. oleh karena itu Oppa mau kamu buat go publik. ini sudah saatnya semua orang tau jika kamu adalah penerus Oppa."
"Lalu bagaimana dengan Jovan dan juga mamanya, Oppa? bukan kah selama ini mereka sangat menginginkan perusahaan itu? bahkan Jovan sangat mendambakan posisi sebagai direktur yang sah"
"Jangan pikirkan mereka. karna yang berhak atas semua harta Oppa adalah kamu. Akhir pekan ini kamu harus hadir dalam anniversary perusahaan yang ke 25 tahun"
...****************...
Seperti yang sudah di katakan, Hari ini adalah hari anniversary AF GROUP yang ke 25 tahun.
banyak tamu undangan yang datang dan ikut memeriahkan acara siang ini. bahkan Helena dan juga Jovan sudah datang lebih awal karna sangat tidak sabar ingin memperkenalkan diri di depan semua orang jika dirinya adalah direktur utama AF GROUP.
"Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga ma. Jovan deg-degan sekali" gumam Jovan di saat acaranya sudah di mulai.
Suasana gedung sangatlah ramai. karna hari ini yang hadir bukan hanya semua karyawan perusahaan, tapi semua perusahaan yang menjalin kerja sama dengan AF GROUP juga ikut datang dan akan menjadi saksi kejadian hari ini.
"Sekarang sudah sampai di acara yang kita tunggu-tunggu. pengesahan direktur AF GROUP yang sudah sekian lama kita nantikan"
Jovan yang mendengar itu sudah mempersiapkan diri. Dia membenahi kemejanya agar terlihat semakin berwibawa.
"Mungkin selama ini kalian sudah penasaran akan sosok direktur atau pewaris tunggal AF GROUP. dan hari ini kalian akan melihat sosok itu dan menjadi sakti atas pengesahan jabatan sebagai direktur utama."
"Tidak usah lama-lama lagi, sekarang saya persilahkan kepada" belum meneruskan perkataannya, Jovan langsung melangkahkan kakinya, Namun seketika langkahnya terhenti saat si pembawa acara kembali melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Nona Mikhayla Atmaja selaku direktur atau lebih tepatnya pewaris utama ATMAJA GROUP untuk naik ke atas panggung"