Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Uneg-uneg Mika


__ADS_3

Mika diam tak langsung menjawab pertanyaan yang baru saja Erdin ucapkan. Gadis itu melirik pada Aryan yang juga sedang menatapnya.


"Eyla, Kenapa kamu diam saja?. Jangan bilang apa yang kakak katakan tadi itu benar?" Erdin kembali mengulangi pertanyaannya karna Mika hanya diam tak menjawab.


Gadis itu mengambil nafas lalu membuangnya kasar, padahal tujuannya datang ke tempat ini untuk menghindari Aryan malah justru Aryan yang datang kesana. Namun kedatangan Aryan ada untungnya juga, Setidaknya hal itu membuatnya kembali bertemu dengan sang kakak yang sudah lama pergi meninggalkan keluarganya.


"Iya, Kak. Aku Mika istrinya dia"


Erdin menatap pada Mika, Kenapa nama panggilannya berubah menjadi Mika? Bukan kah sejak kecil Mika biasa di panggil dengan sebutan Eyla?


Hal itu tentu saja membuat Erdin cukup merasa penasaran dengan apa alasan yang membuat nama panggilan Eyla berubah menjadi Mika.


"Eyla, Kenapa nama panggilan kamu berubah menjadi Mika?"


Mika diam, gadis itu menundukkan wajahnya sedih. Mika langsung teringat akan alasan kenapa dia merubah nama panggilannya menjadi Mika, Karna nama Eyla selalu membuatnya sakit karna kematian kedua orang tuanya sempat memanggil nama Eyla sebelum menghembuskan nafas terakhir.


"Jangan panggil aku dengan Eyla lagi kak. Nama itu membuatku teringat akan mama yang sempat menyebut nama Eyla sebelum kepergiannya" terangnya pada Erdin.


Setelah itu Erdin menoleh pada Aryan yang menunjukkan raut wajah tak menentu. Erdin paham betul apa yang ada dalam pikiran Aryan saat ini. Rasa takut tentu sedang mengusik pikirannya.


Setelah cukup lama terdiam, Aryan akhirnya menoleh pada Mika. Dia baru sadar bagaimana bisa Mika mengingat Erdin, padahal dia sedang lupa ingatan.


"Sebentar, kenapa kamu bisa mengingat kak Erdin yang jelas-jelas ada dalam masa lalu mu, Mika. Bukan kah kamu sedang lupa ingatan?" tanya Aryan sambil terus menatap pada Mika

__ADS_1


Bahkan bukan hanya Aryan, Mika pun baru menyadari apa yang sudah dia lakukan. Karna pertemuan tak sengaja antara dirinya dengan sang kakak membuat Mika lupa akan misi pura-pura lupa ingatan yang sedang dia perankan.


Erdin yang mendengar pertanyaan Aryan membuatnya sedikit mengerutkan keningnya. Karna memang Erdin tidak pernah tau jika Mika istri dari Aryan pernah mengalami kecelakaan.


"Apa!! Mika lupa ingatan?" tanya Erdin pada Aryan


Aryan mengangguk"Iya, Kak. Beberapa waktu yang lalu dia kecelakaan dan kepalanya terbentur. Membuat Mika lupa akan memori masa lalunya. Tapi kenapa dia bisa mengingat kak Erdin yang sudah jelas-jelas ada dalam kisah masa lalu Mika. Jangan bilang kalau kecurigaanku benar, kamu hanya pura-pura lupa ingatan?" Aryan menatap pada Mika yang sudah menoleh ke lain arah.


Jadi selama ini Aryan menaruh rasa curiga jika Mika hanyalah pura-pura lupa ingatan?


Aryan mendekat lalu menatap Mika yang terlihat sudah terdiam tanpa menjawab pertanyaan yang Aryan lontarkan tadi. apa memang ini saat nya Mika mengatakan jika memang selama ini dia hanya pura-pura. .


"Kenapa diam saja,. Mika. apa selama ini kamu memang hanya pura-pura lupa ingatan?" Aryan kembali mengulang pertanyaan nya karna Mika masih diam tak mengucapkan sepatah katapun apalagi menjawab pertanyaan nya.


"Memang, rasa curiga kamu memang benar. Aku hanyalah pura-pura lupa ingatan"


"Apa!!! untuk apa kamu melakukan itu, Mika?!"


Aryan menatap Mika seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. tentunya Aryan merasa penasaran untuk apa Mika melakukan semua itu. bahkan akting nya sangat totalitas. benar-benar seperti orang yang sedang lupa ingatan.


"Ck, kamu masih tanya untuk apa? tanpa aku menjawab pun seperti nya kamu sudah tau apa jawabannya" kata Mika tanpa menoleh pada Aryan.


Aryan masih menatap Mika, tidak habis pikir jika Mika akan melakukan hal itu. "Karna sekarang kamu sudah tau kalau aku hanya pura-pura lupa ingatan, mulai hari ini aku mau kita menjalani hidup kita masing-masing" gumam Mika tanpa menoleh pada Aryan dan langsung melangkahkan kakinya naik ke lantai atas. Namun langkahnya terhenti saat suara Aryan kembali menerpa indra pendengaran nya.

__ADS_1


"Apa maksud kamu, Mika? apa maksud perkataan kamu jalani hidup masing-masing?" kata Aryan sambil berjalan mendekat pada Mika.


Mendengar itu membuat Mika membalikkan tubuhnya"Sepertinya kamu bukan pria bodoh yang tidak mengerti apa maksud dari perkataan ku,Mas!. Atau kamu mau aku perjelas, Maksud dari perkataan ku itu adalah, Aku mau kita cerai. Aku capek, aku lelah dengan hubungan toxic ini" ucap Mika dengan nafas yang naik turun.


Entah setan apa yang sedang bersamanya. Tapi baru kali ini Mika berhasil memperbesar egonya dari pada rasa cintanya terhadap Aryan.


"Tidak, Mika. Saya tidak mau! Saya cinta sama kamu Mika, Jangan pernah mengucapkan kata perceraian. Karna mau sampai kapan pun saya tidak akan pernah melakukannya" balas Aryan sambil menatap pada Mika dengan tatap sendunya


Mendengar perkataan Aryan, Mika tersenyum getir"Hah, Cinta? jangan pernah berkata cinta jika kamu tidak tau apa arti cinta yang sebenarnya. Apa kamu tau, Mas. Aku lelah, aku capek. Selama hampir tiga tahun apa pernah kamu menganggap keberadaan ku? Apa pernah kamu menghargai ku sebagai seorang istri? Dan apa pernah kamu memikirkan bagaimana perasaanku? Tidak, Mas! Jangan kan melakukan itu semua, memakan masakan ku saja kamu tidak sudih" Mika benar-benar menumpahkan semua uneg-uneg yang ada dalam hatinya. Semua kalimat yang selama ini tidak pernah bisa dia ucapkan.


Nafasnya semakin tidak teratur dengan dada yang naik turun menahan amarah. dengan kedua mata yang terasa sangat panas. Namun sebisa mungkin Mika berusaha untuk tidak menangis di depan Aryan.


"Dan satu lagi, apa kamu masih ingat jika kita hanyalah orang asing yang terpaksa harus hidup satu atap. Apa kamu mengingatnya, Mas? Mungkin aku terlalu bodoh karna selalu mengutamakan rasa cintaku dari pada rasa sakit karna perbuatanmu. Dan sekarang aku menyerah, Mas. Aku mundur dari hidupmu"


Aryan terdiam saat mendengar semua kalimat yang terlontar dari mulut Mika. Pria itu tiba-tiba saja merasa lidahnya sangat kelu bahkan tidak dapat menjawab sepatah katapun. Apa memang sesakit itu hati Mika karna perbuatannya?


Setelah mengucapkan semua kalimat itu, Mika pun langsung kembali melangkah kan kakinya masuk ke dalam kamarnya. Tak butuh waktu lama Mika sudah keluar dengan membawa tas yang berisi beberapa pakaiannya.


Hal itu membuat Aryan kembali mendekati Mika"Tolong jangan seperti ini, Mika. Tolong kamu jangan seperti ini. Ada apa denganmu? Saya seperti tidak mengenal mu" Aryan menarik tangan Mika dan berusaha menghentikan langkah gadis itu agar tidak pergi dari sana.


"Biarkan aku pergi!" ujar Mika sambil berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh


Sejak tadi Erdin hanya terdiam tanpa mau ikut campur, sebagai seorang kakak tentu saja Erdin paham bagaimana perasaan Mika saat ini. Erdin menatap pada Aryan yang terlihat sendu. Sebenarnya Erdin tau betul jika Aryan sebenarnya begitu mencintai istrinya yang tak lain adalah Mika.

__ADS_1


"Biarkan dia pergi. Kasih Mika waktu untuk menenangkan diri. Karna mau mengejar pun percuma, dia anaknya keras kepala." gumam Erdin sambil menepuk pundak Aryan


__ADS_2