
Mobil Aryan sudah melaju sangat cepat menuju kota jakarta. Jujur saja, Aryan merasa begitu pusing dengan masalah yang dia hadapi saat ini. Bagaimana bisa Bianca memiliki video seperti itu. Walaupun belum sepenuhnya terbukti jika Bianca yang sudah menyebarkan Video itu. Namun, Untuk saat ini hanga Bianca yang menjadi tersangka utama oleh Aryan.
Beruntung saja karna saat ini kedua orang tuanya sedang ada di luar kota, Sehingga kemungkinan besar mereka tidak mengetahui video yang sedang hangat dan menjadi trending topik. Sebab jika sampai Alberto mengetahui semuanya, Maka tamatlah riwayat Aryan.
"Astaga. Bagaimana ini! Kenapa harus ada video memalukan seperti itu dan menjadi trending topik. Perasaan aku tidak pernah merasa berdua di dalam hotel bersama dengan Bianca apalagi sampai melakukan hal terlarang itu." Lagi-lagi Aryan hanya membatin. Bahkan tanpa sadar, Aryan semakin kuat menginjak pedal gas mobilnya. Beruntung karna jalanan yang mereka lewati tidak terlalu ramai.
Hal itu tentu saja membuat begitu pertanyaan terbesit dalam benak Mika. Mika ingin tau kenapa Aryan jadi seperti itu setelah menerima telfon tadi.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi. Kenapa mas Aryan harus sampai ngebut seperti ini" Batin Mika sembari melirik pada Aryan yang terlihat tidak begitu fokus mengemudi. Entah apa yang sedang mengganggu pikirannya.
"Aryan, Jika memang kamu sudah bosan hidup, Tolong jangan bawa-bawa aku. Karna aku masih ingin hidup dan mengejar cita-citaku" ucap Mika pada akhirnya.
Mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Mika membuat Aryan menghentikan mobilnya. Pria itu sadar jika apa yang dia lakukan memang benar-benar membahayakan keselamatan mereka berdua.
Sejenak Aryan melirik pada Mika"Maafkan saya" gumam Aryan
"Memangnya ada masalah apa? Kenapa kamu sampai harus seperti itu?"
Aryan diam, Sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan dari Mika. Jujur saja Aryan bingung harus menjawab apa atas pertanyaan itu.
"Kenapa diam saja? Bukan kah kamu bilang kalau aku adalah istrimu. Seharusnya pasangan suami istri itu tidak boleh ada yang di rahasiakan, Bukan."
__ADS_1
Aryan semakin bingung. Entah apa yang harus dia jawab untuk kali ini. Karna memang sebagai pasangan suami istri, Tidak boleh ada rahasia di antara keduanya. Namun untuk hal yang satu ini Aryan menjadi bingung. Jika sampai Mika mengetahui apa yang terjadi saat ini justru semakin mengancam hubungan mereka.
"Astaga. Bagaimana ini? Apa yang harus aku jawab atas pertanyaan Mika" batin Aryan
"Oh, Ini hanya soal perusahaan. Kamu tau, Ada seseorang yang sedang ingin menjatuhkan nama baik perusahaan ku. Dan kemungkinan besar pelakunya adalah mantan sekertaris ku. Karna asisten pribadiku tadi mengabarkan jika wanita itu adalah mata-mata di Pratama Group" terang Aryan pada akhirnya.
Pria itu baru ingat jika memang apa yang sedang terjadi saat ini sangatlah mengancam nama baik perusahaan Pratama Group sekaligus nama baik keluarga Alberto.
Kata asisten membuat Mika teringat akan wanita yang memang selalu membuat masalah di belakang Aryan. Beruntung karna beberapa kali Mika mengetahui niat buruk Bianca. Sehingga Mika bisa menggagalkan rencana busuk Bianca tanpa sepengetahuan siapapun.
"Jadi mas Aryan sudah tau siapa Bianca. Baguslah kalau begitu. Setidaknya dia tidak terlalu dalam terjebak dalam permainan gila Bianca. Tapi masalah apa yang dilakukan Bianca saat ini? Aku tidak boleh tinggal diam, Aku harus mencari tau dan membantu mas Aryan menyelesaikan masalahnya. Karna jika sampai hal ini menyangkut nama baik keluarga Alberto, Itu artinya dia akan merusak reputasi papa dan juga mama" batin Mika.
"Aku harus mencari tau masalah apa yang sudah di perbuat wanita itu kali ini. Karna jika sampai reputasi mama dan papa hancur, Aku akan menjadi orang yang paling merasa bersalah. Mau bagaimanapun mereka sudah begitu baik dan selalu memperlakukan aku layaknya anak sendiri. Tidak etis jika aku hanya diam saja jika ada seseorang yang berusaha menjatuhkan nama baik kedua orang tuaku" batin Mika lagi.
Saat melihat raut wajah Aryan yang tak menentu, Mika tak lagi banyak bertanya. Gadis itu sudah memutuskan untuk mencari tau semuanya sendiri.
"Kalau kamu tidak bisa fokus mengemudi, Lebih baik aku yang menyetir, Karna jujur saja aku masih ingin hidup lebih lama lagi di dunia ini. Masih ada begitu banyak mimpi yang ingin aku wujudkan" ucap Mika pada Aryan.
Aryan sedikit mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa Mika berkata akan menyetir, Sedangkan yang Aryan tau Mika tidak bisa mengemudi sepeda motor apalagi mobil.
"Kenapa? Memangnya ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Mika yang menyadari raut wajah Aryan.
__ADS_1
"Memangnya kamu bisa mengemudi?" tanya Aryan.
"Tentu saja bisa. Sudah jangan banyak bertanya. Lebih baik sekarang kamu pindah kesini. Biar aku yang mengemudi. Karna kalau aku tetap membiarkan kamu yang mengemudi, Itu sama saja aku mengikhlaskan nyawaku begitu saja"
Mika keluar dari dalam mobil. Begitu juga dengan Aryan. Walaupun Aryan tidak begitu yakin jika Mika benar-benar bisa mengemudi.
"Yakin kamu bisa?" Aryan kembali memastikan lagi pada Mika.
Mika menatap pada Aryan"Sepertinya kamu tipe suami yang tidak terlalu perduli pada istri. Buktinya kamu tidak tau jika aku bisa mengemudi. Ckk! Menyedihkan sekali" gadis itu masih memainkan perannya dengan sangat baik. Sengaja berkata seperti itu untuk memberikan sindiran halus akan suaminya.
Aryan terdiam. Dia kembali bungkam dengan perkataan Mika. Mungkin memang benar, Aryan suami yang tidak terlalu perduli akan istri. Buktinya dia tidak pernah tau jika selama ini kedua orang tuanya sudah membayar orang untuk membantu Mika belajar mobil. Bahkan orang itu juga yang selama ini membantu Mika dalam menghadapi masalah yang Bianca ciptakan.
Biarpun Alberto sudah membelikan mobil untuknya, Namun Mika masih enggan untuk membawa mobil itu ke tempat tinggalnya. Dia hanya menggunakan mobil itu saat keluar dengan Liana. Selebihnya mobil itu tetap tersimpan aman di garasi tanpa sepengetahuan Aryan.
8 Jam sudah berlalu. Kini Aryan dan Mika sudah sampai di kediaman Alberto. Mika mengalihkan perhatiannya dari Aryan saat mendengar suara ponsel berdering. Ada sebuah pesan masuk dari seseorang yang membuat Mika membuka lebar kedua matanya.
Dtttttt.....Dttttt...
"Aku sudah tau apa yang membuat suamimu seperti itu, Mika. Nanti setelah kamu sampai di jakarta, kita harus bertemu dan membicarakan hal ini. Kamu harus liat video yang aku kirim"
Mika membuka pesan video yang dikirim oleh orang itu. Sejenak kedua mata Mika terasa begitu panas. Dadanya sesak saat menyaksikan Video Aryan bersama dengan Bianca di dalam kamar hotel.
__ADS_1