
Mika terdiam saat melihat wajah seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya begitu mirip dengan Aryan. Membuat Mika tidak bisa berkata apa-apa selain diam terpaku.
"Mas, Aryan" ujarnya pelan sembari tercengang menatap pada sosok itu.
Marvin yang melihat Mika seperti itu membuat pria itu menepuk pundak Mika dan menyadarkannya. "Dia bukan Aryan, Mika. Tapi dia adalah Adrian. Sosok yang memang memiliki wajah mirip dengan Aryan" ujar Marvin pada Mika yang masih menatap pria itu.
Ya. Pria yang memiliki wajah mirip dengan Aryan itu adalah Adrian. Wajahnya memang terlihat sangat mirip. Tapi mereka berdua memiliki sifat serta karakter yang sangat berbeda. Adrian juga memiliki lesung pipi serta bulu mata lentik. Selebihnya sama.
"Ada apa, Pak? Kenapa panggil saya kesini?" tanya Adrian pada Marvin.
"Adrian. Kenalin ini adalah Mika. Dan mulai minggu depan dia akan menjadi partner kerja kamu di restoran ini" kata Marvin dan langsung membuat Mika sedikit mengerutkan keningnya. Karna memang sebelumnya Marvin belum pernah mengatakan jika dia akan mempekerjakan Mika di sebuah restoran seperti ini.
"Adrian" Pria itu mengulurkan tangannya dengan kedua sudut bibir yang terangkat sempurna. Mika hanya menerima uluran tangan itu dengan bibir yang terasa kaku. Namun dia paksakan untuk tersenyum sejenak di balik kegelisahan hatinya.
"Mika" balas Mika pelan.
Setelah itu Mika menoleh pada Marvin yang sejak tadi memperhatikannya. Menatap Mika dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
__ADS_1
Marvin yang sudah paham dengan raut wajah Mika akhirnya meminta Adrian untuk kembali ke belakang.
"Adrian, Kamu bisa kembali ke belakang"
Setelah kepergian Adrian, Mika kembali menatap Marvin"Kak, Terimakasih sudah membantu aku mencari pekerjaan. Apa ini restoran keluarga kak Marvin?" Mika kembali memperhatikan setiap sudut restoran itu. Terlihat ramai di waktu jam makan siang seperti ini.
"Apa setiap hari restorannya seramai ini kak?"
"Tidak juga. Kadang sepi, Kadang juga ramai seperti saat ini. Ya seperti itulah Mika. Kamu gak papa kan jika kerja dengan partner yang wajahnya mirip Aryan?"
"Tidak masalah, Kak. Karna mau bagaimanapun aku harus memulai hidup baruku dengan memulai semuanya sendiri. Aku harus bisa berdiri di atas kakiku sendiri. Karna aku tidak mau jika harus terus-terusan bergantung sama kak Marvin" balas Mika sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
"Syukurlah kalau memang tidak masalah. Aku tau kamu sangat pandai memasak. Oleh karena itu aku memutuskan untuk menjadikan kamu salah satu chef di restoran ini. dan kamu tenang saja, Karna aku akan meminta Adrian buah ngajarin kamu sampai bisa masak semua menu yang ada di restoran ini"
Mendengar itu membuat Mika sangat terharu. Setidaknya dengan begitu dia bisa mengasah hobinya menjadi sebuah hal yang bisa mengubah hidupnya suatu hari nanti. karna sejak kecil Mika memang sangat suka memasak.
"Bismillah. Semoga ini jalan terbaik buat hidupku. Terimakasih sudah mempertemukan aku dengan orang-orag baik, Ya allah" batin Mika yang merasa sangat bersyukur.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan Aryan, Saat ini dia sedang meminta seseorang untuk mencari keberadaan Mika, Setelah mendengar penuturan Farel dan Genta, Pria itu langsung pergi dari sana membawa rasa bersalah serta penyesalan yang begitu besar.
"Saya mau kamu cari keberadaan orang yang ada di foto ini" Aryan menunjukkan foto Mika yang ada di dalam ponselnya pada orang suruhannya.
"Baik, Tuan muda. Saya akan berusaha mencari dan menemukan nona ini. Kalau boleh tau apa ada petunjuk lain yang bisa membantu saja lebih cepat menemukan dia?"
Aryan diam sejenak. Masih memikirkan hal apa yang bisa menjadi petunjuk untuk membantu menemukan Mika lebih cepat lagi.
"Mungkin kamu bisa melacak Mika dari nomor ponselnya" Aryan mengambil ponselnya lalu memberikan nomor ponsel Mika pada pria yang ada di hadapannya.
"Saya coba lacak dulu ya tuan"
Setelah mendapatkan nomor yang Aryan berikan. Pria itu langsung melacak nomor Mika. Dia menatap pada Aryan"Bagaimana? Apa ada petunjuk?" tanya Aryan
"Nomor ini lacak nya berhenti di bandara. Kemungkinan besar saat ini istri tuan sedang ada di sana"
__ADS_1
Tanpa menjawab, Aryan langsung bangun dari tempat duduknya"Kita kesana sekarang" gumamnya di sela langkah