Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Melakukan tes DNA


__ADS_3

Mika menutup wajahnya saat melihat mobil hitam sedang melaju cukup cepat ke arahnya. dan hampir saja mobil itu hendak menabrak tubuh Mika, namun beruntung karna mobil itu seketika langsung menghentikan mobilnya tepat di sebelah tubuh Mika.


"Hei kamu! Kalau mau bunuh diri jangan disi-" ucap pria paruh baya itu, namun ucapannya terhenti saat dia melihat calon korban yang hampir dia tabrak menurunkan tangannya. pria itu bisa melihat siapa gadis yang hampir saja celaka karena nya. .


"Loh, kamu." dia berjalan mendekati Mika yang wajahnya terlihat syok.


"Om dokter" balas Mika sembari menoleh pada dokter Andre. y, orang yang hampir menabrak Mika adalah dokter Andre.


Dokter Andre yang melihat wajah Mika pucat karna shock langsung membantu Mika dan membawanya ke pinggir jalan. Duduk di salah satu kursi panjang yang ada tak jauh dari tempat itu.


"Kamu tidak apa-apa kan Mika?"


"Saya baik-baik saja om, maafkan saya yang lalai saat hendak menyebrang"


"Tidak..tidak.... Ini juga kesalahan saya, tadi saya terlalu cepat membawa mobil" dokter Andre tadi memang sedang buru-buru. Karna tiba-tiba saja anak buahnya mengabarkan jika anak yang kemungkinan anak kandungnya sedang berada di sebuah taman.


Setelah mendapat kabar seperti itu, tentu saja dokter Andre seketika langsung pergi meninggalkan rumah sakit dan melajukan cepat mobilnya menuju taman yang sudah di sherlock oleh anak buahnya.


Saat melihat taman, dokter Andre semakin menambah kecepatan mobilnya karna sudah tidak sabar ingin melihat anak kandung yang selama ini dia cari. Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang menyebrang tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri. Siapa lagi kalau bukan Mika.


"Tapi kamu beneran baik-baik saja kan?" dokter Andre masih memastikan jika memang Mika benar-benar baik-baik saja.

__ADS_1


Mika mengangguk"Iya, om. Saya baik-baik saja. Kalau memang om dokter sedang buru-buru lebih baik om pergi sekarang"


Mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Mika membuat dokter Andre seketika teringat akan tujuannya datang ke taman yang tak jauh dari sana. pria paruh baya itu ingin mengantar Mika pulang, namun dia kembali sadar jika masalah putrinya lebih penting.


"Astaga saya lupa. Sekali lagi maafkan saya Mika. Oh iya, semoga saja semua urusan mu dengan suamimu selalu lancar ya. Sampai ketemu di lain waktu ya"


"Iya, om. Semoga urusan ok juga selalu lancar ya."


Dokter Andre mengangguk dan segera berlalu dari hadapan Mika. Dia kembali masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobil itu menuju taman yang sudah dekat dengan tempat itu.


Mika masih menatap mobil dokter Andre yang sudah melaju meninggalkan tempat itu. Entah kenapa setiap kali Mika melihat dokter Andre, dia merasa hatinya sangat tenang. Mika sendiri tidak mengerti bagaimana bisa seperti itu, tapi yang pasti dia merasakan ketenangan semenjak saling bertukar cerita dengan dokter Andre saat dirumah sakit hari itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mobil dokter Andre sudah sampai di taman tempat dimana orang suruhannya sudah menunggu sejak tadi. Pria itu langsung melangkah cepat menuju tempat anak buahnya yang sedang duduk sembari memainkan ponselnya.


"dimana anak saya?" ujar dokter Andre setelah sampai disana.


"Anda terlambat, tuan. Baru saja nona itu pergi dari sini" terangnya.


Hal itu membuat dokter Andre menundukkan wajahnya sendu. Rasa bahagia yang sempat menyelimuti hatinya seketika gugur saat mendengar jika gadis yang kemungkinan adalah anaknya sudah tidak ada di taman itu lagi.

__ADS_1


"Saya telat!" lirihnya yang masih dengan wajah menunduk.


"tuan tenang saja. Biarpun hari ini tuan belum bertemu dengannya, tapi saya sudah berhasil mendapatkan rambutnya untuk dilakukan tes DNA." dia mengeluarkan rambut Mika yang sempat dia ambil saat mereka bertabrakan tadi saat Mika mengejar Marvin.


Hal itu kembali membuat dokter Andre mengangkat kedua sudut bibirnya. Setidaknya dengan rambut itu ada sedikit kejelasan tentang anak itu.


"apa kamu tau siapa nama anak itu?"


Heru tak langsung menjawab, dia masih berusaha mengingat nama yang sempat dia dengar tadi dari laki-laki yang tadi Mika temui di taman itu.


"Kalau tidak salah namanya itu Mi...Mi...aduh Mi siapa ya, kok saya lupa" Heru menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.


Mendengar kata Mi entah kenap membuat dokter Andre mengucapkan nama Mika. Nama itu tiba-tiba saja terbesit dalam benaknya.


"Mika?" gumam dokter Andre


"Nah, iya. Mika namanya tuan"


Dokter Andre terdiam beberapa saat, dia kembali teringat saat merawat Mika dirumah sakit. "apa mungkin dia putriku" batin dokter Andre


Tanpa berkata lagi dokter itu pun pergi dari sana dengan membawa sempel rambut yang sudah diberikan oleh Heru. Dokter Andre kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Hal yang ingin dia lakukan saat ini adalah tes DNA.

__ADS_1


__ADS_2