Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Orang yang berbeda


__ADS_3

Mika menatap setiap sudut bandara. Ternyata takdir sudah benar-benar membuatnya berada di tempat ini. Jauh dari Aryan dengan membawa rasa cinta serta bekas luka atas apa yang sudah Aryan perbuat selama ini.


Mika mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. memejamkan kedua matanya sejenak lalu menoleh pads Marvin yang hanya terdiam sembari memperhatikan Mika. Sebab dia sendiri paham bagaimana perasaan Mika saat ini.


"Sebelum pulang bagaimana kalau kita makan dulu? kamu sudah pasti lapar bukan?" ujar Marvin sambil menatap pada Mika.


Mika hanya mengangguk pelan. memang perutnya terasa sangat lapar, Namun entah kenapa rasa lapar itu seketika hilang saat bayangan Aryan kembali melintas dan mengganggu pikirannya.


"Fokus, Mika. Jangan ingat-ingat dia. Ini sudah pilihan yang kamu mau, Mulai hari ini kamu harus bisa memulai hidupmu yang baru. fokus sama masa depan dan jangan menoleh ke belakang. Karna di sana ada banyak luka yang harus kamu lupakan" batin Mika yang berusaha untuk tidak mengingat Aryan.


"Kamu mau makan apa?"


"Eemm aku apa aja kak. Aku ikut apa kata kak Marvin saja" balas Mika sembari mengangkat kedua sudut bibirnya yang terasa sedikit kaku.


Marvin tak lagi menjawab, Pria itu hanya melangkah kan kakinya menuju mobil yang sudah menjemputnya dengan Mika yang mengekor di belakangnya.


Saat mereka berdua sudah naik ke atas mobil, Mereka berdua hanya melalui perjalanan dengan keheningan. tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Mika fokus menatap ke arah luar jendela dengan pikiran yang masih tentang Aryan. Begitu juga dengan Marvin yang sama-sama sibuk akan pikirannya sendiri.

__ADS_1


"Apa memang sebesar itu perasaan Mika terhadap Aryan? sungguh beruntung dia bisa mendapatkan cinta Mika yang begitu besar dan tulus. Tapi bodohnya Aryan malah menyianyiakan perempuan sepertinya. Seandainya saja aku yang ada di posisi Aryan, Pasti aku akan membuat Mika menjadi perempuan paling bahagia" batin Marvin


Marvin memang memiliki perasaan yang begitu besar terhadap Mika sejak mereka masih jaman SMA. Hanya saja Marvin tidak pernah punya keberanian untuk mengutarakan saat mengetahui fakta bahwa Mika menyukai seorang Aryan, Sosok yang selalu menjadi saingannya.


"Maaf, Tuan Muda. Apa tuan muda mau makan di restoran?" tanya sang supir pada Marvin


Suara itu membuat Marvin tersadar"Iya, Pak. kita ke restoran" balas Marvin.


Mobil itu melaju menuju restoran kelurga Marvin. Keluarga Dirgantara memang memiliki usaha di beberapa bidang, Dan salah satunya adalah restoran dan juga properti.


Saat sudah sampai di depan restoran itu, Marvin menepuk pundak Mika dan mengajaknya untuk turun. Karna sejak tadi Mika hanya diam dengan tatapan tak menentu.


"Kamu kenapa, Mika? kamu baik-baik saja kan?" Marvin yang sejak tadi terdiam akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Mika. biarpun sebenarnya dia sudah tau pasti Mika seperti itu karna apa.


Mika mengangkat kedua sudut bibirnya"Aku baik kok, Kak. aku gak papa"


"Yasudah. Jangan menyimpan semuanya sendiri ya, Mika. karna kamu sudah aku anggap sebagai adikku sendiri"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu Marvin membawa Mika masuk ke dalam restoran. Dan tepat saat Marvin meminta salah satu pekerja di sana menemuinya, Membuat Mika kembali terdiam.


Deg!!


"Mas Aryan" ujar Mika tanpa sadar saat melihat wajah pria itu.


Erdin menatap pada Mika. Dia memang sengaja meminta Adrian untuk menemuinya dengan tujuan agar Mika tidak salah paham saat suatu hari bertemu dengannya di restoran ini.


"Dia bukan Aryan, Mika. namanya Adrian, Wajahnya memang sangat mirip dengan Aryan, Hanya saja mereka memiliki sifat dan karakter yang berbeda"


Ya, Pria yang berdiri tepat di depan Mika saat ini bernama Adrian, Wajahnya memang terlihat sangat mirip. Bedanya hanya dia memiliki lesung pipi dengan bulu mata lentik serta potongan rambut yang berbeda. selebihnya sama. membuat Mika menatapnya tanpa berkedip.


DI TEMPAT YANG BERBEDA


Seorang pria paruh baya tengah menatap pada sebuah foto seorang wanita cantik dengan rambut panjang lurus serta bulu mata lentiknya. Pria itu mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. Mengingat kebodohan terbesar yang sudah pernah dia lakukan dimasa lalu. Bahkan karna kebodohannya, Dia kehilangan kesempatan untuk bisa merasakan kebahagiaan layaknya orang lain.


"Dinah, Maafkan aku. Maafkan atas apa yang sudah pernah aku lakukan dimasa lalu. Maafkan aku yang sudah begitu egois dan lebih mengutamakan keinginan ku dari pada kamu serta bayi dalam kandunganmu" kata dokter Andre dengan penuh penyesalan. Sungguh dokter itu merasa sangat menyesal sudah pernah meninggalkan Madinah 19 tahun yang lalu.

__ADS_1


Dia memang sudah mendapatkan apa yang di inginkan. Yaitu menjadi seorang dokter hebat. Namun karna hal itu, Dokter Andre sudah kehilangan kesempatan untuk menjadi seorang ayah. Karna hingga detik ini dia tidak di berikan kesempatan untuk mendapatkan sosok malaikat kecil dari mantan istri pilihan kedua orang tuanya.


__ADS_2