
"Mommy? dia siapa?" tanya Erdin dan Aryan secara bersamaan saat mendengar suara bocah kecil memanggil Mika dengan sebutan Mommy.
Suara Kenzo membuat Mika terdiam, Dia masih berusaha mencari alasan agar tidak ada orang yang curiga siapa Kenzo sebenarnya"Ken, Mommy sedang ada urusan penting, sayang. sekarang Ken main di dalam dulu sama sus ya" gumam Mika sembari berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh kecil Kenzo.
"Iya, Mommy." balas Kenzo yang memang begitu nurut apapun yang Mika katakan. Kenzo mencium pipi kanan Mika dengan penuh kasih sayang. begitu juga sebaliknya.
"Daddy, Peluk Kenzo dulu. Sini cium" ucap Kenzo yang tiba-tiba bergelayut pada Aryan. Aryan yang reflek pun melakukan apa yang Kenzo minta. Memeluk serta mencium kedua pipinya, Bahkan Kenzo juga mencium pipi Aryan tanpa di minta.
Melihat itu membuat Mika panik. Mika segera meminta susternya Kenzo untuk membawa Kenzo masu secepatnya.
"Sus, Tolong bawa Kenzo masuk dulu ya, dan pastikan dia tidak lagi kembali kesini sebelum acara ini selesai" ujar Mika pada baby sister nya Kenzo. "Baik Non" balasnya pelan serta langsung membawa Kenzo pergi dari sana.
Setelah kepergian Kenzo, Mika bangun dari duduknya. dia menoleh pada Aryan yang masih menatap punggung Kenzo. seakan terhipnotis dengan bocah kecil itu. "Kenapa saat melihat anak itu seperti ada ketenangan, Apalagi saat memeluk dan menciumnya. aku seperti merasakan bahagianya menjadi seorang ayah" batin Aryan sambil terus menatap punggung Kenzo.
"Mika, siapa anak itu? kenapa dia memanggilmu dengan sebutan Mommy? gak mungkin kalo dia itu anak kamu kan?" lalu kenapa juga memanggil Aryan dengan sebutan Daddy? ulang Erdin sambil menatap pada Mika.
Mika tertawa sejenak"Ya bukanlah, Kak. dia itu memang anak Mika tapi anak angkat. Mika mengangkatnya menjadi anak empat tahun yang lalu" terang Mika disela gelak tawanya. beruntung karna alasan itu tiba-tiba saja muncul dalam benaknya.
"Benarkah? tapi kenapa wajahnya sedikit mirip denganku?" timpal Aryan yang sejak tadi hanya diam. Aryan sungguh sangat ingat bagaimana wajah masa kecilnya. sedikit banyak memang sangat mirip dengan Kenzo.
"Tidak usah mengada-ngada. Kamu lupa kalau kita tidak pernah melakukannya, Jadi bagaimana bisa dia itu anak kamu. lucu sekali" balas Mika dengan raut wajah yang tak menentu.
Erdin yang mendengar perkataan Mika tentu saja menatap keduanya seakan tak percaya. bagaimana bisa menikah selama hampir tiga tahun tapi mereka tidak pernah melakukannya"What! kalian tidak pernah melakukannya selama hampir tiga tahun? bagaimana bisa?" tanya Erdin sambil menoleh ke arah Mika serta Aryan secara bergantian.
__ADS_1
"Sepertinya kak Erdin cukup tau kalau selama menikahi ku dia tidak pernah memperlakukanku layaknya seorang istri. Jadi ya bagaimana lagi, dia hanya menganggap ku tak lebih dari orang asing" Mika melirik pada Aryan sembari mengatakan apa yang dulu sering Aryan ucapkan padanya.
Erdin tak lagi menjawab, dia masih ingat betul bagaimana Aryan di masa lalu pada Mika. jadi apa yang Mika katakan memang ada benarnya"Benar juga. tapi apa yang Aryan katakan sepertinya benar, Anak angkat mu itu seperti ada kemiripan dengan Aryan. itu hanya kebetulan atau gimana ya. Bola matanya sama-sama berwarna Hazel, bahkan bibir sama hidungnya itu mirip" ujar Erdin lagi.
Memang tidak bisa di pungkiri jika wajah Kenzo mirip dengan wajah Aryan, Oleh karena itu kenapa Mika selalu mewanti-wanti agar Kenzo tetep di dalam ruangan. ini yang Mika takutkan.
"Siapa bilang kita tidak pernah melakukannya, Kita pernah melakukannya saat di jogja. mungkin kamu memang tidak tau, karna aku melakukannya saat kamu tertidur" pekik Aryan yang seketika membuat Erdin melongo seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia denger.
"Sumpah demi apa, kamu nyolong?" tanya Erdin sembari mengulum bibirnya. Sungguh Erdin tidak pernah menyangka seorang Aryan Alberto akan melakukan hal itu. Nyolong pada wanita yang tak lain adalah istrinya sendiri. .
"Karna hanya dengan cara itu aku bisa melakukannya" balas Aryan sambil menoleh pada Mika yang masih diam.
Ternyata dugaannya hari itu benar, Mika bukan hanya bermimpi melakukannya dengan Aryan, namun itu kenyataannya. Pantas saja hari itu Mika merasa sedikit nyeri pada inti tubuhnya. Ternyata Aryan sudah mengambil mahkotanya secara diam-diam.
"Ya ya ya" Erdin menoleh pada Mika karna masih sangat penasaran dengan Kenzo. "Jadi dia itu anak angkat atau anak kandungmu?" tanya Erdin lagi. Karna rasa penasarannya masih begitu besar.
Mika diam. Wanita itu cukup bingung untuk kali ini. Namun tiba-tiba saja ada suara yang membuat mereka semua menoleh ke arah sumber suara"Kenzo adalah anak Mika denganku" ujar sosok yang baru saja datang dan menghampiri mereka.
"Adrian, Jangan bercanda! Bagaimana bisa Kenzo adalah anak kamu dan Mika" balas Aryan dengan tatapan tidak suka pada sosok sepupunya.
Adrian mengangkat kedua sudut bibirnya sambil menghampiri Mika"Ya bisalah. Karna sebenarnya aku dan Mika sudah menikah diam-diam sejak lima tahun yang lalu. Bukan begitu, Sayang?" Adrian mengedipkan sebelah matanya pada Mika. Wanita itu yang mendengar perkataan Adrian mengerutkan keningnya seakan bertanya. tapi mungkin untuk saat ini sebaiknya Mika mengiyakan perkataan Adrian barusan.
"I...iya. Sebenarnya aku dan Adrian sudah menikah secara diam-diam empat bulan setelah aku pergi dari hidup kamu, Mas. Dan jika kamu berpikir kalau Kenzo itu adalah anakmu, Kamu salah. Karna dia adalah anak kandung dari saudara sepupumu. Karna wajah kamu hampir sebelas dua belas sama dengan mas Adrian, Makanya wajah Kenzo juga sama. Ikut gen dari daddy nya"
__ADS_1
Mika menatap pada Aryan yang wajahnya nampak kecewa. Awalnya saat mendengar Kenzo memanggil Mika dengan sebutan Mommy, Serta wajahnya yang begitu mirip dengan wajah masa kecilnya membuat Aryan sempat beranggapan jika kemungkinan besar Kenzo adalah anaknya hasil dari benih yang dia tanam malam itu saat di jogja.
"Maafkan aku, Mas. Aku terpaksa mengatakan hal ini. Aku takut jika kamu mengetahui kebenaran jika Kenzo adalah anak kandungmu, Aku takut kamu malah mengambil nya dari pelukanku" batin Mika sambil terus menatap Aryan.
"Tapi kenapa selama ini aku tidak pernah tau saat kamu hamil?" tanya Aryan lagi. Karna memang selama hampir lima tahun Aryan selalu berusaha mendapatkan hati Mika kembali.
"Ya karna selama sembilan bulan aku stay di mansion. Oleh karena itu yang tau tentang kehamilanku hanyalah mas Adrian, Oppa dan juga asisten Jo. Sudahlah jangan terlalu banyak bertanya soal ini. Dan ingat ya, Mas. Kenzo itu anak mas Adrian, Bukan anak kamu"
"Kak Erdin aku masuk dulu ya, Kasian Kenzo sudah nunggu. Nanti aku kabarin kak Erdin lagi. Atau kalau perlu malam ini kak Erdin datanglah ke tempat tinggal ku"
Setelah mengatakan hal itu Mika langsung menarik tangan Adrian dan membawanya pergi dari sana. meninggalkan Erdin dan Aryan yang masih diam dengan wajah sendunya. "Tapi kenapa tadi saat melihat anak itu rasanya hatiku begitu tenang" batin Aryan sembari menatap kepergian Mika dan juga Adrian.
Mika menarik tangan Adrian masuk ke dalam salah satu ruangan. Masih tidak habis pikir bagaimana bisa Adrian mengatakan jika Kenzo adalah anak Mika dengannya. Biarpun memang selama ini Adrian tau perihal Kenzo. Namun Adrian juga tau jika Kenzo adalah anak dari Aryan, Saudara sepupu yang memiliki wajah sama sepertinya.
"Dri, Kenapa kamu harus bilang kalau Kenzo itu anak kita? Dan kenapa kamu juga harus bilang kalau kita sudah menikah secara diam-diam sejak lima tahun yang lalu" Mika menatap pada Adrian.
"Maafkan aku, Mika. Tadi aku tidak sengaja berkata seperti itu karna ingin ngebantu kamu buat ngasih pelajaran sama si Aryan bodoh. Maafin aku ya" Lima tahun yang lalu tepatnya saat Mika tau jika dia sedang hamil anaknya Aryan, Mika menceritakan semuanya pada Adrian saat mendengar jika Adrian adalah saudara sepupu Aryan.
"Tapi, Dri. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Menikah! Iya kita harus benar-benar menikah. Bukan kah selama ini Kenzo sudah memanggilku dengan sebutan Daddy, Bahkan bocah itu selalu mengira jika aku adalah ayahnya."
Mendengar usulan dari Adrian membuat Mika menatap pria itu"Hah! Apa? menikah?"
__ADS_1