Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Rasa kecewa Marvin


__ADS_3

"A-aku" Entah kenapa tiba-tiba saja lidah Mika terasa begitu kelu walaupun hanya sekedar menjawab pertanyaan dari Aryan.


Sejenak nikah melirik pada Marvin dan juga Aryan secara bergantian. Masih memikirkan jawaban yang tepat atas apa yang terlontar dari mulut Aryan tadi.


"Duh bagaimana ini? apa yang harus aku jawab" batin Mika sembari terus menatap harian yang sejak tadi menatapnya tajam.


"Kenapa diam saja Mika!Jelaskan pada saya Bagaimana bisa kamu mengingatnya? Bukankah kamu saat ini sedang lupa ingatan?" pulang harian lagi karena Mika masih terus Diam Tanpa menjawab sepatah kata pun.


Jika benar-benar bingung dengan situasi saat ini tidak pernah terpikir sebelumnya. Bagaimana bisa Aryan ada di tempat ini bukan kata dia masih tertidur sangat pulas.


Setelah cukup lama terdiam akhirnya Mika membuka suara"Kenapa kamu bisa ada di sini? Bukannya tadi masih tidur?" tanya Mika pada Aryan.


"Tidak penting; Sekarang saya mau kamu menjawab pertanyaan saya tadi" rumah kalian sambil terus menetap Mika dengan tajam.


Sekilas ingatan harian kembali pada tadi saat dia bangun tidur.


Aryan menggeliat saat mendengar suara alarm sudah mulai mengusik tidurnya . pria itu masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya setelah. itu Aryan memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya saat melihat Jam sudah menunjukkan pukul 09.00.


Saat sudah sampai di bawah kedua mata Anda memicing karena tidak menemukan satu orang pun di sana.


Ke mana semua orang pikirnya.


Setelah itu kalian terus berjalan hingga ke arah meja makan. Hingga tak berselang lama asisten rumah tangganya keluar dari dapur dan menghampiri Aryan.


"Tuan muda sudah bangun? silakan,Tuan. Ini sarapannya dimakan" ucap asisten rumah tangganya pada Aryan. Namun Aryan hanya mengambil segelas susu lalu ia Teguh habis.


Setelah menghabiskan segelas susu itu, Aryan kembali menoleh pada asisten rumah tangganya dan menanyakan keberadaan kedua orang tuanya serta Mika yang tidak kelihatan.

__ADS_1


"kalau Nyonya Dan Tuan sedang ada urusan.tapi kalau Nona Mika Saya tidak tahu buru-buru pergi Katanya sejak ada Janji temu dengan seseorang" setelah mendengar penuturan dari asisten rumah tangganya. Aryan langsung mengambil ponselnya dari saku celana.


Pria itu Melihat posisi Mika saat ini. Ternyata diam-diam Arian sudah memasang aplikasi tracking di ponsel milik Mika beberapa waktu yang lalu tanpa sepengetahuan Mika.


Setelah melihat posisi Mika saat ini. Aryan terus bergegas keluar dari dalam rumahnya. Pria itu langsung masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan cepat mobil itu keluar dari halaman rumahnya. Hingga tak butuh waktu lama Aryan sudah sampai di lokasi posisi keberadaan Mika saat ini.


Kedua mata Alien memicing saat melihat Mika bersama dengan seorang pria. Dan tiba-tiba saja tangannya mengepal kuat saat melihat Siapa yang sedang bersama Mika saat ini.


"Marvin! ngapain Mika ketemu dengan pria itu" Gumam Aryan serta langsung turun dari dalam mobilnya


Aryan semakin mempercepat langkah kakinya saat melihat Mika berpelukan dengan Marvin. Entah kenapa melihat itu hatinya terasa panas. Apakah Aryan cemburu dengan apa yang sedang dilakukan oleh Mika bersama dengan pria lain yang tak lain adalah saingannya saat jaman SMA.


"Aku memang lupa ingatan. Tapi entah kenapa aku masih bisa mengingat kak Marvin. Mungkin saja karna aku sangat dekat dengannya dimasa lalu" jawab Mika pada akhirnya. Membuat Aryan merasa sangat tidak suka dengan jawaban itu.


Bukan kah dimasa lalu Mika begitu mencintainya? Lalu bagaimana bisa Mika melupakan cintanya begitu saja.


"Lupa kalau kalian memang sedekat itu. Apa memang orang terdekat lebih berarti dari pada orang yang kamu cintai? Sehingga kamu sama sekali tidak bisa mengingatku sebagai suamimu" kata Aryan lagi yang membuat Marvin mengerutkan keningnya. Karna memang hingga detik ini Marvin belum tau jika Aryan dan Mika sudah menikah sejak jaman SMA kelas dua.


Marvin menatap pada Aryan dan juga Mika secara bergantian. Seakan minta penjelasan dari apa yang Aryan katakan barusan.


"Suami? Maksudnya?" tanya Marvin penasaran.


Tentu saja Marvin merasa sangat penasaran dengan kata suami yang terlontar dari mulut Aryan. Karna yang Marvin tau Mika memang sangat mencintai Aryan. Namun tidak dengan Aryan. Justru yang Marvin tau Aryan begitu membenci sosok Mika.


"Saya pikir kamu tidak sebodoh itu sampai tidak mengerti apa arti dari kata suami" kata Aryan dan langsung menarik tangan Mika. Membawanya keluar dari dalam restoran itu meninggalkan Marvin.


Mika hanya diam dan mengikuti langkah Aryan yang sudah menarik tangannya. Sesekali wanita itu menoleh ke belakang. Pada sosok Marvin yang terlihat nampak menunjukkan raut kecewa setelah mendengar kata "suami"

__ADS_1


Sedangkan Marvin masih memperhatikan Mika serta Aryan. Tentu saja dia tidak sebodoh itu,Marvin sangat paham arti dari kara suami yang Aryan ucapkan tadi.


"Jadi mereka berdua sudah menikah" ucap Marvin yang terdengar sangat Lirih dan kecewa. Tatapannya masih terus memperhatikan Aryan serta Mika yang sudah sampai di parkiran.


Hatinya tiba-tiba saja menjadi begitu luka saat mendengar akan hal itu. Sungguh Marvin tidak pernah menyangka jika kedatangannya ke Indonesia Justru malah harus mengetahui hal yang begitu menyakitkan.


Hancur sudah harapan Marvin untuk bisa memiliki Mik sebagai pasangannya. Karena mau bagaimanapun mereka melakukan semua yang diminta oleh kedua orang tuanya adalah untuk mendapatkan Mika.


Pupus sudah semua impian yang Marvin rencanakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aryan langsung melajukan mobilnya begitu cepat. Hatinya masih merasa begitu kecewa saat mengetahui sebuah fakta jika Mika bisa mengingat Marvin tapi tidak bisa mengingatnya.


Mika yang melihat Aryan seperti itu tiba-tiba saja menjadi sedikit takut. Walaupun awalnya Mika enggan untuk bertanya namun pada akhirnya Mika memutuskan ke mana Aryan akan membawanya siang ini.


"Kamu mau membawaku kemana?" tanya Mika sembari melirik pada Aryan yang sedang fokus mengemudi. Wajahnya sama sekali tidak menampakkan ekspresi apapun. Membuat Mika bergidik ngeri melihat wajah itu


"Aryan, Kenapa kamu diam saja? Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Mika lagi.


"Tidak perlu banyak bertanya. Nanti kamu juga akan tau kemana saya membawamu" balas Aryan yang terdengar dingin.


Melihat Aryan seperti itu membuat Mika teringat akan hari-hari biasa mereka dirumahnya.


"Berhenti, Aryan! Aku tidak mau ikut bersama denganmu"


"Sayang nya ini bukan sebuah tawaran. Mau atau tidak, Kamu akan tetap ikut bersama dengan saya"

__ADS_1


Mika diam. Gadis itu tak lagi menjawab perkataan yang terlontar dari mulut suaminya. Sungguh Mika tidak paham kemana Aryan akan membawanya.


__ADS_2