Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
Calon pewaris


__ADS_3

Setelah sambungan telponnya terputus, Aditya segera kembali ke apartemen karna Aryan sudah sejak tadi menunggunya. pria itu sudah memutuskan untuk tidak mengatakan pada Aryan jika baru saja dia bertemu dengan Mika di restoran tempatnya membeli makan.


"Maaf kalau saya lama, Tuanku. soalnya tadi masih ada urusan penting" ujar Aditya sambil cengengesan seperti gaya biasanya.


"Hmmm. sekarang kita harus berangkat mencari Mika"


"B-baik, Tuanku. apa gak sebaiknya kita mencari nona Mika berpencar saja. Biar kita bisa cepat menemukan nona Mika. apalagi waktu yang tersisa hanya tinggal dua hari"


Aryan tak menjawab. pria itu masih memikirkan usulan Aditya yang memang ada benarnya. bukankah jika mereka berpencar akan semakin cepat menemukan Mika.


"Ide bagus. sekarang kita langsung jalan. jangan pulang sebelum kamu mendapat sedikit petunjut tentang istri saya"


Mendengar itu membuat Aditya membulatkan kedua matanya. "Hah! apa tuanku tidak salah ngomong, Masa iya saya gak boleh kembali sebelum bisa mendapatkan kabar soal nona. yang benar saja tuanku, kota ini sangat luas," protes Aditya sambil menatap pada Aryan.


"Ya terserah. kalau sampai kamu tidak mendapat sedikit petunjuk, akan saya pastikan bayaran kamu akan saya potong 30%" Aryan melangkah kan kakinya keluar dari dalam apartemennya. meninggalkan Aditya yang sudah terlihat sangat bingung dan dilema.


"Ahhh, Apa yang harus aku lakukan" pria itu mengusap kasar wajahnya sambil mengekor dibelakang Aryan.


saat sudah sampai di parkiran, Mereka berdua benar-benar misah. Aryan mencari Mika dengan menggunakan mobil, Sedangkan Aditya pura-pura mencari Mika disekitar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menyesuaikan siff kerjanya, Mika kembali ke mansion dan segera bersiap untuk pergi kuliah, gadis itu memang menyesuaikan jadwal kuliahnya dengan jadwal kerjanya.


"Mau berangkat kuliah, sayang?" tanya tuan Atmaja saat melihat Mika sudah siap untuk berangkat kuliah.


"Iya, Oppa. Mika pergi dulu ya" Mika pamit pada tuan Atmaja serta langsung kembali melangkahkan kakinya hendak keluar dari mansion itu. Namun langkahnya terhenti saat suara sang Oppa kembali menerpa indra pendengarannya.


"Mika, Oppa sudah siapkan mobil sekaligus sopir buat mengantar kemanapun kamu pergi, terutama kuliah" kata tuan Atmaja sambil tersenyum hangat pada Mika.

__ADS_1


"Oppa, apa Oppa lupa syarat yang Mika ajukan kemarin? Bukannya Mika sudah katakan kalau Mika mau Oppa merahasiakan Mika. jangan sampai ada yang tau kalau Mika adalah cucu Oppa. biarkan orang-orang pada mengira jika Mika hanyalah anak yatim yang tak punya siapa-siapa." kata Mika sambil menatap pada tuan Atmaja.


mendengar perkataan Mika, Tuan Atmaja mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar. bagaimana bisa dia melupakan syarat yang sudah Mika ajukan kemarin.


"Maafkan Oppa, Cucuku. Oppa terlalu excited dengan keberadaan kamu. Oppa hanya ingin memberikan yang terbaik untuk pewaris tunggal keluarga Atmaja" ucap tuan Atmaja sambil tersenyum.


"Mika tau, Tapi ini juga demi kebaikan bersama, Oppa. biarkan Mika naik angkutan umum ya. Mika pergi dulu ya. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam. hati-hati, Kalau perlu sesuatu kamu bisa hubungi Oppa atau asisten Jo"


"Iya, Oppa"


Tuan Atmaja menatap punggung Mika sambil mengangkat kedua sudut bibirnya. sungguh dia merasa sangat bahagia, Akhirnya di sisa hidup yang dia miliki, Tuan Atmaja bisa merasakan kembali memiliki keluarga.


"Anak itu tingkahnya tak jauh beda dengan Madinah." gumamnya sambil tersenyum.


Tuan Atmaja menghubungi asisten Jo dan memintanya untuk datang ke mansion utama.


"Selamat siang, Tuan. ada apa anda meminta saya datang kesini?" tanya Asisten Jo saat sudah sampai di mansion utama.


"Ikut saya ke ruangan kerja saya, Jo. ada hal penting yang harus kamu tau"


"Baik, Tuan" asisten Jo atau lebih tepatnya Jonathan mengikuti langkah tuan Atmaja menuju ruangan pribadinya.


Saat sudah sampai di ruangan pribadinya, Tuan Atmaja meminta asisten Jo untuk duduk sembari menunggunya mengambil sesuatu.


"Jo, Kamu adalah orang yang paling saya percaya. dan saya harap kamu tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun termasuk Helena dan juga Jovan"


Helena dan Jovan adalah istri baru sekaligus anak tirinya. usia mereka terbilang cukup jauh. dan tuan Atmaja terpaksa menikahi Helena lima tahun yang lalu karma satu insiden.

__ADS_1


Asisten Jo mengangguk paham. kedua orang itu memang tidak tinggal di mansion utama ini, Bahkan mereka tidak tau jika tuan Atmaja memiliki satu mansion besar yang dia sebut dengan mansion utama. semua isi yang ada di mansion itu tentang mendiang istrinya serta Madinah anaknya.


"Tentu, Tuan. saya akan selalu merahasiakan hal yang tak perlu mereka tau"


"Bagus"


Tuan Atmaja mengambil ponselnya lalu menunjukkan foto Mika yang ada di dalam Galeri ponselnya. hal itu tentu saja membuat asisten Jo yang belum tau perihal tentang Mika hanya mengerutkan kecil keningnya" Dia siapa, Tuan?" tanya Asisten Jo dengan wajah penasaran.


"Dia cucu kandung saya. Namanya Mika"


"Hah! nona ini cucu anda?"


"Iya. saya minta kamu untuk selalu menjaganya. saat ini dia sudah tinggal di mansion ini. dan cepat atau lambat Helena atau Jovan akan mengetahui keberadaannya. kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan" tuan Atmaja menatap penuh kepercayaan pada asisten Jo


"Baik, Tuan. saya akan pastikan jika Nona akan selalu dalam penjagaan."


"Bagus. kamu memang selalu bisa saya andalkan. tujuan saya memintamu datang kesini bukan hanya itu, Saya mau kamu mengajari Mika tentang perusahaan. karna setelah Mika lulus kuliah, saya akan menjadikannya sebagai pemimpin perusahaan. kamu bisa?"


lagi lagi asisten Jo mengangguk"Bisa, Tuan. dan saya akan pastikan sebelum nona menjabat sebagai direktur perusahaan, dia sudah paham semuanya"


"Good. kamu boleh pergi sekarang, lakukan apa yang saya perintahkan tadi,"


saat asisten Jo sudah keluar dari ruangan itu, tuan Atmaja kembali mengambil ponselnya, pria tua itu menatap foto Mika yang ada di layar ponselnya"Kamu memang calon penerus yang Oppa inginkan, Cucuku. beruntung sekali mereka bisa cepat menemukan mu" kedua sudut bibirnya terus terangkat. setelah sekian tahun, Akhirnya dia bisa menemukan calon pewaris yang sesungguhnya.


...****************...


Mika berangkat ke kampus AF berniat menggunakan menggunakan angkutan umum. Namun saat di tengah perjalanan, tanpa sengaja Mika bertemu dengan Marvin yang langsung mengajaknya untuk berangkat bersama. karna memang tujuan mereka satu arah. Mika ke kampus AF, sedangkan Marvin ke hotel yang ada di samping gedung itu.


"Mika, Tadi aku ke tempat kost mu. tapi kenapa kamu gak ada. Memangnya kamu kemana?" tanya Marvin pada Mika. hal itu membuat Mika bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


__ADS_2