Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku

Ketika Hatimu Tak Lagi Untukku
First Kiss


__ADS_3

"Maaf cari siapa?" tanya Mika setelah pintunya terbuka. Mika bisa melihat sosok pria yang berdiri di depan pintu utaman.


Pria itu membalikkan tubuhnya lalu menoleh pada Mika yang sudah berdiri di sana. "Maaf, Nona. Saya ingin bertemu dengan tuan Alberto. Ada hal penting yang harus saya bicarakan" balas orang itu sambil menoleh pada Mika.


Tak banyak bicara, Mika langsung mempersilahkan orang itu masuk dan menemui Alberto yang masih bicara serius dengan Aryan.


Alberto yang melihat kedatangan Asisten David membuatnya mengerutkan kecil keningnya. Seketika membuat Alberto teringat akan hal yang dia perintahkan pada David sejak beberapa bulan yang lalu.


Alberto memutuskan untuk menyudahi pembicaraannya dengan Aryan, Karna saat melihat kedatangan asisten David malam-malam kerumahnya membuat Alberto penasaran. Berita apa yang sedang iya bawa. Sehingga harus repot-repot datang malam-malam seperti ini.


"Papa percayakan masalah ini sama kamu, Aryan. Papa percaya kamu bisa. Sekarang papa ada urusan dengan asisten David"


Alberto berlalu dari sana dan berjalan ke arah ruangan kerjanya yang ada di lantai tiga, Asisten David hanya mengekor saat mendapatkan isyarat dari bosnya. Asisten David memang asisten pribadi Alberto. Sedangkan Erdin asisten pribadi Aryan.


Saat sudah sampai di lantai tiga, Alberto meminta David untuk mengunci pintu. Karna memang mereka bertiga akan membicarakan sebuah rahasia besar yang tidak boleh ada yang mendengarnya. Termasuk Aryan dan Mika.


Bukan hanya Alberto serta David. Di sana juga ada Liana yang ikut mendengarkan kabar aoa yang akan David sampaikan. Tadi saat melihat kedatangan David wajah Liana sedikit tak karuan. Antara menyesal serta merasa bersalah. Membuat Liana segera masuk ke dalam ruangan kerja sang suami seperti biasanya.


"Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan sedikit petunjuk tentang orang yang saya tabrak dua tahun yang lalu?" tanya Liana pada David saat dia sudah duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


David tak langsung menjawab. Pria itu masih menoleh pada Liana serta Alberto secara bergantian.


Setelah melakukan beberapa usaha serta upaya, Akhirnya David bisa mendapatkan informasi mengenai korban tabrak lari yang dilakukan oleh Liana dua tahun yang lalu.

__ADS_1


"Sudah, Nyonya. Menurut informasi yang saya dapatkan mereka bernama Bisma dan juga Zoya. Ternyata mereka tidak meninggal di tempat. Mereka masih sempat di bawa ke rumah sakit walaupun pada akhirnya mereka tewas " terang David pada mereka.


Mendengar itu seketika membuat wajah Liana menjadi pucat pasi, Lututnya terasa sangat lemas. Apa itu artinya Liana adalah seorang pembunuh?


Alberto yang paham dengan perasaan istrinya mendekat lalu membawa tubuh Liana dalam dekapannya"Tenang dulu, Ma. Kita dengarkan dulu kelanjutan cerita David" pekik Alberto sembari mengusap rambut sang istri. Mencoba memberikan ketenangan disaat rasa takut menghantui pikiran istrinya.


"Lalu apa mereka masih memiliki keluarga atau anak?" tanya Alberto pada David.


David mengangguk cepat"Menurut informasi yang saya dapatkan mereka memiliki satu anak perempuan. Usianya kurang lebih seperti tuan muda Aryan. Namun, Saya mohon maaf karna saya belum mendapatkan informasi dimana keberadaan anak itu"


"Apa kamu tidak mencari tau alamat tempat tinggal mereka?"


"Sudah, Tuan. Setelah dari rumah sakit tempat mereka dibawa saat itu, Saya menanyakan alamat tempat tinggal tuan Bisma dan juga Bu Zoya. Biarpun awalnya pihak rumah sakit tidak mah memberikan, Tapi akhirnya saya bisa membujuk mereka dengan beberapa uang lembaran warna merah" terang David lagi.


Asisten David memang berusaha keras agar bisa mendapatkan alamat tempat tinggal korban tabrak lari yang sudah dilakukan oleh Liana dua tahun yang lalu. Biarpun awalnya pihak resepsionis enggan untuk mengatakan, Tapi dengan uang akhirnya mereka memberikan alamat korban yang tak lain adalah kedua orang tua Mika.


Sejak kejadian malam itu, Membuat Liana trauma untuk membawa mobil sendiri. Karna rasa bersalah yang terus menghantuinya, Akhirnya Liana meminta pada Alberto untuk mencari tau identitas orang yang sudah iya tabrak.


Liana berniat untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan di masa lalu. Kedua wajah orang yang iya tabrak masih terekam jelas pada memori ingatannya.


Karna terlalu panik, Alberto dan Liana sampai tidak menyadari jika Bisma dan Zoya adalah nama orang tua Mika.


"Lalu apa kamu bertemu dengan keluarganya?" tanya Alberto lagi

__ADS_1


"Tidak, Tuan. Beberapa tetangga mereka mengatakan jika ibu serta anaknya sudah pindah tempat tinggal ke jakarta. Tapi untuk alamat pastinya saya masih belum tau" lanjut David lagi.


Liana mengangkat wajahnya"Saya mau kamu terus mencari keberadaan ibu serta anak mereka. Saya janji akan menjamin kehidupan mereka. Bahkan kalau perlu saya akan mengangkat anaknya menjadi anak saya" pungkas Liana.


"Baik, Nyonya. Saya akan terus melakukan pencarian. Kalau begitu saya langsung pamit pulang, Nyonya, Tuan"


***


Saat ini Mika dan Aryan sudah sama-sama ada di dalam kamar masing-masing. Setelah kejadian tak terduga di ruang tengah membuat mereka sama-sama merasa jantungnya bertalu-talu.


"Duuh, Kenapa jantungku masih saja bertalu saat teringat dengan ciuman yang tak sengaja tadi" ujar Mika sembari mengusap bibirnya


Bayangan di luar tengah tadi terus saja melintas begitu saja, Membuat Mika susah untuk memejamkan kedua matanya.


"Kenapa kamu harus melupakan saya, Mika. Asal kamu tau, Sebelum kecelakaan saya adalah orang yang paling kamu cintai" ucap Aryan sambil menarik tangan Mika yang hendak pergi dari ruang tengah.


"Oh ya, Tapi aku sama sekali tidak bisa mengingat mu. Dan itu artinya kamu tidak seberharga itu di dalam hidupku. Sudahlah jangan ganggu aku, Karna buat aku kamu hanyalah orang asing" balas Mika sambil membalas tatapan Aryan. tatapan yang selalu mampu membuat jantungnya berdegup dengan sangat kencang.


Bahkan karna hal itu juga membuat Mika kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan Aryan menindih tubuhnya. Karna pada saat Mika hampir jatuh, Gadis itu reflek menarik baju Aryan dan membuatnya ikut terjatuh tepat di atas tubuh Mika.


Bukan hanya itu, Tanpa sengaja bibir Aryan menempel pada bibir merah ceri milik Mika. Dan entah kenapa tiba-tiba saja Aryan me lu mat sekilas bibir itu. Membuat jantung Mika seakan ingin melompat dari tempatnya.


Namun demi kelancaran rencananya, Mika langsung mendorong tubuh Aryan agar segera menjauh dari atas tubuhnya. "Dasar pria mesum! Ngambil kesempatan dalam kesempitan" ujar Mika yang berpura-pura marah.

__ADS_1


Padahal sebenarnya Mika mengatakan itu hanya untuk mengurangi rasa gugupnya dan Mika juga takut Aryan merasakan debaran jantungnya yang sangat tidak bisa di ajak kompromi.


"Apa itu yang dinamakan First kiss" ucap Mika sembari terus mengusap bibirnya.


__ADS_2