
Waktu menunjukkan pukul 16:00 tepat, saat Arafah, Tiara dan Gita serta seluruh mahasiswa baru lainnya keluar dari aula pertemuan dengan bersorak gembira
Hari yang telah dinanti-nanti akhirnya tiba juga. Hari terakhir mereka menjalani masa pengenalan lingkungan kampus dan hari mereka semua diresmikan menjadi bagain dari Permata Indah University
“Ya Allah, akhirnya selesai juga” Arafah bersorak gembira seraya merangkul Gita dan Tiara yang sama berbahagianya dengan dia
“Besok jalan yuk. Sekalian cari-cari buku di Gramed" Gita melepas rangkulan Arafah dan menghalau jalannya
“Satu suara menyetujui anda” Arafah mengangkat tanyannya dengan penuh semangat, setuju dengan usulan dar Gita
“Ogah deh gue. Pengen tidur aja gue besok puas sepuasnya” kata Tiara yang bertolak belakang dengan Gita dan Arafah yang sangat semangat
Arafah menggenggam tangan kanan Tiara dengan wajah memohonnya “Ayolah Ra. Ini kali pertama kita jalan loh selama di sini”
Melihat reaksi Arafah, Tiarapun melancarkan aksinya. Ia memasang tampang songong “Ya udah, perjuangin dong. Udah lama nih gak pernah diperjuangin”
“Gini nih orang kalo kebanyakan makan harapan palsu. Makanya Tiara, berapa kali harus gue bilangin. Makantuh yang sehat-sehat, kaya nasi,sayur,tempe jangan harapan terus yang lo kunyah tiap hari” ceplos Gita dengan tawa puasnya saat melihat wajah kesal Tiara
“Awas ya lo. Entar kalo gue nikah sama Sehun, ga bakal gue undang lo datang ke pernikahan gue” ancam Tiara yang terdengar sangat tidak masuk akal
Gita yang berjalan di depan mereka berbalik sejenak untuk memeletkan lidah pada Tiara hingga tanpa sadar telah menabrak seseorang yang berjalan dengan arah berlawanan
“Halo degem. Dede gemes” bukannya marah, lelaki itu melambaikan tangan dengan senyum mengembang dibibirnya pada Gita
Lelaki itu wajahnya tidak seperti orang Indonesia pada umunya. Kulitnya putih, teramat putih, rambut lebatnya yang berwarna coklat alami, dan pahatan wajah yang lebih seperti orang luar
“Maaf kak gak sengaja” Gita menunduk pelan, merasa bersalah dan segan ketika melihat lelaki yang ia tabrak mengenakan almamater kampus, yang berarti dia adalah seniornya
“Ya elah. Santai ae kali. Sengaja juga gak papa, ikhlas gue. Soalnya yang nabrak gemesin gini” lelaki itu menatap gemas Gita yang terlihat sangat kecil dimatanya
Gita mendengus kesal, namun tentunya sangat pelan. Dalam hati bergumam “Banyak juga ternyata buaya di kampus ini”
__ADS_1
“Adit” seorang lelaki berperawakan tinggi, berteriak dari depan sana, yang tak lain adalah Alvin
Lelaki yang merasa terpanggil itu, membalikkan badan. Melambaikan tangan “Sini Vin, gue dapat dede gemes loh” pamernya dengan wajah bangga
Arafah dan Tiara tertawa melihat wajah ennek yang ditampilkan Gita saat lelaki bernama Adit itu memamerkannya pada Alvin
Agak kontras memang namanya dengan wajah yang ia miliki. Nama Adit terlalu khas nusantara untuk tampang bule seperti yang ia miliki
“Hai Fa” sapa Alvin saat tiba di samping Adit
Dengan sopan, Arafah tersenyum tipis. Membalas sapaan Alvin “Hai kak”
“Hello, di sini masih ada sebiji loh kak yang belum disapa. Ini manusia asli loh, bukan makhluk mitos” Tiara melambaikan tangannya kesal dihadapan wajah Alvin
“Hai manusia asli” Alvin melambaikan tangannya di depan Tiara
Arafah tertawa pelan melihat wajah kesal
Tiara. Tawa yang kembali menghadrikan gelagat aneh dalam perasaan Alvin
Alvin yang melihat tingkah aneh dari Adit, segera menarik pelan pergelangan Arafah untuk semakin dekat dengannya “Jangan yang ini, ini udah ada yang berencana buat memiliki” ucapnya spontan
Diperlakukan seperti itu oleh Alvin, membuat debaran jantung Arafah tiba-tiba tak bisa dikontrol, berdetak dengan sangat cepat. Walau tangan Alvin sudah lepas dari pergelangannya
“Kalau mau, yang itu aja tuh. Ato kalo gak yang itu juga bisa, sama-sama gemesin kan dimata lo?” Alvin menunjuk Tiara dan Gita secara bergantian menggunakan pandangan matanya
“Eh enak aja kak Alvin nogomong. Yang ini udah ada yang punya. Calon istrinya Sehun nih, sorry lah yau” dengan agak keras, Tiara mendorong pelan bahu Adit hingga menciptakan jarak diantara mereka
Adit mengerucutkan bibirnya, sebelum matanya kembali berbinar saat berbalik dan menatap Gita
“Dih ogah, baru pertama liat kakak aja udah kaya gini jelajatannya. Tipe gue tuh laki-laki yang kalem dan berwibawa kak. Bukan yang pecicilan kaya kak Adit” ungkap Gita cepat saat menerima pandangan itu
__ADS_1
Adit tertawa kencang,memegangi perut. Dan mengeluarkan suara tawa yang teramat keras. Ketiga wanita itu itu menatapnya aneh, namun tidak dengan Alvin yang sudah biasa
“Gue tuh bukan mau pacarin lo pada. Gua mau bikin club dede-dede gemesh FEB Permata Indah University. Siapa tau aja kan teman-teman gue yang pada nyandang status jomblo, bisa dapat cewek di club yang diciptakan oleh Ardhito Bramasta” terang Adit saat melihat respon aneh dari kedua cewek itu
Ketiga gadis itu dibuat melongo tidak percaya dengan penuturan aneh Adit barusan. Apa dia bilang? Club dede-dede gemesh FEB Permata Indah university? Gak waras emang nih orang
“Teman kakak sehat?” Arafah menatap polos Alvin
Alvin tersenyum tipis mendengar pertanyaan Arafah “Entahlah gua juga gak tau, selama beberapa tahun ini temenan sama orang waras atau gak?”
“Eh bangke. Gue masih waras yah, sehat walafiat. Tanpa diagnosis penyakit ginjal,jantung dan usus buntu serta susah BAB” dengan geram, Adit menunjuk wajah Alvin yang seperti manusia tanpa dosa
“Besok jalan yuk. Ke puncak” ajak Alvin tanpa menghiraukan perkataan Adit
“PUNCAK? IHH AYO” gadis dengan rambut panjang hitam legam yang dikuncir dua itu mengangguk antusias, Tiara sangat semangat mendengar kata puncak
“Gimana Dit? Lo mau ikutan gak?” Alvin melirik sekilas lelaki bule itu
Adit dengan semangat 45, mengangguk “Mau banget gue. Apalagi kalo ada dede-dede gemesh yang ikut”
Memutar bola mata kesal, Gita berdesis pelan “Dih, baru juga gua mau iyain. Gak jadi deh kalo ada makhluk setengah waras yang ikut, Tiara udah cukup bagi gue untuk peranin tokoh itu”
“Makasih Gita sayangku cintaku padamu i love you” bukannya merasa tersinggung, Tiara dengan manja menghampiri Gita dan bergelayut di tangan kanannya
“Ya harus ada Adit dong. Entar kalo gak ada dia, gue sendirian dong cowok. Gua takut yah diborongin sama betina tiga biji” Alvin mencoba meyakinkan para gadis itu
“Dih, gak usah sok ganteng lo kak” cibir Tiara
“Kan gue emang ganteng” jawab Alvin dengan sangat penuh percaya diri
“Iya juga sih” Tiara membenarkan
__ADS_1
“Gimana Fa, maukan ikut besok. Kita jalan-jalan ke puncak?” Alvin menatap Arafah yang masih setia berdiri di sampingnya
Arafah mengangguk pelan sebagai jawaban kala melihat bola mata temannya yang seakan menginginkan jawaban itu