Kisah Kasih Senja

Kisah Kasih Senja
BAB 39 (LUKA BARU)


__ADS_3

Sudah menjadi rutinitas Arafah selama beberapa hari ini. Menunggu sosok itu datang untuk menorehkan luka baru pada bagian hatinya


Namun ia tak masalah, rasa Arafah pada Alvin benar-benar sudah dikelamkan oleh sesuatu yang kalian sebut Cinta


“Mau kemana lo pagi-pagi gini?” tanya Tiara tak santai


Ia baru saja keluar dari toilet dan mendapati Arafah sudah berpakaian lengkap. Tanpa membawa tas maupun laptop yang langsung bisa ditebak oleh gadis itu


Tangan Tiara menarik Arafah untuk duduk di sofa “Udah berapa kali gue bilangin Fa. Gak usah ngejar kesakitan lo sendiri. Kak Alvin udah berubah, dia kembali kaya waktu pertama lo liat dia”


Ia nampak berfikir sebentar. Benar juga, selama beberapa minggu ini Alvin kembali pada sosoknya yang dulu sebelum mengenal Arafah. Alvin yang sinis dan tak suka berhubungan dengan perempuan manapun termasuk Arafah


Namun Arafah menggeleng tak sependapat “Gak. Kak Alvin cuma lagi kecewa sama gue dan di sini gue yang salah. Jadi udah sepatutnya kalau kali ini gue yang perjuangin Kak Alvin”


“Astaga Rafah. Perempuan itu kodratnya diperjuangkan bukannya memperjuangkan. Nyesel banget gue pernah bilang ke lo buat perjuangin manusia kampret itu” Tiara mengacak kasar rambutnya, terlihat sangat depresi


Arafah meraih kedua tangan Tiara yang sedang mengacak rambutnya. Ia berusaha memberi senyum penuh keyakinan walau hatinya saja tak yakin jika Alvin dapat kembali seperti semula


“Tiara. Masalah dalam suatu hubungan diselesaikan bukan dengan jalan seperti itu. Tapi, siapa yang salah harus dia yang minta maaf, harus dia yang memperjuangkan agar hubungannya dapat sehat lagi. Bukannya siapapun yang salah tetap laki-laki yang harus selalu minta maaf, ini stigma yang sudah sangat jauh melenceng” jelas Arafah yang membuat Tiara bungkam


“Kak Alvin udah sering banget perjuangin gue. Mungkin ini saatnya buat gue rasain apa yang selama ini Kak Alvin pendam kalau gue lagi diam”


Tiara melepaskan tangannya dari Arafah, menatap tak suka atas ucapan gadis itu barusan “Tapi kalau lo lagi marah, gak pernah tuh selama ini. Paling lama juga dua hari, lah dia? Keburu nunggu biawak bisa terbang dulu” kesal Tiara yang menggebu-gebu


“Gak papa, gue masih kuat kok. Lagian Cuma gini doang”


Dalam hati Arafah tertawa miris. Cuma? Astaga, ia benar-benar sudah dapat mengelabui siapapun untuk rasa yang ia pendam saat ini


“Udah ah, gue mau ke kampus. Takutnya si doi keburu hilang lagi, malas banget keliling kampus buat nyariin Kak Alvin. Kaki hayati pegel, kaya mau copot”

__ADS_1


“Dadah Tiaraku sayang. Doakan agar Kakakmu ini selalu strong kaya terong”


----------------------------------------------


Sejak saat itu, semuanya mulai berubah. Situasi seakan menghantam keras Arafah untuk merasakan perjuangan yang Alvin tempuh sejauh ini


Walau ia merasa, sekalipun tak pernah memperlakukan lelaki tinggi itu seperti ini. Melewatinya ketika berpapasan, menganggapnya antara ada dan semu, bahkan sama sekali tak mempedulikan Arafah yang tidak sekali dua kali memilih untuk menyambangi kelas Alvin


Sudah genap dua bulan semuanya berjalan seperti saat ini. Entah alasan apa yang mendasari hati Alvin hingga kokoh tak tertandingi


“Hhhh” ia membuang nafas panjang saat kembali mendapati Arafah duduk di teman depan kelasnya


Gadis itu belum menyadari kehadiran Alvin, ia masih menunduk dan memainkan kuku-kuku jarinya yang tanpa ia sudari sudah lecet


”Apa lagi?”


Arafah mendongak untuk memandang sumber suara. Ia melempar senyum hangat yang dulunya juga akan dibalas tak kalah teduh oleh Alvin


“Mau lo apasih ngintilin gue terus?” tanya Alvin ketus


“Aku mau kita kaya dulu lagi” Arafah menjawab lantang yang justru dibalas dengan tawa mengejek dari si lawan bicara


Alvin menyandarkan tubuhnya dipintu kelas, ia bersidekap dada “Setelah semua keraguan lo sama apa yang kita jalani, semudah ini lo minta mau kaya dulu lagi?” Alvin memperhatikan lamat-lamat ekspresi Arafah


“Gak bisa Fa. Gue gak bakalan bisa kasih lo hubungan kaya kemarin”


“Ma...maksud Kak Alvin” Arafah bertanya terbata


“Gue mau status kita yang kemarin di udahin. Lo sendiri ragu kan? Jadi buat apa pertahanin hubungan kaya gitu kalau salah satu pihaknya selalu ragu atas apa yang dia jalani”

__ADS_1


Degg


Ada sesuatu yang seakan menjepit ulu hati Arafah, terasa sesak sekali. Ia menatap penuh makna pada sosok di depannya yang terlihat biasa-biasa saja


“Ragu bukan berarti minta udahan” tutur Arafah pilu “Kita jalanin hubungan kaya gini bukan sebulan dua bulan kak dan seenteng itu Kak Alvin minta untuk akhiri semuanya?” Arafah berucap tegas tak terima


Untung saja semua mata dan telinga sudah dibeli oleh Adit agar menjauh dari sana dan digiring ke kantin kampus. Membiarkan dua sejoli itu mennyelesaikan permasalahannya sendiri


Langkah Alvin bergerak untuk di kursi taman samping Arafah. Ia kelihatan terlalu tenang untuk ukuran seseorang yang baru saja menyakiti pemilik hati lainnya


Kali ini Alvin tersenyum teduh seperti biasa, membuat Arafah tak dapat menahan isakannya yang sudah keluar tanpa permisi


Arafah akhirnya dapat menghela nafas lega “Jangan bercanda kaya gini Kak, aku gak suka. It hurts me” katanya dengan suara parau


Netra indah keduanya saling bertabrakan. Menyiratkan rasa masing-masing dari sana yang telah terjatuh sangat jauh


Alvin masih mempertahankan senyum menawan miliknya dan kali ini, tangan lelaki itu bergerak untuk mengusap puncak kepala dibalut jilbab berwarna peach


“Maaf Fa, ucapan gue tadi bukan permintaan tapi lebih mengarah pada keputusan mutlak” kata Alvin lembut


“Kak Alvin”


Alvin berdiri, berniat beranjak dari sana. Ia menolah sesaat pada Arafah yang kembali menangis “Dan makasih Arafah Eliza, udah mau jadi gadis yang setia dampingi gue selama dua tahun ini”


“Jangan ngomong kaya gini Kak, please”


“Dua tahun kemarin akan jadi salah satu bagian terindah dari hidup gue karena udah diisi sama warna-warni kisah kita. Tapi takdir memberi izin untuk menjalani semua itu hanya sampai di sini”


“Stop Kak Alvin. Jangan ngomong lagi”

__ADS_1


“Bye Arafah Eliza. Makasih selama dua tahun udah betah sama laki-laki ini”


__ADS_2