Kisah Kasih Senja

Kisah Kasih Senja
Bab 5 (Jemput)


__ADS_3

“Tiara cepetan bangke”


“Ya ampun Ti, lo boker apa meditasi sih dalam wc?”


Dua orang gadis berhijab yang tengah duduk di sofa ruang tamu nampak gusar menunggu seseorang yang tak kunjung keluar dari toilet


Hampir 40 menit ia di dalam sana dan belum menampakkan tanda-tanda bahwa akan segera keluar


Byurrr


Satu suara itu akhirnya memuat Arafah dan Gita menghela nafas lega. Penantian lama mereka akhirnya terbayar dengan suara air dari dalam kamar mandi


“Beuhhh lega euyyy” Gita keluar dari toilet dengan mengusap-usap perutnya seperti bumil


Masih dengan menggunakan kimono, ia berlenggak santai ke arah dapur. Menghabiskan sisa susunya dalam gelas


Arafah berdecak kesal “Tiara, cepetan pake baju sana. Entar kita telat, lo mau tanggung jawab?”


“Tau nih anak, pd banget keliaran dalam rumah cuma pake kimono. Pake baju gak lo sana cepetan, ato gue langsung seret lo ke kampus dalam keadaan begini” wajah Gita terlihat sangat menakutkan dan sarat akan ancaman


“Dihh galak banget nih emak-emak dua biji” Tiara melenggang masuk ke dalam kamarnya dengan senyum jahilnya tanpa dosa


Arafah dan Gita hanya dapat menghela nafas pelan. Susah memang punya teman kaya Tiara, nyebelin tapi ngangenin


------------------


Di sinilah mereka bertiga berakhir sekarang, halte bus. Menunggu bus kedua lewat karena telah ketinggalan pemberangkatan pertama


“Mampus kita, bisa telat nih kalo kaya gini modelnya” cemas Arafah seraya menggigit-gigit kukunya


“Gara-gara gue nih pasti” ungkap Tiara tanpa beban


“ITU TAU” kompak Arafah dan Tiara dengan suara cukup keras


Untung saja saat ini, halte tidak terlalu ramai. Hanya ada mereka bertiga disana yang menunggu bus, dan beberapa penjual di belakang mereka


Tiara nyegir menampilkan gigi kelincinya “Kan lo pada tau, gua kena kutukan”


“Makanya ga usah sarapan” kesal Gita yang tengah melihat jam dipergelangan tangannya


Tiara menatap Gita dengan wajah cemberut , menarik nafas panjang “Kalo gua gak sarapan entar gua pingsan, kalo gua pingsan entar gua gak bisa ikut ospek, kalo gua gak ikut ospek gua bisa dimarahin senior, kalo gua dimarahin senior gua gak bisa dapat nilai yang bagus, kalo gua gak dapat nilai yang bagus gua gak bisa jadi sarjana, kalo gua gak jadi sarjana entar gua jadi mahasiswa abadi, kalo gua jadi mahasiswa abadi gua bi.................

__ADS_1


Tinn Tinnn


Belum selesai Tiara menyelesaikan bacotannya, suara klakson mobil terdengar cukup nyaring. Membuat tiga maba itu kompak menoleh ke sumber suara


Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan mereka. Mengernyit heran, penasaran dengan siapa orang dalam mobil mewah yang nampak tidak asing itu


Kaca mobil itu turun dengan perlahan, menampilkan pengendara di dalamnya. Alvin, senior mereka di Permata Indah University


“Kalian mau ke kampus kan?” Alvin memandang ketiga gadis itu bergantian


“Enggak kak, kita mau ke Cibodas” Tiara menjawab asal


Alvin menampakkan wajah heran “Ngapain ke Cibodas? Mau camping kah?” tanyanya yang menandakan bahwa ia percaya dengan jawaban konyol yang terlontar dari mulut Tiara


Arafah tersenyum simpul “Enggak kak, kita mau ke kampus. Ini lagi nungguin bus”


“Arafah, bareng gua yuk ke kampusnya” tawar Alvin disertai senyum manisnya


Masya Allah


Sempat dibuat terbuai dengan lengkungan bibir Alvin, Arafah segera beristighfar dan kembali meluruskan hati


Kedua teman Arafah membuat Alvin tertawa pelan “Arafah sama kalian kan satu paket. Udah ayo naik, kalo nunggu bus entar keburu telat”


“Kuyy lah” Tiara dengan penuh percaya diri dan tanpa rasa sungkan sedikit pun, membuka pintu belakang mobil Alvin dan naik, disusul oleh Gita


Mereka berdua sudah duduk manis di dalam mobil Alvin, menikmati air conditioner yang langsung menerpa wajah


“Fa, lo mau ke kampus ato jagain halte? Tenang aja, ga bakal ada yang ngangkat tuh halte” Alvin memadangi Arafah yang masih setia berdiri di halte


“Ehh, iya kak”


Baru saja Arafah hendak masuk dan duduk di samping Gita. Sebuah suara menginterupsi dan membuat gerakan Arafah terhenti


“Duduk di depan. Gua bukan supir kalian yah” kata Alvin tanpa melepas pandangannya dari Arafah


Arafah yang sadar bahwa tatapan Alvin tak juga lepas dari dirinya, menundukkan kepala. Merasa gugup sendiri


Terdengar decakan kesal yang berasal dari bibir Tiara “Ciahhh, pinter banget cari alasannya. Duduk di depan gih Fa, hargai usaha kak Alvin”


Bukannya marah atau sekedar kesal, Alvin justru tertawa receh “Tuh denger, haragin usaha gue Fa. Sini duduk di depan ga bakal gua gigit”

__ADS_1


“Paling-paling gua sayang”


Lanjutan kalimat Alvin, berhasil menciptakan sembrutan merah dari pipi Arafah. Arafah duduk tanpa suara di samping Alvin, kursi yang sudah dua kali ia tempati


“ANJIRR. ARAFAH DI GODA DONG” heboh Tiara tanpa mempedulikan tatapan memohon Arafah


“Ga usah blushing gitu Fa. Entar kak Alvin tambah sayang loh” Gita ikut-ikutan menggoda temannya yang sudah sangat malu


Alvin tersenyum tulus. Merasa sangat senang dengan suasana mobilnya saat ini. Ia fokus melihat jalanan di depannya walau sesekali melirik pada sosok di sampingnya yang tak kunjung membuka suara. Berbeda dengan Gita dan Tiara yang masih setia berkicau di belakang sana


“Arafah Eliza Putri Handoko”


Mendengar namanya disebut, Arafah menatap Alvin yang masih fokus menatap jalan di depan “Hah? Kenapa kak?”


“Enggak. Gak papa, gua Cuma lagi ngabsen” jawabnya asal, tak lupa dengan senyuman simpul yang kembali menjadi pemandangan Arafah


“Ohh kirain apaan”


“Lo tiap hari ke kampus naik bus?” tanya Alvin tanpa mengalihkan pandangannya


Arafah mengangguk singkat “Iya, kata papa biar tau juga arti perjuangan”


“Oh, kalo diperjuangin mau gak?”


“Hah? A..Apa?” Arafah tergagap oleh pertanyaan yang dilontarkan Alvin barusan


Tak ada tanggapan dari Alvin, ia hanya kembali menampilkan senyum tipis andalannya. Menampilkan lesung pipi yang baru disadari oleh Arafah, sangat manis


“Besok-besok gua jemput yah. Kita ke


kampusnya barengan selama ospek, gak usah nunggu di halte. Tunggguin aja di rumah, nanti gua jemput di sana. Mau kan?” tawar Alvin yang langsung mendapat respon cepat namun bukan dari Arafah


”Mau kak, mau banget. Ikhlas lahir batin gua malah” heboh Tiara yang memunculkan kepalanya di antara Alvin dan Arafah


Tentu saja kedua orang itu kaget melihat kepala muncul di tengah-tengah mereka


“Iya kak, mayan lah. Hemat uang bulanan untuk masa depan yang lebih cerah” sambung Gita


“Oke, mulai besok gua jemput Arafah”


"Ehh. Maksudnya, kalian"

__ADS_1


__ADS_2