Kisah Kasih Senja

Kisah Kasih Senja
Bab 4 (Kak Alvin)


__ADS_3

Dua orang gadis terlihat berjalan hilir mudik di depan rumah sederhana dengan kesan minimalis. Wajahnya nampak khawatir, menanti seseorang yang tak kunjung pulang walau jam sudah menunjukkan angka 5 lewat 30 menit sore


“Ta. Arafah kok lama banget sih? Apa mungkin dia diculik genderuwo?” kata Tiara mendramatisir keadaan


“Ah kayanya ga mungkin deh”


Tiara berdecak sebal, ia melangkah mendekati Gita dan ikut duduk di dekker “Kok lo yakin banget sih?”


“Yakinlah. La wong genderuwonya aja lagi duduk di samping gue”


Merasa bahwa dirinyalah genderuwo yang dimaksud oleh Gita, ia segera mengubah posisinya menjadi jongkok seperti orang mau pup


“Gue jongkok cop”


Tingkah absurd Tiara berhasil mencairkan suasana tegang yang sudah tercipta selama hampir 2 jam. Mereka tertawa tidak jelas di pinggir jalan seperti orang kurang waras


TIN TINNN


Suara klakson mobil yang terdengar cukup keras, kompak mengalihkan perhatian mereka. Sebuah mobil pajero sport berhenti tepat di depan rumah minimalis itu


Tiara dan Gita menyipitkan mata, berusaha menembus pandang siapa orang yang ada di dalam mobil itu. Sampai Tiara dengan tanpa tahu malu, membuka pintu kursi penumpang di depan dan melihat Arafah yang tengah membuka seatbelt


Ia menarik pelan Arafah turun, menatap wajah sahabatnya dengan mimik gelisah. hingga tanpa sadar, ia telah melewatkan satu hal


Bagaimana tidak gelisah. Ia meninggalkan rumah ketika dua sahabatnya tengah hibernasi di kamar. Hanya meninggalkan sticky notes yang ia tempel di hp Tiara dan Gita yang mengatakan bahwa ia akan ke supermarket dalam kondisi yang tidak terlalu fit. Panggilan yang tidak diangkat, lengkap sudah


Gita dan Tiara melipat kedua tangan di depan dada, memasang wajah sangar


“Woi pa Handoko. Lo itu belum sehat, entar kalo lo mati di jalan gimana hah?” Tiara menghela nafas kesal

__ADS_1


Gita menjitak pelan kepala Tiara “Mulut harap dijaga pa Razak”


Arafah tertawa pelan melihat wajah cemberut Tiara yang mendapat hadiah jitakan dari Gita. Walau tentu tak terlalu sakit, tapi sikapnya sedikit berlebihan


Mereka segera merangkul Arafah, berniat menyeretnya masuk ke dalam rumah. Tak mempedulikan mobil di depan sana yang tak kunjung beranjak


Tentu saja Arafah berniat melepaskan diri, namun semakin dirangkul erat oleh kedua makhluk itu untuk masuk ke dalam rumah


Sampai satu suara berhasil menghentikan langkah mereka “Arafah belanjaan lo” Alvin bersandar di pintu mobil dan mengangkat dua kantong belanjaan


Tentu saja bukan hanya Arafah yang berbalik, mereka menatap lelaki itu dengan pandangan yang berbeda-beda


“Dapat dimana lo abang grab se-ganteng itu Ra?” Tanya Tiara tanpa mengalihkan pandangannya


Gita mengangguk sependapat dengan Tiara. Sebelum ia tersadar akan satu hal “Eh wait. Kok abang grabnya mirip kak Alvin yah Ra?”


“HAH KAK ALVIN? SERIUS LO” teriak Tiara heboh dan melepaskan rangkulannya dari Arafah


Dengan pandangan tak percaya, ia berjalan mendekati Alvin yang mulai siaga. Dan benar saja, Tiara kembali melakukan aksi konyol. Ia menatap sangat dekat wajah Alvin, hingga membuat Alvin risih dan mendorong pelan bahu Tiara


Tiara membelalakkan mata tak percaya, ia berbalik “BENERAN KAK ALVIN WOI”


Arafah dan Gita kompak menutup wajah mereka menggunakan telapak tangan, sangat malu tentunya mempunyai teman spesies seperti Tiara


“Sumpah, gua malu Gita”


“Entar malam kita buang dia diam-diam di rumah mantannya”


-------------------------

__ADS_1


“Kok kak Alvin bisa pulang bareng lo sih Ra” Tiara meletakkan barang belanjaan Arafah di atas meja makan


“Gak sengaja ketemu tadi di supermarket” jawab Arafah dan merebahkan tubuhnya di atas sofa


Rumah yang mereka tempati memang tidak terlalu besar, sehingga jika orang itu masih berada di dalam rumah suaranya akan terdengar ke seluruh penjuru


“Lo udah gak papa Ra?” Gita menatap cemas sahabatnya


“Aman boss. Udah mendingan kok”


Tiara ikut duduk disofa lainnya “Lain kali kalo mau keluar, sendiri aja Ra. Biar ketemu terus sama kak Alvin. Soalnya kalo lo keluar bareng kita, gak pernah tuh ketemu sama kak Alvin”


Teori aneh Tiara sukses mengalihkan seluruh pandangan dalam rumah itu kepadanya. Tiara tersenyum manis, membuat huruf V menggunakan jari telunjuk dan tengahnya


“Piss, canda euyyy”


Allahuakbar Allahuakbar


“Shalat gih sana” kata Tiara sebelum beranjak masuk ke dalam dapur


Tidak, ia sedang tidak halangan sehingga tidak melakukan ibadah shalat. Angeline Tiara Mahkota Razak. Memiliki kepercayaan yang berbeda dengan kedua sahabatnya. Gadis yang selalu berhasil mendatangkan tawa dihari-hari Gita juga Arafah beragama Kristen Katholik


Tentu saja hal itu, tidak menghalangi persahabatan mereka yang sudah lama terjalin. Perbedaan yang hadir bukan suatu alasan yang dapat merusak persahabatan mereka, justru itulah yang membuat keberagaman hadir dalam rumah sederhana ini


Sambil menunggu sahabatnya selesai ibadah, Tiara mencuci beras dan memasaknya dalam penanak nasi. Mencuci sayur yang dibeli oleh Arafah dan mencucinya kemudian memotong dan menumisnya, mengambil nugget dari dalam kulkas dan menggoreng


Saat sayur dan nuggetnya sudah siap, ia menata masakan itu di atas meja makan dan berdecak kagum


“Dah cocok nih gue dipinang Sehun kalo gini. Ga bakal nyesel deh tuh orang kalo nikahin gue sekarang”

__ADS_1


__ADS_2