Kisah Kasih Senja

Kisah Kasih Senja
BAB 33 (CANTIK)


__ADS_3

Kedua makhluk berbeda jenis itu tertawa, saling memandang dengan lengkungan yang terlihat begitu sempurna


“Lo duluan. Mau kasih apa ke gue?”


Arafah menampilkan senyum tipis yang memukau, ia meletakkan paper bagnya di atas jok motor Alvin. Mengeluarkan kotak dari dalamnya dan membuka


“Siniin tangan kakak” pinta Arafah


Alvin awalnya sempat terhenyak kemudian tersenyum menggoda “Hati aja mau gak?”


“Siniin cepat” Arafah menghentakkan kakinya tak sabaran “Mumpung mau aku pakein”


Dengan jantung yang sudah berdetak tak karuan, Alvin mengayunkan tangannya ke arah Arafah. Membuat gadis itu tersenyum lebar


Dengan telaten, ia memasukkan sebuah arloji berwarna cokelat ke tangan Alvin “Pas” ucapnya dengan bangga


Mata Alvin menatap Arafah lurus “Kok ngasih gue hadiah? Yang ulang tahun itu Mama bukan gue” tanyanya dengan suara lembut


Gelengan Arafah membuat Alvin heran “Gak papa, pengen aja. Aku jarang kasih Kak Alvin sesuatu, sementara Kakak hampir tiap minggu ngasih aku hadiah” matanya melirik salah satu pada paper bag yang berada di depan Alvin “Yang kecil itu buat aku kan?”


Alvin juga sontak menuju ke arah pandangan Arafah, ia tertawa kecil kemudian mengangguk mengiyakan “Gak perlu Arafah. Dengan lo yang selalu jalan di samping gue itu udah lebih dari hadiah apapun. Cukup ada di sisi gue dan jalan berdampingan selalu. Im so love it”


Hati Arafah terenyuh mendengar ucapan Alvin. Ada suatu rasa yang mendorong Arafah untuk memeluk Alvin, namun tentu ia tahan


Menyadari tingkah Arafah, Alvin tertawa gemas. Ia mengacak pelan puncak kepala gadis itu “Tahan. Peluknya nanti aja, kalau udah disahin sama KUA. Jangankan peluk, mau ndusel-ndusel manja tiap hari juga gak bakal ada yang larang”


Pipinya merona menahan malu. Ternyata sudah sedekat itu ikatan batin diantara mereka hingga Alvin dapat menyadari hal tersebut


“Tangannya sini” kata Alvin kemudian mengeluarkan sebuah gelang berwarna silver dengan hiasan bintang, terlihat sederhana namun sungguh sangat menawan


Tanpa banyak kata, Arafah mengikuti permintaan Alvin. Gerakan lembut Alvin saat mengenakannya di atas lengan baju Arafah sungguh membuat gadis itu terbuai. Terlebih ketika melihat paras menawan Alvin yang sedang serius mengaitkan gelang itu


Alvin menepuk-nepukkan tangannya senang “Beres” ia memandangi Arafah yang terlihatsedang mengamati benda ditangannya “Cantik banget”

__ADS_1


“Aku?”


“Bukan, gelangnya. Pede amat lo”


Tawa Alvin terdengar puas melihat wajah cemberut Arafah “Nggak, bercanda. Lo berkali-kali lipat lebih cantik dari gelang itu. Gelangnya aja udah kaya minder gitu dipake sama lo”


“Dihh. Recehnya keluar lagi”


Pandangan mereka bertemu. Dalam diam dan di bawah senja yang sebentar lagi akan berganti kelam, kedua insan manusia itu tersenyum hangat


“Masuk gih, udah petang. Shalat maghribnya jangan ditunda, habis itu ngaji, terus berdoa sama Tuhan biar kita ditakdirkan untuk mengakhiri hubungan ini dengan sesuatu yang membahagiakan” ucap Alvin tulus “Seperti menikah mungkin?”


-------------------------------------


“Ya Allah Tiara. Gue Cuma mau pergi pesta, bukannya lamaran” Arafah sedari tadi terus saja dibuat berdecak kesal karena tingkah Tiara


Seusai shalat maghrib, Tiara menerobos masuk dan membongkar semua baju Arafah untuk memilih pakaian apa yang akan dikenakan oleh sahabatnya sebentar


“Eits eits eits, lo gak boleh asal nyeplong yah Fa. Lo harus kece maksimal, badai dan aduhai di depan Mama Kak Alvin alias calon mertua lo” seru Tiara heboh yang sudah berlagak seperti penata busana profesional


Ia selonjoran di kasur dengan pandangan yang sekarang fokus pada layar handphone. Menonton video yang memperlihatkan Ardhito Pramono di dalamnya


“Fa” panggil Tiara cempreng “Arafah Eliza”


Awalnya Arafah tidak ingin menggubris temannya itu tapi karena Tiara yang sudah mengeluarkan suara toanya, ia akhirnya memilih untuk menekan tombol pause dan melirik


“Apaan”


Tiara menunjukkkan dua pakaian dimasing-masing tangannya “Mau pake terusan atau rok aja?”


Gadis itu mengubah posisinya menjadi duduk, menatap lurus pada Tiara “Terusan aja. Udah, urusin juga sana baju lo”


“Gue mah gampang, pakai baju yang ini juga ayo” Tiara berujar percaya diri dengan setelan daster andalannya “Orang cantik mah, pakai apa aja gak bakal ngaruh. Tetap cetar membahana dan always ulala” lanjutnya kemudian dengan diakhiri dengan tawa yang meledak

__ADS_1


Arafah ikut tertawa melihat sifat ajaib temannya itu yang berlalu keluar kamar. Sampai suara Ardhito Pramono terdengar mengalun lembut dari handphonenya


Alvino Tampan Masa Depan Arafah


Siapa lagi yang memberi nama kontak itu jika bukan Alvin sendiri. Arafah menggeser tombol hijau, menempelkan benda itu ketelinganya


“Arafah. Udah shalat isya?”


Ia melirik ke arah jam dinding, kemudian tersenyum receh “Hehe, belum. Kirain tadi belum masuk waktunya”


Helaan nafas Alvin terdengar sangat jelas “Sana, shalat dulu”


Arafah bangkit berdiri, menyepol rambutnya asal setelah menekan tombol speaker “Waktu isya panjang kok. Aku siap-siap sekarang yah, pestanya jam setengah sembilan kan?”


“Nggak. Shalat isya dulu” suara Alvin terdengar tegas “Cepat sana shalat Arafah” lanjutnya saat tak mendengar sahutan


“Iya iya, aku shalat dulu yah. Entar sekitar jam delapan Aku, Tiara sama Gita ke sana”


“Gak usah banyak ngebanyol, cepetan ambil wudhu terus shalat. Gue udah mau jalan ke sana” suara mesin kendaraan yang dinyalakan pertanda bahwa lelaki itu benar-benar serius “Dadah”


Di tempatnya berdiri, Arafah dibuat tersenyum-sendiri. Kesemsem dengan tingkah Alvin yang menurutnya selalu saja manis


Ia mulai mengambil wudhu dan memanggiil Gita untuk menjalankan ibadah wajib umat muslim dengan khusyu dan penuh kehangatan hati


Setelah mereka shalat, Tiara ikut masuk ke dalam kamar dan mulai memakai pakaian yang sudah dipilih. Arafah tampak sangat menawan dengan balutan pakaian yang dipilih oleh Tiara


Long dress berwarna peach yang tidak terlalu berlebihan, pashmina berwarna lebih gelap dari dressnya dan high heels berwarna serupa. Ia tampak sanga menawan dengan balutan itu. Make up tipisnya semakin menambah nilai plus pada penampilan Arafah malam ini


Membuat Alvin yang tadinya memainkan handphone, langsung mengalihkan pandangannya pada Arafah yang baru keluar dari kamar. Memandang takjub pada gadis itu


“Ini beneran lo Fa?” Alvin berdiri, mengikis jarak pada Arafah


Arafah memutar bola matanya kesal “Bukan. Ini mba-mba penjual jagung rebus yang biasa keliling komples sambil gendong baby”

__ADS_1


Alvin terkekeh geli “Bening banget future wife gue. Pengen cepet jadi suaminya deh”


__ADS_2