Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Make over Kasih


__ADS_3

"Aku akan mengajaknya ke salon, apa itu mengganggumu?" tanya Satria dengan nada angkuh.


"Tidak, hanya saja kamu jangan lagi mengusili Kasih." Andika menatap sinis ke arah Satria.


Satria pun mendekati Andika. "Kamu suka sama, Kasih?" tanya Satria seraya memicingkan matanya ke arah Andika.


"Aku hanya tidak ingin, Kasih di permainkan seperti wanita-wanita yang selalu mendekatimu," ucap Andika tegas.


Satria terdiam, dia banyak mendengar gosip tentang dirinya yang suka mempermainkan para gadis. Padahal kenyataannya, Satria selalu mengacuhkan mereka. Lalu mereka membuat gosip tentang dirinya, agar tak ada yang mendekati Satria. Malas berdebat, akhirnya Satria memilih meninggalkan Andika.


Motornya melaju cepat sambil memboncengi Kasih.


"Satria, kamu jangan ngebut. Aku risih jika harus memelukmu." Kasih protes saat Satria mempercepat laju motornya.


Satria pun menurut, dia langsung memperlambat laju motornya.


Sesampainya di butik milik mamanya, Satria langsung menuntun Kasih masuk ke dalam.


"Sayang, siapa yang kamu bawa?" tanya Manohara ibu dari Satria pemilik butik terkenal di kotanya.


"Dia temanku, akan aku ajak ke pesta nanti malam." Satria menuntun Kasih ke hadapan Manohara.


Manohara langsung menarik tangan Satria, "kamu gak salah, bawa wanita model kayak gitu?" tanya Manohara berbisik di telinga Satria.


"Enggak, Mah! Justru aku mau mempermalukan dia di depan teman-temanku, " balas Satria berbisik.


"Kamu jangan macam-macam, ingat pesan papa. Jangan pernah mempermainkan perasaan wanita," omel Manohara pada putra bungsunya.


"Iya, iya..." jawab Satria mendengus kesal. Rencananya akan gagal karena telah mengadu pada mamanya.


Manohara pun menghampiri Kasih, "kamu bisa ikut, Tante?" panggil Manohara seraya mengulurkan satu tangannya.


"Baik, Tante!" Kasih pun menuruti Manohara, lalu mengikutinya.


Mereka masuk ke galeri pakaian milik Manohara. Kasih menunjuk satu gaun berwarna merah maroon.


"Kamu ke ruang ganti," suruh Manohara seraya memberikan gaun berwarna merah maroon kepada Kasih.


Kasih berjalan menuju ruang ganti, yang terletak di sudut ruangan.


Selang beberapa menit, Kasih pun keluar sudah menggunakan gaun berwarna merah maroon.


"Pas, banget di badan kamu!" puji Manohara. "Sekarang kita ke ruang make up," ucap Manohara sambil menggandeng tangan Kasih.


Manohara dengan telaten merias wajah Kasih, pertama dia membuka kacamata tebal yang menutupi kecantikan Kasih.


Setengah jam sudah Kasih di rias oleh Manohara.

__ADS_1


"Kamu cantik sekali!" puji Manohara kala melihat wajah Kasih. Riasan makeup natural, menampakkan kecantikan Kasih.


Kasih tak percaya, mungkin saja itu kalimat sindiran untuknya. Kemudian dia menoleh ke cermin di belakangnya. Dirinya tak percaya, bisa melihat wajahnya yang cantik di depan cermin.


"Oke, kita keluar." Manohara mengajak Kasih keluar dari galerinya.


Satria sudah menunggu di ruang tunggu, dengan penampilan yang sudah siap menghadiri acara ulang tahunnya.


Satria..." Manohara memanggil anak bungsunya yang sedang menghadap ke arah pintu luar.


Saat berbalik, Satria terkejut saat melihat penampilan Kasih yang sudah berubah seratus delapan puluh derajat.


"Kasih?" Satria mendekati mamanya beserta Kasih


"Kenapa? Kamu terpesona, ya?" tanya Manohara sambil menggoda anaknya.


Matanya tak berkedip menatap Kasih, yang penampilannya sudah berubah.


"Cantik," puji Satria sambil menatap Kasih.


"Satria, bisakah aku menghubungi ayahku?" tanya Kasih


"Bisa," jawab Manohara. "Kamu bisa pergunakan telpon tante," ucap Manohara yang memberikan ponselnya.


Kasih langsung mengambil tasnya, dia membuka catatan pribadinya untuk melihat nomor telpon ayahnya.


Kasih hanya memutar kedua bola matanya malas. "Kalau kamu terus mengejekku, aku akan pulang!" Kasih mengancam Satria.


" Eh iya, maaf. Aku hanya bercanda," ujar Satria eraya menyatukan kedua telapak tangannya.


Kasih telah menghubungi sang ayah, dan ayahnya pun menijinkan Kasih untuk menghadiri acara pesta ulang tahun Satria.


Satria dan Kasih pun pulang dengan terpisah. Kasih di antar oleh Manohara menggunakan mobilnya, sedangkan Satria pulang dengan motor sportnya.


Satria telah sampai lebih dulu di rumahnya, karena dia mengendarai motor. Sedangkan Kasih masih terjebak macet dengan Manohara.


"Satria, selamat ya!" Cempaka datang menghampiri Satria dengan membawa kado besar di tangannya.


" Terima kasih," jawab Satria.


Kemudian Cempaka pun cipika cipiki dengan Satria, lalu memberikan kado untuknya.


Semua teman-temannya, sudah hadir di acara pesta ulang tahun Satria.


Acara belum juga di mulai, karena Satria sedang menunggu kedatangan seseorang.


Kasih dan mamanya belum juga datang, karena terjebak macet saat akan pulang dari butik.

__ADS_1


"Sat, uda hampir satu jam kok belum juga mulai?" Cempaka protes pada Satria.


"Aku sedang menunggu seseorang," ucap Satria sambil mengarahkan matanya ke pintu.


"Siapa, sih?" Cempaka terlihat cemberut saat mendengar Satria sedang menanti kehadiran seseorang.


Mobil Manohara telah tiba di halaman rumahnya. Kasih nampak gugup dan takut, jika ada Cempaka di dalam rumah Satria.


" Kamu kenapa, Kasih?" tanya Manohara yang melihat ketegangan di wajah Kasih.


" Enggak apa-apa, Tan!" jawab Kasih sambil memainkan jemari tangannya. Kasih terlihat gugup dan ketakutan. Di dalam pesta, pasti ada kehadiran Cempaka. Sedangkan Satria mengajaknya langsung ke acara pesta ulang tahunnya.


"Ayo, kita masuk!" Manohara membukakan pintu mobilnya agar Kasih keluar.


" Iya, Tan!" jawab Kasih dengan tersenyum getir.


"Satria pasti suka, karena kamu kelihatan sangat cantik." Manohara memuji kecantikan Kasih.


Manohara menggandeng tangan Kasih, berjalan masuk ke halaman belakang.


Dengan wajah gugup, Kasih berjalan di belakang Manohara. Antara tegang dan cemas serta khawatir, Cempaka akan marah kepadanya.


" Satria..." Manohara memanggil anak bungsunya.


Semua tamu undangan pun menoleh, ke arah Manohara. Satria segera menghampiri Manohara yang berdiri di depan teras rumah.


Kasih bersembunyi di belakang punggung Manohara. Dia mengintip dari atas bahu Manohara, melihat banyak teman-teman nya yang datang ke acara pesta ulang tahun Satria.


Satria menoleh ke arah belakang punggung sang mama.


" Kasih," panggil Satria yang langsung menghampiri Kasih.


Satria menadahkan tangan kirinya, dan di sambut uluran tangan kanan Kasih. Satria membawa Kasih, menuju panggung kecil yang telah di sediakan oleh EO.


Panggung kecil berhiaskan aneka macam bunga hias. Serta kue ulang tahun bertingkat tiga berwarna putih.


Semua mata tertuju pada gadis yang di tuntun oleh Satria. Mereka berbisik-bisik, menanyakan siapa gadis yang bersama Satria. Penampilan Kasih sangat berbeda, tidak seperti biasanya.


Satria dan Kasih sudah berdiri bersama di atas panggung.


Semua mata tertuju pada pasangan, yang terlihat serasi di depan mata mereka.


" Sebelum acara pesta ulang tahun ku di mulai, aku ingin memperkenalkan gadis yang berdiri di sebelah ku." Satria mengucapkan salam pembukaan. "Pertemuan kami bermula, di saat aku hampir menabraknya. Dan dia gadis pertama, yang berani membentakku serta tidak takut dengan posisiku di sekolah."


Semua mata tertuju pada penampilan Kasih, dan bertanya-tanya tentangnya.


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2