Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Mama bukan Tante!


__ADS_3

"Baik, Tan-" ucapan Kasih terhenti kala Manohara menyelanya


"Eits, ets ... mama bukan Tante!" ucap Manohara penuh penekanan.


"Baik, Ma-ma!" Kasih tersenyum ke arah Manohara.


"Tan, aku gak di ajak?" teriak Andika dari arah luar pintu.


"Eh, kok kamu pulang sama Andika?" tanya Manohara yang baru menyadari kehadiran Andika.


"Satria tuh gak mau ngajak Kasih, Tante!" jawab Andika.


"Oh, ya sudah. Kita makan siang bersama," ajak Manohara. Kemudian mereka berjalan menuju ruang makan.


"Mama sudah masak makanan spesial buat kamu," ucap Manohara yang sudah menyendok kan nasi ke atas piring Kasih.


"Terima kasih, Ma!" jawab Kasih.


"Tan, kok udah pulang aja?" tanya Andika yang sudah duduk di atas kursi makan.


"Tante ikut kontes fashion show, lalu menang! Yeay..." Manohara bersorak sendiri. "He, he, he..." Manohara terkekeh saat meyorakkan dirinya sendiri.


"Terus?" jawab Andika tanpa ekspresi lalu Kasih juga bingung melihat sikap Manohara.


"Terus, juri yang kemarin tampil di ajang fashion show, akan datang ke butik Tante. Mereka akan melakukan promosi, memperkenalkan semua karya Tante," jawab Manohara dengan senyum sumringah.


"Lalu, bagaimana dengan pendidikan Tante?" tanya Andika.

__ADS_1


"Nanti akan Tante teruskan, setelah menyelesaikan urusan di sini," sahut Manohara, lalu pandangan nya beralih ke arah pintu. Karena melihat kedatangan Satria, sambil membawa helm.


"Sayang! Kamu kok baru pulang?" tanya Manohara yang langsung berdiri.


"Mama! Kok udah pulang aja?" tanya Satria yang terkejut melihat keberadaan Manohara.


"Mama, ada kerjaan di sini." Manohara menghampiri Satria, lalu merangkul pundak nya sembari memeluk nya


"Oh!" jawab Satria dengan malas.


"Kamu gak senang mama pulang?" tanya Manohara


"Senang, rumah ini jadi rame lagi," ucap Satria sambil melirik ke arah Kasih.


"Eh, kita makan siang bareng!" ajak Manohara yang langsung menuntun tangan Satria.


"Ayo, makan!" ucap Manohara yang menyuruh ketiganya makan.


"Ma, aku mau cuci tangan dulu lalu ganti baju." Satria langsung bangkit dari duduknya, lalu pergi menuju kamar Nino.


"Hey, kok Satria ada di kamar Nino?" tanya Manohara yang melihat Satria berjalan menuju ke kamar Nino yang letaknya di lantai atas.


"Karena aku menempati kamar Satria," jawab Kasih.


"Loh, bukannya kalian sudah menikah?" tanya Manohara sambil menatap intens ke arah Kasih.


"Aku masih sekolah, Mah!" jawab Kasih.

__ADS_1


"Tan, kalau ngobrol terus. Kita kapan makannya?" protes Andika yang sejak tadi perutnya sudah lapar.


"Ah, iya. Ayo kita makan," kata Manohara yang langsung menyuap nasinya.


Selang beberapa menit, Satria keluar dari kamarnya. Dia berjalan menuju ke arah ruang makan.


"Anak ganteng, sudah selesai membersihkan dirinya?" tanya Manohara yang melihat Satria sudah mengganti bajunya.


"Sudah, Ma!" jawab Satria yang langsung duduk di sebelah Kasih.


Satria terlihat acuh dan tak menoleh ke arah Kasih.


Ada apa ya dengan Satria? Kenapa sikapnya tiba-tiba jadi berubah? Batin Kasih sambil melirik ke arah Satria.


Mereka pun makan dengan suasana hening.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Kasih pamit pada Manohara untuk mengganti bajunya.


"Ma, aku ke kamar dulu untuk ganti baju." Kasih langsung berjalan menuju ke arah kamarnya.


"Tan, aku mau pulang. Nanti di cariin sama mama." Andika pamit pada Manohara.


"Memangnya mama kamu sudah pulang?" sindir Satria dengan nada ketus.


Andika terlihat menatap kesal ke arah Satria.


Silakan like dan berikan komentar mu

__ADS_1


__ADS_2