Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Dia pacarku!


__ADS_3

Dari jauh terlihat Suzzana yang terkejut melihat Satria, sedang berdansa dengan seorang gadis.


"Siapa gadis itu?" gumam Suzzana yang tidak mengenali wajah Kasih. Karena selama ini Suzzana hanya melihat Kasih dengan kacamata tebalnya.


Setelah Satria menyelesaikan live music nya, Suzzana langsung menghampiri nya.


"Satria..." panggil Suzzana dengan suaranya yang lembut


Kasih begitu mengenal suara yang memanggil Satria dari arah belakangnya. Seketika dia langsung membulatkan kedua bola matanya, karena merasa ketakutan.


"Iya, maaf Tante siapa?" tanya Satria yang terkadang suka melupakan wajah orang yang sekilas bertemu dengannya. Terkecuali Satria tak pernah melupakan wajah sang ibu.


"Tante Suzzana, mamanya Cempaka!" ucap Suzzana seraya mengulurkan tangannya. Suzzana bermaksud ingin menjabat tangan Satria


"Oh," ucap Satria hanya ber-Oh saja tanpa memperdulikan uluran tangan Suzzana.


"Ish, sombongnya!" gumam Suzzana dalam hati seraya menggerutukan giginya.


Satria tahu jika Suzzana telah mengusir Kasih dari rumahnya. Makanya dia bersikap acuh pada Suzzana.


"Kamu sama siapa?" tanya Suzzana.

__ADS_1


"Sama pacarku," jawab Satria seraya memperkenalkan Kasih kepada Suzzana.


Kasih pun menoleh ke arah Suzzana dengan senyum terpaksa, sambil memakai kacamata tebalnya.


"Ka-mu!" Suzzana terkejut saat melihat sosok gadis di hadapannya. Karena Kasih kini menggunakan kacamata tebalnya.


"Bu-, eh maaf Tante! Apa kabar?" tanya Kasih yang langsung berbalik menghadap Suzzana.


"Kasih, ngapain kamu sama Satria!" bentak Suzzana seraya menatap tajam ke arah Kasih


"Tante, dia pacarku!" ucap Satria penuh penegasan. Satria langsung berdiri mendekati Kasih


"Tapi, Sat... tante sudah menjodohkan kamu dengan Cempaka." Suzzana kembali berkata lembut pada Satria.


Suzzana terlihat kesal, lalu dia pergi meninggalkan Kasih dan juga Satria.


Kasih langsung terduduk lemas di bangkunya. Dia merasa bersalah, karena telah membuat Suzzana marah. Sang bunda selalu mengajari Kasih, agar selalu sopan dan hormat kepada orang yang lebih tua.


"Kamu kenapa?" tanya Satria yang melihat kesedihan di wajah Kasih.


"Aku menyesal telah membuat ibu tiri ku marah," jawab Kasih seraya menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Untuk apa menyesal! Toh dia sendiri yang membentak kamu," balas Satria. "Sudah, kamu gak usah pikirin nenek lampir itu. Sekarang kita makan, karena sudah malam. Nanti papa sama Mama akan ngomel." Satria pun memakan menu yang sudah tersedia di atas meja.


Usai menyantap makanannya, mereka pun keluar dari kafe. Lalu berjalan menuju area parkiran. Satria mencari motor nya, yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk parkiran.


"Pakai jaketku," ucap Satria yang langsung memakaikan jaketnya ke tubuh Kasih


"Tapi aku juga pakai jaket," ucap Kasih yang ingin membuka jaket Satria.


"Pakai saja, nanti kamu masuk angin." Satria mencegah tangan Kasih yang ingin membuka jaketnya.


"Iya tapi kamu jadi gak pake jaket, nanti kalau kamu yang masuk angin gimana?" tanya Kasih.


"Ada kamu yang ngurusin aku, kalau aku sakit." Satria mencapit dagu Kasih dengan sela-sela jarinya


Wajah Kasih langsung memerah, saat Satria kembali menggodanya.


"Udah buru jalan," ucap Kasih yang langsung memalingkan wajahnya karena malu.


Satria hanya tersenyum saat melihat wajah Kasih yang tersipu malu. Kemudian dia langsung menaiki motor nya, di susul Kasih.


Satria pun melajukan motornya meninggalkan area mall.

__ADS_1


Silakan like dan komentar ya guys!


__ADS_2