Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Tudingan Amanda


__ADS_3

"Baiklah, kamu bisa turun." Amanda mempersilahkan Kasih untuk turun dari tempat tidur.


"Baik, Kak!" ucap Kasih yang langsung turun dari tempat tidur.


"Bisa kamu rahasiain, semua cerita kita hari ini?" tanya Amanda pada Kasih.


"Maksud Kak Manda, apa?" tanya Kasih seraya menyipitkan kedua matanya.


"Aku tahu, kalau ayahmu sudah meninggal. Dan sekarang kamu hidup sebatang kara. Pastinya kamu bisa diterima di rumah Hendi Wirawan, karena tragedi perkosaan yang dilakukan oleh Satria sama kamu." Amanda menjelaskan perlahan agar Kasih mengerti.


"Lalu?" tanya Kasih yang masih belum paham.


"Kamu sudah tahu belum, kalau om Hendi Wirawan adalah pengusaha paling kaya di negara ini?" tanya Amanda menyelidik.


"Aku gak tahu," jawab Kasih dengan nada polos.


"Kamu beruntung bisa masuk ke dalam keluarga Om Hendi, karena banyak gadis yang mengincar anaknya. Sedangkan aku sangat sulit untuk masuk ke sana. Butuh banyak trik untuk menarik perhatian Nino. Dan kamu, terlalu mudah masuk ke dalam keluarga om Hendi. Pertahankan! Buatlah Satria mencintaimu," saran Amanda seraya tersenyum licik.


Amanda hanya menginginkan harta Nino. Dan butuh banyak sekali intrik, yang dilakukan Amanda agar Nino jatuh cinta kepadanya.


"Aku masih gak mengerti maksud, Kakak!" ujar Kasih seraya menggelengkan kepalanya.


"Kamu masih terlalu polos untuk membicarakan hal ini. Tapi lebih baik, daripada kamu mengerti. Lantas hanya ingin memanfaatkan kejadian itu, untuk menikmati harta om Hendi." Amanda menyeringai licik

__ADS_1


Kasih baru mengerti arah bicara Amanda. "Aku baru paham! Jadi kamu pikir aku mau menikah dengan Satria itu karena harta dari papanya?" bentak Kasih seraya menggebrak meja.


"Kasih, kamu gak usah emosi gitu!" Amanda terlihat ketakutan saat melihat Kasih mengamuk.


Tiba-tiba Satria dan Nino masuk ke dalam ruangan Amanda.


"Ada apa, Amanda?" tanya Nino panik yang mendengar teriakkan Kasih


Kasih langsung keluar dari ruangan Amanda, kemudian Satria mengejar Kasih.


Amanda langsung duduk saat Nino datang menghampiri nya.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Nino


"Ada apa dengan Kasih? Kenapa dia bisa emosi kayak gitu?" tanya Nino.


"Mungkin dia hanya syok!" jawab Amanda gugup.


Sementara Kasih berlari ke arah halte bus, dia pun duduk sambil menangis seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya. Satria pun mencoba mendekati Kasih.


"Kamu kenapa?" tanya Satria ragu.


Kasih hanya terdiam, dia tak menjawab pertanyaan Satria.

__ADS_1


"Kasih, maafkan aku. Jika semua yang aku lakukan saat itu, telah berakibat buruk buat kehidupan mu, maka aku akan bertanggungjawab." Satria berlutut di hadapan Kasih.


Kasih terus menutup wajahnya, dia tidak ingin melihat wajah Satria.


"Kasih, jangan menangis terus. Gak enak di lihatin orang," ucap Satria dengan nada pelan di hadapan Kasih. "Takutnya mereka kira aku pria paling jahat, yang suka menyakiti perasaan seorang gadis."


"Please dong, jangan nangis!" kata Satria memohon. "Nanti aku beliin es krim, mau?" tanya Satria yang menggoda Kasih.


Kasih langsung membuka tangannya dari wajahnya.


"Aku mau pulang aja ke desa," ucap Kasih merajuk.


"Pulang ke desa? Lantas kamu sama siapa kalau pulang ke sana?" tanya Satria.


"Pokoknya aku mau pulang aja ke desa, aku gak mau tinggal di sini." Kasih merengek seraya memalingkan wajahnya ke sisi lain.


"Apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Satria sambil menatap intens ke arah Kasih.


Kasih hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan Satria.


"Baiklah, kita ke mobil kak Nino. Setelah itu akan kita bicarakan sama papa." Satria langsung berdiri dan mengajak Kasih.


jangan lupa like dan berikan komentar mu

__ADS_1


__ADS_2