
"Beraninya kamu menampakkan diri, setelah berbuat mesum sama Satria!" Cempaka berdiri di sebelah Kasih.
"Iya, kok kamu jadi cewek gak tahu malu banget!" cibir Lita teman satu gengnya Cempaka.
Kasih hanya menundukkan kepala saat dirinya di kerumuni oleh geng Cempaka, yang berjumlah empat orang.
Mereka sedang membully Kasih saat jam istirahat. Di saat semua teman-temannya istirahat, dan hanya ada Kasih yang berada di dalam kelas.
"Heh, jawab! Kenapa kamu masih sekolah? Bukannya ayah kamu juga udah mati. Terus siapa yang akan biayain kamu sekolah di sini?" tanya Cempaka sambil menggebrak meja.
Kasih masih menundukkan kepalanya dan tidak mau menjawab pertanyaan Cempaka. Dia takut ketahuan, jika harus mengatakan dirinya telah menikah dengan Satria.
"Oh, apa jangan-jangan dia jadi simpanan om-om?" ucap Riana dengan nada mengejek.
"Ya pastinya dia memilih pekerjaan itu, karena punyanya dia tuh udah jadi sundel bolong. Ha, ha, ha..." tawa Luna yang di ikuti oleh ketiga teman-temannya termasuk Cempaka.
"Siapa yang jadi sundel bolong?" tanya seseorang dari arah belakang mereka.
"Pa-k Ni-no," ucap Cempaka gugup, kemudian ketiga teman-temannya langsung pergi meninggalkan Cempaka.
"Ma-af," ucap Cempaka lirih.
"Aku tidak menginginkan adanya bully di sekolah ini!" ucap Nino menegaskan. "Jika sekali lagi kamu terlihat sedang membully seseorang, saya gak segan-segan mengeluarkan kamu. Walaupun kamu adalah anak salah satu investor di sekolah ini," ucap Nino mengancam Cempaka.
"I-iya, Pak!" ucap Cempaka sambil menundukkan kepalanya, kemudian dia bergegas pergi meninggalkan Kasih dan Nino.
"Kamu, enggak apa-apa?" tanya Nino yang sudah duduk di depan bangku Kasih.
"Enggak apa-apa, Pak!" jawab Kasih
Dari jauh terlihat Cempaka sedang mengintip Nino yang begitu perhatian pada Kasih.
__ADS_1
"Dasar cewek gatel, kemarin Satria, sekarang dia cari perhatian sama pak Nino!" Cempaka bergumam seraya memandang sinis ke arah Kasih.
"Ehem!" Terdengar suara Andika berdehem di belakang Cempaka. "Kamu, lagi liatin apa?" tanya Andika seraya melihat ke arah dalam kelas.
Cempaka ketakutan saat melihat Andika, kemudian dia memberanikan diri bertanya pada Andika. "Ada hubungan apa antara kamu, Kasih dan Satria?"
Andika mendekati Cempaka, lalu menatapnya penuh kebencian. "Aku hanya ingin menyingkirkan orang jahat seperti kamu!" kecam Andika penuh penekanan
Cempaka terlihat ketakutan, kemudian dia pergi meninggalkan Andika.
Andika tersenyum miring, saat melihat Cempaka ketakutan
"Kamu gak tahu, kalau orang yang di dalam itu adalah adik ipar dan kakak ipar," gumam Andika seraya memandang Kasih dan Nino.
"Kasih!" Andika memanggil Kasih. "Eh, ada Pak Nino," ucap Andika
"Dika, Satria mana?" tanya Nino tegas.
"Lain kali, istrinya jangan di suruh sendirian. Karena banyak kuntilanak yang mendekatinya," ucap Nino yang langsung pergi meninggalkan Kasih dan Andika.
"Kuntilanak?" bingung Andika dengan perkataan Nino.
"Kasih, apa siang hari ada kuntilanak?" canda Andika seraya menghibur Kasih yang sedang bersedih.
"Apa sih! Kalian tuh pada garing banget bercandanya," ucap Kasih yang menatap malas ke arah Andika.
"Ya udah, kamu jangan sedih lagi. Aku traktir es teh di kantin." Andika langsung menuntun tangan Kasih.
"Cuma es teh?" ledek Kasih
"Kamu jangan kebanyakan makan, nanti gemuk kayak Novita." Andika meledek Kasih dengan menyebut nama temannya yang gemuk.
__ADS_1
Kasih dan Andika pun sudah sampai di kantin dari jauh terlihat Satria sedang memperhatikan mereka berdua.
"Ish, kenapa aku harus cemburu?" Satria merutuki dirinya.
"Hey, kamu lagi ngeliatin siapa?" tanya Cempaka seraya menepuk pundak Satria.
Cempaka melihat mata Satria, yang sedang memandangi Kasih.
"Sat, kenapa sih! Kamu ngeliatin dia terus?" tanya Cempaka yang langsung duduk di sebelah Satria. "Aku tahu kamu udah, tidur sama dia. Tapi itu karena gak sengaja, 'kan!" ucap Cempaka penuh penekanan. "Dan aku mau kok jadi pacar kamu," ucap Cempaka yang tak di hiraukan oleh Satria.
"Cukup!" hardik Satria dengan menatap tajam ke arah Cempaka.
"Jauhi, aku!" titah Satria sambil menatap tajam ke arah Cempaka.
"Tapi, Sat--"
"Aku bilang pergi!" teriak Satria, sontak seluruh siswa yang berada di kantin langsung menoleh ke arahnya termasuk Kasih dan Andika.
Satria langsung bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan kantin.
Andika tersenyum puas, saat melihat Satria marah-marah.
"Pasti Satria cemburu padaku, hanya saja tak mau mengakuinya." Andika berucap dalam hati seraya tersenyum puas melihat kecemburuan Satria.
"Satria, kenapa sih?" tanya Kasih pada Andika.
"Enggal tahu," jawab Andika seraya mengangkat kedua bahunya.
Cempaka terlihat kesal saat Satria telah mempermalukannya di depan umum.
"Awas kau Kasih, aku akan membuat pembalasan!" ucap Cempaka dalam hati, seraya menatap sinis ke arah kasih.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like dan komentar