Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Nasehat Kasih


__ADS_3

"Ya, iyalah. Aku sekarang sudah punya istri, apa salahnya bermanja-manja?" ledek Satria sembari melirik ke arah Kasih.


Kasih langsung menajamkan pandangannya sembari menginjak kaki Satria.


"Auw, sakit tahu." Satria terlihat meringis kesakitan sembari mengusap kakinya.


"Sudah, ah! Kalian kerjaannya berantem terus," tegur Nino yang malas melihat tingkah adik dan iparnya.


Mereka melanjutkan makan yang sudah dibuatkan oleh Manohara.


"Mama bisa masak?" tanya Kasih seraya menoleh ke arah Satria.


"Masakan mama paling enak," puji Satria seraya menunjukkan dua ibu jarinya.


"Oh, nanti aku akan belajar masak sama mama." Kasih terlihat antusias.


"Aku mau ke kamar dulu," kata Nino yang malas melihat kemesraan adik-adiknya.


"Kak Nino lagi kenapa sih?" gumam Satria


Kasih hanya menatap nanar kepergian Nino dari hadapannya.


"Sepertinya dia lagi ada masalah," tebak Satria


Kasih berpikir jika Nino sedang marah kepadanya tentang Amanda yang telah membocorkan rahasianya. Tapi menurut Kasih itu bukanlah sebuah rahasia, hanya saja Amanda membuat alasan tersendiri untuk mengancamnya.


Malam pun tiba, seluruh anggota keluarga telah berkumpul di ruang makan.


"No, papa uda selidiki tentang Amanda. Apa kamu masih yang ingin meneruskan hubungan kalian?" tanya Hendi usai menyelesaikan makan malam.


"Aku sedang berpikir, kenapa dia bisa begitu tega memanfaatkan aku." Nino terlihat bersedih saat menjelaskan perasaannya terhadap Amanda.

__ADS_1


"Apa! Jadi kakak dari tadi pusing mikirin kak Amanda?" celetuk Satria yang merasa kasihan melihat sang kakak bersedih.


"Sat, kamu bisa gak sih empati sama kak Nino." Kasih menyenggol lengan Satria.


Satria langsung terdiam saat di tegur oleh Kasih.


"Baiklah, sekarang apa maumu?" tanya Hendi


"Aku akan mencari tahu siapa sebenarnya Amanda."


"Bukannya kamu udah tahu kalau Amanda itu anak tiri ibu kamu?" tanya Manohara.


"Iya, sih Ma. Tapi aku harus benar-benar menangkap basah Amanda, karena selama ini dia menggunakan apartemenku untuk tinggal."


"Apa!" Hendi terkejut mendengar penuturan Nino.


"Maaf, aku memang mencintai Amanda. Hingga di butakan oleh semuanya. Termasuk membiayai kuliahnya sebagai dokter."


"Sabar, Kak. Kalau butuh bantuan, aku dan Kasih selalu siap." Satria menepuk pundak Nino


"Kok, jadi sebut-sebut nama aku?" gerutu Kasih.


"Sudah-sudah, kenapa kalian kerjaannya ribut terus sih!" tegur Manohara.


Mereka pun mengakhiri makan malam dan bergegas menuju kamar masing-masing.


Satria kembali mengendap-endap masuk ke dalam kamar Kasih melalui jendela.


"Kasih," panggil Satria dari arah luar jendela.


Kasih yang sedang belajar langsung menghampiri asal sumber suara.

__ADS_1


"Satria," ucap Kasih yang sudah membuka jendela kamarnya.


Satria pun masuk ke dalam kamar dengan cara melompat


"Kamu mau ngapain kesini?" tanya Kasih


"Aku mau bahas soal kak Nino," kata Satria


Kemudian Satria berjalan menuju tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya.


"Eh, kamu ngapain tidur di situ?"


"Aku capek," jawab Satria.


"Iya, kalau capek ngapain kamu ke kamar aku?" tanya Kasih


"Di sebelah ada kak Nino yang lagi melamun aja, aku tanya dia gak jawab-jawab."


"Seharusnya kamu tuh peka sama kak Nino," kata Kasih menasehati suaminya.


"Huft, aku harus peka seperti apa?" tanya Satria bingung.


"Biarkan saja kak Nino berpikir, mungkin ada sesuatu yang tidak bisa dia ceritakan. Kamu gak usah sok tahu, dan jangan pernah membahas apapun soal kak Amanda saat ini."


"Tapi saat ini aku mau bahas soal kamu," kata Satria.


"Bahas aku soal apa?" tanya Kasih seraya mengerutkan keningnya.


"Soal tadi kamu di panggil sama kak Nino," ucap Satria yang membuat Kasih terkejut.


silakan berikan komentar dan like

__ADS_1


__ADS_2