Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Satria menggoda


__ADS_3

"Kasih!" panggil Satria yang sudah duduk di pinggiran tempat tidur.


Kasih terbangun saat mendengar suara Satria.


"Kamu! Darimana kamu masuk?" tanya Kasih yang terkejut melihat Satria duduk di sampingnya.


"Aku tuh Naruto, yang punya ilmu seribu bayangan," canda Satria seraya tersenyum menunjukkan deretan giginya yang putih.


"Kamu kenapa, sih?" tanya Satria sambil merebahkan tubuhnya di sebelah Kasih.


"Aish! Kamu ngapain tidur di sini?" tanya Kasih seraya mendorong tubuh Satria.


"Suka-suka aku, dong! Ini juga kamarku," ucap Satria sambil memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Kasih. "Lagian kamu kenapa sih? Keluar dari ruangan kak Amanda langsung nangis?" tanya Satria sambil menatap Kasih dengan intens.


Kasih menjadi salah tingkah, kala Satria menatapnya. "Kamu, jangan ngeliatin aku kayak gitu!" ucap Kasih merajuk sambil memalingkan wajahnya.


"Abis kamu gak mau cerita sama aku, kenapa kamu minta pulang ke desa?" tanya Satria.


"Aku hanya gak ingin ngerepotin papa Hendi!" ujar Kasih.


"Memangnya siapa yang bilang kamu ngerepotin? Apa kak Amanda yang bilang begitu?" tanya Satria dengan tatapan curiga.


"Enggak! Hanya saja aku gak mau di bilang wanita murahan, yang masuk ke keluarga paling kaya di negara ini, dengan cara menggoda kamu!" ujar Kasih


"Memangnya aku tergoda sama kamu?" ledek Satria.


"Satria, aku serius." Kasih merajuk seraya mencubit pinggang Satria.

__ADS_1


"Apa yang kak Amanda bicarakan sama kamu?" tanya Satria dengan menatap serius ke arah Kasih.


"Dia bilang..." Kasih menghentikan ucapannya. "Jika Satria tahu kalau aku masih perawan, apakah nantinya aku akan di usir dari rumah ini? Atau aku akan di tuduh telah membohongi nya." Kasih nampak berpikir.


"Dia bilang apa?" tanya Satria


"Dia hanya bilang, aku beruntung masuk ke dalam keluarga kaya, bahkan paling kaya." Kasih menjelaskan pada Satria.


"Lalu kamu senang?" tanya Satria.


"Aku gak senang, karena harus menikah sama kamu," ucap Kasih seraya mengerucutkan bibirnya. "Orang paling jahil satu sekolah, dan paling sombong."


"Tapi kamu suka 'kan, dijahili sama aku!" ucap Satria seraya mencolek dagu Kasih.


"Ish," Kasih langsung menepis tangan Satria.


"Aku malu!" ujar Kasih.


"Kamu pakai baju, 'kan?" ledek Satria.


"Satria, aku sedang tidak ingin bercanda." teriak Kasih.


"Tapi, aku sukanya bercanda sama kamu." Satria langsung menggandeng tangan Kasih


Mereka berdua pun berjalan menuju pintu, dan membukanya.


Di depan pintu, terlihat Hendi dan Nino telah berdiri di hadapan mereka.

__ADS_1


"Satria! Kok kamu bisa ada di dalam?" tanya Nino.


"Aku 'kan Doraemon!" ucap Satria yang langsung menuntun Kasih menuju ruang tamu.


Nino dan Hendi menatap kepergian Kasih dan Satria dari hadapan mereka. Lalu mereka mengikuti langkah sepasang muda-mudi itu, berjalan menuju ruang tamu.


Kasih dan Satria sudah duduk berdampingan di sofa. Sedangkan Nino dan Hendi duduk di hadapan mereka berdua.


"Kasih, jelaskan kepada papa. Kenapa kamu mengunci diri di dalam kamar?" tanya Hendi.


"Kasih hanya tidak suka, kalau dirinya di bilang cewek matre!" jawab Satria.


"Benar itu, Kasih? Siapa yang bilang kamu cewek matre?" tanya Hendi penasaran.


"Kak Amanda." Satria kembali menjawab.


"Gak mungkin, Amanda menuduh Kasih seperti itu!" Nino berucap tegas membela kekasihnya.


"Iya, coba kamu tanya saja sama orangnya," ucap Satria.


"Satria, dari tadi papa nanya Kasih kok malah kamu yang jawab?" bentak Hendi.


"Karena aku suaminya," jawab Satria dengan nada santai.


Hendi dan Nino saling melempar pandangan. Apakah Satria salah minum obat? Hingga membuatnya menjadi baik pada Kasih.


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan berikan komentar mu

__ADS_1


__ADS_2