
"Biar kelihatan cantik aja," jawab Satria.
"Memangnya aku jelek, ya!" ucap Kasih seraya mengerucutkan bibirnya.
"Jelek sebenarnya, hanya saja ketutup sama kacamata tebal itu. Ha, ha, ha..." Satria terkekeh sambil tersenyum tipis.
Satria pun menuntun tangan Kasih, mereka melanjutkan perjalanan nya mengelilingi mall yang cukup luas.
"Kita mau kemana?" tanya Kasih, "sudah malam."
"Ke kafe, sebentar! Perutku lapar," ajak Satria yang langsung masuk ke dalam kafe.
Di dalam nya terdapat sebuah panggung, untuk acara live show music.
Satria memilih tempat duduk persis di depan panggung.
"Kamu mau makan apa?" tanya Satria sambil melihat-lihat buku menu yang di berikan oleh pelayan.
"Aku gak bisa lihat tanpa kacamata ku, Satria!" ucap Kasih penuh penekanan.
"Ah iya, besok kamu harus pake soft lens," ujar Satria. "Baiklah, aku pesan nasi plus ayam goreng dua. Minuman nya es teh manis," jawab Satria. Kemudian Satria memberikan buku menu pada pelayan, setelah menyebutkan pesanan nya.
"Sat..." panggil salah satu vokalis band yang berdiri di depan panggung.
"Hey, Bams!" sahut Satria pada temannya yang bernama Bambang.
"Lu sama siapa?" tanya Bambang yang merupakan teman nongkrong Satria. Bambang melirik ke arah Kasih.
"Dia---" Satria terlihat malu-malu ingin memperkenalkan Kasih pada Bambang. Karena tidak mungkin Satria memperkenalkan Kasih sebagai istrinya. Padahal mereka belum cukup umur untuk menikah.
"Ah iya, pasti pacar lu ya!" tebak Bambang.
__ADS_1
"Hey, nama gue Bambang, biasa di panggil Bams." Bambang mengulurkan tangannya.
"Eits, jangan genit." Satria menepis tangan Bams.
"Eh, kok lu marah! Oh, jadi dia emang bener cewek lu, ya!" Bambang terkekeh, dia langsung duduk di samping bangku Satria.
"Udah lu, jangan ngeledek gua." Satria nampak malas menanggapi candaan Bams.
"Eh iya, nama lu siapa?" tanya Bams seraya menoleh ke arah Kasih
"Kasih," jawab pelan Kasih seraya tersenyum. Kasih mencoba ramah pada temannya Satria, namun wajah Satria terlihat kesal.
"Kasih, wah nama yang cantik seperti orang nya," goda Bambang.
"Udah lu, mending nyanyi sono!" Satria mengusir Bambang, karena dia merasa tidak nyaman jika terus di ledek oleh temannya.
"Kasih, suara Satria bagus loh! Mendingan suruh nyanyi." Bambang ingin mengerjai Satria.
"Wah, Sat! Aku mau mendengarkan suara kamu, sana cepat nyanyi..." ucap Kasih penuh antusias.
"Ayolah, kapan lagi nyanyi di depan pacar," ledek Bambang yang langsung menarik tangan Satria.
"Iya tapi, aku mau makan!" Satria mencoba menolak.
"Satria, please!" Kasih memohon seraya menyatukan kedua tangannya.
Mau tak mau Satria pun mengikuti kemauan Kasih. Dia pun menurut, lalu berjalan mengikuti Bambang.
"Baiklah, teman-teman. Kita dengarkan suara emas milik temanku, Satria..." Bambang memperkenalkan pada pengunjung yang hadir di kafe.
Satria pun berdiri di depan panggung, dia mengkoordinasikan suaranya dan membisikan sesuatu pada pemain keyboard.
__ADS_1
Alunan musik sudah berbunyi, Satria pun mendekati bibirnya dengan microphone.
"Datanglah, nyatakanlah cintamu
Katakan bahwa kau menginginkan diriku
Datanglah, bawalah bunga-bunga
Agar kau dapat membuat diriku terbang
Aku di sini duduk manis menantimu
Aku pun ingin membuat kau tak menyesal
Bahwa kau telah memilih diriku ini
Yang akan terus membuat hidupmu indah
Datanglah, nyatakan janji cinta
Yang akan kau ucapkan, itu yang terakhir
Datanglah (Datanglah), bawalah aku pergi (Huuu)
Bersama dengan semua gelora asmara"
Sembari Satria bernyanyi, dia melangkahkan kakinya menuju ke arah Kasih. Lalu mengajak Kasih untuk berdansa bersama nya.
Kasih terlihat bahagia, saat Satria mengajaknya berdansa.
Silakan like dan berikan komentar mu, guys!
__ADS_1