
"Soal--" ucapan Satria terhenti kala suara Manohara memanggil Kasih.
"Kasih," panggil Manohara dari arah luar pintu kamar.
"Sat, ada mama." Kasih panik saat mendengar suara Manohara. "Cepat kamu sembunyi," cemas Kasih.
"Aku balik lagi ke kamar," kata Satria yang langsung bergegas menuju kamar melalui pintu jendela.
Kasih membuka pintu kamar, dan menemui Manohara.
"Iya, Ma." Kasih tersenyum pias memandangi Manohara.
"Kamu kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Manohara dengan tatapan curiga.
"Enggak, enggak ada apa-apa."
"Dia takut ketahuan kalau Satria baru aja keluar dari kamarnya lewat jendela," sahut Nino yang tiba-tiba saja keluar dari kamarnya
Kasih terkejut mendengar penuturan Nino.
"Kak Nino," ucap Kasih seraya tersenyum meringis.
"Iya, sudah. Mama cuma mastiin kalau kamu sudah belajar dan tidur."
"Oh," kata Kasih.
"Iya, sudah. Sekarang kamu istirahat," kata Manohara
"Iya, Ma." Kasih langsung masuk ke dalam kamar lalu menutup pintu.
Keesokan paginya, semua penghuni rumah sudah bangun. Mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama.
__ADS_1
"Sat, bisa gak nanti kamu bantu kakak?" tanya Nino di sela-sela sarapan.
"Bantu apa, Kak?" tanya Satria.
"Pulang sekolah tunggu di depan parkir, jangan lupa kasih tau Andika." Nino berpesan kepada Satria.
"Untuk apa, Kak?" tanya Satria.
"Kamu gak usah banyak nanya, nanti kasih tahu saja sama Andika untuk menemui kakak di parkiran."
Nino pun bergegas meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah.
"Sepertinya ada sesuatu yang penting, sebaiknya kamu bantu saja kak Nino." Kasih memberi saran pada Satria.
Mereka kini berangkat ke sekolah dengan berboncengan motor. Satria tak lagi malu-malu mengajak Kasih untuk pergi ke sekolah bersama-sama.
Sesampainya di sekolah, Cempaka melihat Kasih yang sedang berboncengan dengan Satria.
Cempaka terlihat sangat marah dan kesal karena Kasih telah merebut pujaan hatinya.
"Terima kasih," kata Kasih yang sedang di bukakan helm oleh Satria.
"Sama-sama," jawab Satria sembari tersenyum bahagia.
Mereka berdua jalan beriringan menuju kelas. Banyak pasang mata sangat iri melihat Kasih yang sedang di tuntun oleh Satria. Mereka tidak menyangka jika Satria bisa menyukai Kasih si gadis culun.
Sementara Cempaka sedang merencanakan sesuatu untuk memisahkan Kasih dan juga Satria.
Rencananya Cempaka akan dilakukan saat pulang sekolah.
"Lita, Riana, Luna, aku mau minta bantuan kalian." Cempaka berbisik di telinga ketiga teman-temannya.
__ADS_1
Apa yang sedang di rencanakan oleh Cempaka?
Sementara Nino sedang sibuk menghubungi kekasihnya.
"Kenapa Amanda sulit di hubungi?" gumam Nino sembari meremas ponselnya.
Nino akan membuat rencana agar asal usul Amanda dapat segera terbongkar.
Nino ingin membuktikan jika yang dikatakan oleh Manohara adalah benar. Padahal kenyataannya Nino masih sangat mencintai Amanda.
"Kak, aku sudah bilang sama Andika. Dia sudah menunggu di parkiran."
Satria melapor pada Nino yang sedang di dalam ruang guru.
"Iya, sudah. Nanti biar Kasih pulang naik taksi online, karena kamu dan Andika harus ikut kakak."
Nino berbicara dengan nada pelan agar tidak terdengar oleh guru-guru yang lain. Karena status mereka masih di sembunyikan sebagai saudara kandung.
Satria pun keluar dari ruangan guru, lalu menemui Kasih yang masih menunggunya di depan parkiran.
"Kasih, aku akan pesan taksi online. Karena kak Nino sedang butuh bantuanku. Kamu gak apa-apa naik taksi?" tanya Satria.
"Aku naik angkot aja, kalau taksi ongkosnya mahal."
"Aku yang bayarin," kata Satria.
"Tapi aku takut kalau naik taksi sendiri. Nanti aku diculik lagi," keluh Kasih.
"Iya, sudah kamu naik angkot saja."
Kasih pun pergi meninggalkan Satria.
__ADS_1
Sementara dari kejauhan terlihat Cempaka sedang mengamati Kasih yang sudah berjalan meninggalkan Satria.
Silakan berikan komentar