
"Satria, kamu jangan kayak gitu. Nanti Andika gak mau main lagi kesini!" ujar Manohara sambil menyipitkan kedua matanya ke arah Satria.
"Dia pasti akan selalu kesini, Mah! Karena ada Kasih, dia itu sekarang jadi pacarnya Kasih." Satria terlihat menatap malas ke arah Andika.
Manohara bingung dengan pernyataan Satria. Padahal Satria telah menikah dengan Kasih, tetapi kenapa Andika yang menjadi kekasihnya Kasih?
"Ada apa dengan kalian?" tanya Manohara sambil menatap ke arah Satria dan Andika secara bergantian.
"Apa kamu menyukai Kasih?" tanya Manohara kepada Andika.
Andika melemparkan pandangan ke arah Satria. "Selama Satria tidak mencintai Kasih!" jawab Andika.
"Apa maksudmu?" tanya Satria seraya menatap kesal ke arah Andika.
"Sudah ah, Tan! Aku pulang dulu," ucap Andika yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
Manohara hanya bisa menghela nafas panjang, dengan sikap kedua pemuda di hadapannya.
"Satria, sebaiknya kamu jaga istrimu. Jangan sampai jatuh cinta pada pria lain," pesan Manohara yang langsung bangkit dari duduknya.
"Mama mau kemana?" tanya Satria.
"Mama mau ke butik, persiapan untuk acara besok." Manohara langsung berjalan menuju ke arah kamarnya.
__ADS_1
Satria pun bersandar di sofa sambil menonton acara di televisi.
Lama tak kunjung keluar, Satria penasaran dengan Kasih. Dia pun beranjak dari duduknya, dan berjalan menghampiri kamar Kasih.
'Tok, tok, tok...'
Tak ada jawaban dari dalam, akhirnya Satria memutuskan untuk membuka pintu.
'Ceklek...'
Pintu pun terbuka, Satria langsung melihat ke dalam dengan kepala terlebih dahulu mengintip dari celah pintu.
"Kasih... kamu lagi ngapain?" tanya Satria yang melihat Kasih sedang berbaring di atas tempat tidur.
Satria melihat Kasih yang tertidur, langsung berjalan menghampiri Kasih.
Satria melihat sembab di kedua mata Kasih.
'Apa Kasih habis menangis?' batin Satria sambil mendekati wajahnya ke arah Kasih.
Kemudian Satria mengelus pipi Kasih, yang terlihat kemerahan.
'Apa yang sedang dia pikirkan?' Satria terus bertanya dalam hatinya. Apakah hari ini dia membuat kesalahan? Hingga membuat Kasih menitikkan air matanya. 'Apa yang harus aku lakukan untuk menghiburnya?'
__ADS_1
Satria terus memikirkan bagaimana cara agar Kasih, bisa melupakan masalahnya sejenak.
Padahal Kasih sedang memikirkan Satria, yang selalu acuh kepada nya.
Saat Satria ingin mengelus pipi Kasih, tiba-tiba kedua mata Kasih pun terbuka.
"Eh..." Satria langsung menjadi salah tingkah, tangannya langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Kasih langsung terbangun, lalu duduk sambil memeluk bantal guling
"Ka-mu, ngapain di sini?" tanya Kasih dengan wajah ketakutan
Satria langsung berdiri, lalu melipat tangannya di depan dadanya.
"A-ku, mau ngajak kamu jalan-jalan," ucap Satria beralasan. "Mau gak? Kalau enggak aku mau balik ke kamar." Satria langsung memutar badannya.
"Aku mau!" ujar Kasih yang langsung turun dari kasurnya. "Aku mau ambil jaket," ucap Kasih yang langsung berjalan menuju ke arah lemarinya.
"Aku tunggu di motor," ucap Satria yang langsung berjalan meninggalkan kamar Kasih
Kasih segera memakai jaketnya, tak lupa memakai kacamata tebal miliknya. Hatinya sungguh senang, kala Satria mengajaknya pergi.
"Eh, tapi! Dia mau mengajakku kemana?" gumam Kasih sambil menatap cermin besar di hadapannya.
__ADS_1
"Ah sudahlah, sebaiknya aku lekas menghampiri Satria. Bisa-bisa dia akan berubah pikiran," ucap Kasih yang langsung pergi meninggalkan kamarnya.
Silakan like dan berikan komentar mu