Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Kasih yang norak


__ADS_3

Mereka sudah sampai di mall paling megah di kota. Dengan arsitektur Eropa kuno, membuat mall terlihat semakin mewah. Banyak patung-patung ala Yunani kuno berjajar di depan pagar.


"Satria, mallnya besar sekali! Apa kamu punya cukup uang untuk masuk ke dalam sini?" tanya Kasih sambil memperhatikan bangunan yang tinggi menjulang berada di sebelah mall.


"Aku cuma mau nongkrong, gak usah ngeluarin duit," ucap Satria yang langsung menuntun tangan Kasih.


"Sat, gak usah di tuntun juga. Aku gak buta!" ucap Kasih melepas tangan Satria.


"Aku gak mau tau, kalau nanti kamu hilang di culik orang." Satria langsung pergi meninggalkan Kasih.


Kasih sangat cemas saat Satria menakutinya, segera dia berlari kecil menghampiri Satria.


"Tunggu," ucap Kasih dengan nada lirih, lalu memeluk tangan Satria.


Satria tersenyum puas, saat telah mengerjai Kasih.


"Kita mau kemana?" tanya Kasih


"Katanya mau nonton!" ucap Satria sambil melangkahkan kakinya menuju eskalator.


"Eits tunggu!" Kasih menghentikan langkahnya, saat melihat tangga yang bisa berjalan sendiri.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Satria yang juga menghentikan langkah kakinya.


"Kenapa tangganya bisa jalan sendiri?" tanya Kasih sambil menunjuk ke arah eskalator.


"Ini namanya eskalator, atau tangga jalan. Digerakkan menggunakan mesin, jadi kamu jangan berpikir jika tangga ini akan membawamu ke langit!" ucap Satria sembari menebak pikiran Kasih.


"Apa nanti gak kepleset?" tanya Kasih yang masih ragu untuk menggunakan eskalator.


"Enggak, 'kan ada aku!" ucap Satria penuh percaya diri.


Cukup lama Satria meyakinkan Kasih, agar segera melangkah menuju eskalator. Karena sudah banyak orang yang mengantri di belakang mereka.


"Mas! Jadi mau naik gak sih?" celetuk salah seorang pengunjung yang berada di belakang mereka.


Kemudian Satria mempersilahkan pengunjung yang lain, untuk menggunakan eskalator.


"Kita pakai lift saja," ucap Satria yang langsung menuntun tangan Kasih menuju lift.


Mereka telah sampai di pintu lift, lalu menunggu lift terbuka untuk naik ke lantai atas.


Kasih memperhatikan lift yang baru saja di masuki oleh beberapa orang. Tetapi tiba-tiba, saat lift terbuka semua orang yang tadi masuk ke dalam lift, tak lagi nampak batang hidungnya.

__ADS_1


"Satria!" Lagi-lagi Kasih menghentikan langkahnya, dia merasa takut jika tidak akan kembali lagi ke dunia ini.


"Ada apa, lagi sih?" Satria mulai kesal dengan sikap Kasih.


"Tadi yang masuk orang nya banyak, lantas kenapa pas pintu terbuka tidak ada orangnya?" tanya Kasih. "Aku gak mau masuk, nanti aku juga ikut menghilang!" Kasih langsung memundurkan langkahnya.


"Kasih, orang yang tadi sudah sampai di lantai atas." Satria menunjukkan jari nya ke arah lantai atas.


"Udah ayo, naik!" Satria tak sabaran melihat tingkah Kasih yang sangat norak.


Kasih memberontak, namun tetap di paksa oleh Satria.


"Lihat, nih! Aku tekan nomor 5, nanti pintunya akan terbuka ke lantai lima. Jadi kamu gak akan hilang," ucap Satria menjelaskan.


Kasih langsung memeluk tubuh Satria sangat erat. Dia sangat takut, jika nanti dirinya hilang seperti orang yang tadi dia lihat masuk ke dalam lift.


Pintu pun terbuka, mereka telah sampai di lantai lima.


"Tuh, kamu gak ilang kan!" ucap Satria yang meyakinkan Kasih.


"Iya, he, he, he..." Kasih terkekeh sambil tersenyum ketakutan.

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu


__ADS_2