
Satria telah menunggu Kasih di depan teras rumah, sambil menaiki motornya.
"Aku sudah siap!" Kasih berucap sangat bersemangat.
Kemudian dia naik ke atas motor Satria, lalu memakai helmnya.
"Kita mau kemana?" tanya Kasih.
"Ke bioskop," jawab Satria yang langsung menyalakan mesin motor nya.
"Sudah sore, apa nanti kita akan pulang malam?" teriak Kasih dari arah punggung.
"Aku sudah ijin sama papa dan mama," sahut Satria.
"Oh!" Kasih langsung terdiam dan langsung memeluk tubuh Satria.
Satria terkejut saat Kasih memeluk tubuh nya erat, sambil menyandarkan dagunya di atas pundak Satria.
"Berpeganglah, aku akan ngebut!" teriak Satria sambil tersenyum jahil.
Satria merasa sangat nyaman saat bersama dengan Kasih. Walaupun bersama Kasih dirinya selalu bertengkar, tetapi membuatnya selalu merindukan sosok Kasih.
Sesampainya di mall, Satria langsung memarkirkan motornya di area parkir motor.
__ADS_1
"Ayo!" ajak Satria yang sudah turun dari motor, lalu mengulurkan tangannya ke arah Kasih.
Kasih menyambut uluran tangan Satria, kemudian mereka berjalan bersama. Satria menggenggam tangan Kasih begitu erat.
Berjalan menuju eskalator, "kamu berani?" tanya Satria yang telah menghentikan langkahnya di depan eskalator.
Kasih memberanikan diri melangkah menuju eskalator. Saat ujung kakinya menyentuh anak tangga yang berjalan, tiba-tiba Kasih menarik kembali langkah nya.
"Sat, aku masih takut. Tapi akan aku coba," jawab Kasih sambil menelan salivanya menahan takut.
"Pegang tanganku," ucap Satria yang langsung menggenggam tangan Kasih, lalu menuntunnya berjalan melangkah mendekati eskalator.
Satria pun menarik tangan Kasih, hingga membuat kakinya menaiki tangga eskalator. Dengan cepat Kasih memeluk pinggang Satria
Banyak pasang mata melihat Kasih dan Satria yang sedang menaiki eskalator. Mereka ada yang tersenyum mengejek, mengumpat dalam hati dan ada yang memuji keromantisan sikap Satria pada Kasih.
"Iya," jawab Kasih yang semakin mengeratkan pelukannya. Karena dia merasa takut dengan tangga yang berjalan sendiri.
"Aku itung, satu, dua, tiga, loncat...."
Satria langsung meloncat di ikuti oleh Kasih.
"Fiuh... untung saja," ucap Kasih seraya mengelus dadanya.
__ADS_1
"Naik lagi, karena bioskop ada di lantai lima." Satria kembali menuntun tangan Kasih.
Sepanjang perjalanan Kasih terlihat tegang, dan sangat ketakutan. Hingga sampai lah mereka di lantai kelima
"Kamu duduk di sini, atau menemani aku membeli tiket?" tanya Satria.
"Aku ikut kamu aja," jawab Kasih. Karena dia ingin mengetahui tata cara membeli tiket bioskop. Barangkali di lain waktu, dia bisa kembali lagi menonton bioskop bersama teman-temannya.
"Mau pesan tiket dengan film apa, Kak?" tanya seorang kasir yang berada di hadapan Satria.
"Film yang romantis aja, Mbak!" celetuk Kasih.
"Loh, bukannya kemarin kamu mau nonton film horor?" tanya Satria sambil menoleh ke arah Kasih.
"Iya, waktu itu aku mau lihat film horor karena wajahmu sangat menyeramkan. Tapi tidak kali ini, aku hanya ingin menikmati film adegan bucin dan romantis," ucap Kasih seraya memeluk lengan Satria.
Satria bingung dengan sikap Kasih yang tiba-tiba berubah. Kasih begitu manja dan tak ingin jauh dari dirinya.
"Baiklah Mbak, aku pesan tiket dengan film drama Korea." Satria langsung menyodorkan kartu sakti dari papanya.
"Posisi duduk di sebelah mana, Kak?" tanya kasir.
"Di tengah saja, biar enak nonton nya." Satria menjawab.
__ADS_1
Setelah beberapa menit tiket pun sudah di cetak, dan di berikan kepada Satria.
Silakan like dan berikan komentar mu