Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Satria memaksa


__ADS_3

" Kasih, maafkan ayah!" Broto berada di dalam kamar Kasih.


" Ayah? " Kasih terkejut saat membuka kedua matanya.


Tengah malam, Broto menghampiri Kasih yang sudah tertidur pulas.


" Maafkan ayah, jika kamu di perlakukan kasar oleh ibu tirimu dan juga saudara tirimu. " Broto duduk di samping Kasih.


" Ayah, bu Suzzana mengancamku jika tak menuruti kemauannya maka akan menceraikan ayah, " ucap Kasih lirih.


" Ayah tahu, semua ayah dengar tadi pagi. " Broto menatap nanar ke arah Kasih.


" Ayah, aku ingin kembali ke desa. Aku tidak ingin hidup di sini, " lirih Kasih yang menangis di pelukan sang ayah.


" Ayah butuh uang untuk biaya pengobatan, karena penyakit jantung ayah sudah mulai kumat. " Broto menjelaskan kepada Kasih. " Ayah tahu, ayah egois. Hanya saja, tunggu sampai kamu lulus sekolah. Kita akan kembali ke desa, dan hidup tenang di sana. " Broto menjelaskan pada Kasih.


" Ayah punya penyakit jantung? " Kasih terkejut mendengar penuturan sang ayah.


" Iya, Nak! Ayah harap, kamu harus sabar. Kita bisa melewatinya bersama, " ucap Broto sambil menatap lekat anak gadisnya.


" Iya, Yah! " Kasih melepaskan pelukannya.


" Tidurlah, esok kamu harus bangun pagi. Dan ayah akan pergi, " kata Broto.


" Ayah mau pergi kemana? " tanya Kasih.


" Entahlah, sepertinya ibu tirimu tak mengijinkan ayah untuk mendekatimu. "


" Karena aku anak ibu? Wanita yang telah merebut ayah darinya? " tanya Kasih.


Broto hanya menundukkan kepalanya, dia sangat menyesal telah membawa anak gadisnya terjebak dalam masalahnya.


" Maafkan ayah, semua itu tidak pernah ayah pikirkan. Ayah terlalu naif, berharap hidup senang dan bahagia dengan perempuan yang kaya serta mencintai ayah. Nyatanya, dia hanya ingin membalas dendam. " Broto tertunduk lesu, menjelaskan kepada Kasih.


" Kalau ayah sudah sembuh, aku harap secepatnya kita pergi dari sini. " Kasih berharap pada sang ayah.


Broto kembali memeluk Kasih, lalu mengecup keningnya.


" Tidurlah, " ucapnya yang telah merebahkan Kasih lalu menyelimutinya.


Broto pun beranjak meninggalkan Kasih, dan menuju ke kamarnya.


Usai pintu tertutup, Kasih langsung menangis. Melihat ketidak berdayaan sang ayah yang di vonis penyakit jantung.


" Bu, aku rindu padamu. Rindu kebersamaan kita, " ucap Kasih lirih.


*****


Pagi pun tiba, Kasih telah terbangun pagi-pagi sekali. Karena dia harus membantu pekerjaan Mbok Iyem.


" Mbok, ada yang harus aku kerjakan? " tanya Kasih.

__ADS_1


" Maaf, Non! Bu Suzzana memberikan tugas untuk Non, di sana! " Mbok Iyem menunjukkan segunung baju di bak kotor, dengan jari jempolnya.


" Apa? Kok banyak sekali? " Kasih terkejut melihat tumpukkan pakaian yang berada di sudut pintu belakang.


" Katanya, gak boleh pakai mesin cuci. " Mbok Iyem melanjutkan perintah dari Suzzana.


Kasih hanya tertunduk lesu, melihat tumpukkan pakaian.


" Non, makan dulu. Biar gak kosong perutnya, " ucap Mbok Iyem yang memberikan sepiring nasi goreng untuk Kasih.


" Terima kasih, " ucap Kasih yang menerima sepiring nasi goreng dari tangan Mbok Iyem.


Kasih pun memakan nasi goreng dengan cepat, takut jika Suzzana melihatnya.


Usai menyantap sarapannya, Kasih langsung bergegas menuju pintu belakang.


Kasih langsung mengambil cucian yang berada di bak kotor. Kemudian dia langsung merendamnya di dalam bak.


Satu jam sudah, Kasih melaksanakan tugasnya. Dia langsung menuju kamarnya, setelah membersihkan diri. Kasih langsung mengenakan seragam sekolah.


Seperti biasa, Kasih selalu di tinggal oleh ayahnya. Dan hal itu sudah di ketahui Kasih, karena ayahnya telah menjelaskannya semalam.


Saat akan keluar dari pintu, terlihat motor Andika sudah terparkir di halaman rumah.


" Dika? " Kasih terkejut melihat kehadiran Andika.


" Surprise, " ucap Andika seraya mengulas senyum


" Gratis, ayo naik. Nanti kita terlambat! " Andika langsung menyalakan mesin motornya.


Kasih pun naik ke atas motor Andika, lalu mereka pun berangkat bersama-sama.


Saat di lampu merah, Kasih dan Andika berpapasan dengan mobil milik Suzzana.


Terlihat Cempaka begitu geram, saat Kasih berada di sebelah mobil mereka bersama Andika.


" Mah, liat tuh anak papa. Genit banget, sukanya godain cowok. " Cempaka memanasi


" Siapa? " Suzzana menoleh ke arah Cempaka.


" Tuh Kasih, di samping. " Cempaka menunjukkan jarinya ke arah samping mobilnya.


" Oh iya, " ucap Suzzana tercengang saat melihat Kasih bersama pemuda tampan.


" Mas, liat tuh anak kamu uda genit aja. Persis kayak ibunya, yang suka nemplok cowok sana sini. " Suzzana mengumpat dan terus menghina ibunya Kasih.


Broto hanya diam tak menanggapi, dia pun fokus menjalankan mobilnya saat lampu telah berganti menjadi warna hijau.


Sesampainya di sekolah, Kasih pun turun dari motor Andika.


" Terima kasih, " ucap Kasih sambil memberikan helmnya kepada Andika. Kemudian Kasih pun bergegas meninggalkan Andika.

__ADS_1


" Kasih, kita masuk bareng! " Andika menahan tangan Kasih.


" Oh, iya! " Kasih pun menunggu Andika yang sedang memarkirkan motornya.


Tiba-tiba datanglah Satria, yang juga menghentikan motornya di sebelah Kasih.


" Heh, Cupu. Minggir ... " Motor Satria berada di depan Kasih.


" Di sana masih luas, kenapa kamu parkir di sini? " Kasih menatap tajam ke arah Satria.


" Aku yang punya sekolah ini, jadi suka-suka aku mau parkir dimana, " ucap Satria membalas tatapan tajam ke arah Kasih.


" Tapi ini bukan tempat parkir motor, " ucap Kasih yang menunjukkan tanda nomor plat mobil.


Satria merasa malu, saat Kasih menunjukkan plang bertuliskan nomor plat mobil milik ayahnya.


" **** ... " Satria hanya mendengus kesal, lalu memundurkan motor nya. Satria mendorong motor nya menuju ke arah sebelah motor Andika.


" Huft, kenapa aku harus kalah lagi dengan cewek culun itu? " Satria bergumam dalam hati, seraya menatap kepergian Kasih bersama Andika.


****


Usai pulang sekolah, Satria langsung menuntun tangan Kasih.


" Ish, apaan sih! " Kasih jengah dengan perlakuan Satria. Dia langsung melepaskan tangan Satria.


" Aku mau mengajakmu, ke suatu tempat, " ucap Satria pelan.


" Aku, gak mau! " Kasih menolak ajakan Satria.


" Plis, aku mohon. Sekali saja kamu menuruti ajakan ku. Aku tidak akan menyakitimu. " Satria menegaskan pada Kasih.


" Sebenarnya kamu mau ajak aku kemana? " tanya Kasih seraya membetulkan kacamatanya.


" Pastinya kamu akan suka, dan bukan tempat mesum, " ucap Satria berbisik.


" Baiklah, kali ini aku akan ikut sama kamu, " ujar Kasih. " Kau jalan duluan, " ucap Kasih.


Satria langsung menggendong ranselnya, dan berjalan mendahului Kasih. Kasih tidak ingin terlihat oleh Cempaka, jika Satria mengajaknya.


Sesampainya di parkiran, Kasih menoleh ke kanan dan ke kiri. Memastikan tidak ada penampakan dari Cempaka.


" Ayo, naik! " Satria langsung menarik tangan Kasih.


" Ish, jangan kasar-kasar dong! " ucap Kasih sambil mengerucutkan bibirnya.


" Iya, makanya ayo cepat. " Satria langsung memberikan helm untuk Kasih.


Kasih menerima helm dan langsung memakainya.


" Sat, kamu mau ajak kemana, Kasih? " tanya Andika yang berada di hadapan Satria.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2