
"Kasih, kamu tidak tahu keberadaan Satria?" tanya Manohara yang sudah duduk di kursi makan.
"Tidak, Ma! Memangnya ada apa?" tanya Kasih yang sudah duduk di kursi makan.
"Satria tidak ada di kamarnya," jawab Manohara
"Apa!" Kasih terkejut mendengar penuturan Manohara
Karena tadi pagi Manohara tidak mendapati Satria di kamar nya. Setiap pagi Manohara memang selalu membangunkan Satria untuk berangkat sekolah.
"Memangnya kalian sedang ada masalah?" tanya Hendi
"Enggak, Pah!" jawab Kasih.
"Tapi kata Kasih, sikap Satria berubah saat mereka pulang dari bioskop," sambung Manohara
"Bioskop?" tanya Hendi yang terkejut dengan ucapan Manohara
Karena tak biasanya Satria pergi ke bioskop. Satria lebih suka pergi ke pantai dengan motor sportnya. Semenjak di tinggal ibunya pergi, Satria menjadi anak yang sedikit pembangkang dan sulit di atur. Satria tidak suka ada di keramaian dan dia lebih suka menyendiri.
"Memangnya ada apa dengan Satria, Pah!" tanya Kasih dengan nada ragu.
"Satria tidak pernah menyukai keramaian, makanya papa sangat terkejut saat mendengar Satria pergi ke bioskop," ujar Hendi.
Kasih pun terdiam karena dia tidak ingin membahas terlalu banyak perihal suaminya.
"Nino mana?" tanya Hendi
"Dia sedang tidak enak badan, dan sekarang sedang tertidur." Manohara menjawab seraya menyendokkan nasi ke atas piringnya.
"Apa dia tidak mau dibawa ke dokter?" tanya Hendi
"Selesai sarapan mama akan mengajak Nino ke dokter," jawab Manohara
"Kasih, apa kamu akan berangkat sekolah dengan Andika?" tanya Hendi di sela-sela makan paginya.
"Aku akan naik angkutan umum saja, Pah!" sahut Kasih
"Sebaiknya kamu bareng papa saja, ya!" Balas Hendi sembari menyuap nasi.
__ADS_1
"Pah! Aku tidak mau merepotkan papa!" ucap Kasih menolak.
"Tidak, kamu kini sudah jadi bagian dari keluarga ini. Jadi kamu jangan pernah menolak permintaan papa!" ucap Hendi dengan tatapan memohon pada Kasih.
"Baiklah, Pah!" jawab Kasih sembari tersenyum.
Usai menyelesaikan sarapannya, Kasih dan Hendi pun berangkat ke sekolah.
Begitu juga dengan Manohara, dia langsung menuju ke kamar Nino untuk mengecek keberadaan nya.
Sepanjang perjalanan Kasih hanya memikirkan Satria, kenapa tak ada kabar soal keberangkatannya ke sekolah?
Kemanakah Satria, kenapa tiba-tiba saja dia menghilang?
"Kasih, bagaimana Satria? Apakah dia merepotkanmu?" tanya Hendi
"Eh, apa?" Kasih balik bertanya saat sedang melamun.
"Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Hendi
"Aku lagi gak mikirin apa-apa," jawab Kasih.
"Aku hanya sedang memikirkan Satria," jawab Kasih dengan nada ragu.
"Apa kemarin kalian bertengkar?" tanya Hendi
"Enggak, Pah! Justru aku bingung dengan perubahan sikap Satria tadi malam saat kami pulang dari kafe." Kasih menjelaskan.
"Kalian dari kafe?" Tanya Hendi seraya menolehkan kepalanya ke arah Kasih.
"Iya," jawab Kasih seraya menganggukkan kepalanya.
"Lalu?" Tanya Hendi.
"Lalu kami bertemu dengan Bu Suzzana, dia bilang mau jodohin Satria sama Cempaka." Kasih menjawab. "Tapi Satria malah memperkenalkan aku sebagai pacarnya, dan membuat Bu Suzzana terkejut."
"Terus apa hubungannya soal kepergian Satria pagi-pagi?" Tanya Hendi.
Sementara Satria sedang tertidur nyenyak di bawah tempat tidur Kasih. Dia mengendap-endap masuk lewat jendela ke dalam kamar Kasih tadi malam.
__ADS_1
Karena tidak ingin tertangkap basah oleh sang papa, akhirnya dia tidur di bawah tempat tidur.
Dia hanya ingin berada di dekat Kasih, entah saat ini perasaan Satria sedang berbunga-bunga.
Saat akan membalikkan tubuhnya, tiba-tiba kepalanya terbentur besi tempat tidur.
"Bugh!"
"Auw!" Satria mengelus kepalanya karena kesakitan.
"Wah! Jam berapa ini?" Panik Satria yang masih berada di bawah tempat tidur Kasih.
Kemudian dia keluar sambil memeluk bantal guling.
Satria melihat tempat tidur Kasih yang telah rapi. Lalu melihat ke arah jam di dinding.
"Hah! Jam tujuh..." Satria segera keluar dari kamar Kasih.
Satria segera mandi dan merapikan dirinya untuk berangkat ke sekolah.
Setelah merapikan dirinya, Satria langsung menuruni anak tangga satu persatu.
"Satria... Kamu darimana saja?" Teriak Manohara yang baru saja keluar dari kamar Nino.
"Mmm.... Aku," ucap Satria yang ragu mengatakan pada sang bunda. Pasti akan di tertawakan jika semalam dia tertidur di bawah kolong tempat tidur Kasih.
"Aku mau berangkat dulu," ucap Satria yang langsung menghampiri sang bunda lalu mencium tangannya.
"Satria, kamu sudah terlambat sekolah!" Teriak Manohara yang melihat kepergian Satria.
"Kemana dia tadi pagi?" Gumam Manohara seraya menggelengkan kepalanya.
Satria segera berlari menuju garasi lalu menaiki motornya. Dia tidak ingin Kasih terus di ganggu oleh Cempaka. Makanya Satria harus berada di samping Kasih setiap saat.
Mulai hari ini, Satria akan mengumumkan kepada teman-teman nya jika Kasih adalah pacarnya.
Karena Satria tidak ingin Kasih selalu dekat dengan Andika.
Satria pun mempercepat laju kendaraannya.
__ADS_1
Silakan berikan komentar.