Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Ulang tahun Cempaka


__ADS_3

Bel pulang berbunyi, seluruh siswa merapikan peralatan tulisnya.


Kemudian Cempaka mengumumkan pemberitahuan di depan kelas.


" Guys, hari Sabtu datang ke kafe Starbek! Aku mau merayakan ulang tahun di sana. Aku harapkan kalian datang, ya! Jam tujuh malam," teriak Cempaka dari arah depan kelas.


" Yeay ..." Semua siswi perempuan menyambut antusias pengumuman dari Cempaka.


Cempaka terlihat menyeringai licik ke arah Kasih. Di acara ulang tahunnya, dia akan mempermalukan Kasih. Cempaka akan memperkenalkan Kasih sebagai pembantunya.


Usai Cempaka memberikan pengumuman, seluruh siswa pun berhamburan keluar kelas.


" Kasih!" panggil Andika yang berjalan cepat menghampiri Kasih. Kasih sudah sampai di depan pintu kelas


Satria terlihat kesal, saat Andika terlalu perduli pada Kasih.


" Iya," jawab Kasih yang memutar badannya menghadap Andika


" Pulang bareng, yuk!' ajak Andika


Kasih nampak berpikir, dia ingin menolak ajakan Andika. Karena dia tidak ingin lagi berhubungan dengan, bagian dari keluarga Satria.


" Maaf, aku tidak bisa!" ucap Kasih menolak seraya kedua matanya melihat ke arah Cempaka.


Kemudian Kasih langsung pergi meninggal Andika.


" Eits," ucap Andika yang menahan lengan Kasih.


Langkah Kasih terhenti, saat Andika berteriak, " Kasih, kamu sudah jadi pacarku. Sekarang kita pulang bareng!"


Kasih langsung berbalik ke arah Andika, ingin marah. Tetapi Andika langsung berbisik di telinga Kasih. " Kamu ingin bikin Satria, menjauhimu?"


Seketika raut wajah Kasih berubah, lalu dia langsung menuntun tangan Andika.


Satria nampak acuh tak memperdulikan Kasih dan Andika. Cempaka pun mendekati Satria. " Sat, kamu datang ya! Ke acara pesta ulang tahunku," ucap Cempaka yang duduk di bangku Kasih. " Aku akan kasih kejutan spesial buat kamu!"


Satria hanya terdiam tak menanggapi, kemudian dia langsung bangun dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Cempaka.


" Ish, awas ya! Kamu pasti akan tahu, siapa sebenarnya Kasih. Aku akan membuat malu, Kasih!" ucap Cempaka dengan seringai liciknya melihat kepergian Satria.


Saat di depan pintu gerbang, Kasih langsung melepaskan tangan Andika.


" Terima kasih, kau telah membantuku," ucap Kasih seraya membenarkan kacamata yang merosot


" Maafkan aku, tadi gak bantuin cariin bangku sama tas."


" Iya, enggak apa-apa. Sudah ada pak guru ganteng yang bantuin aku," ucap Kasih.

__ADS_1


" Eh tapi, aku bingung!" ucap Kasih nampak berpikir


" Bingung kenapa?” tanya Andika


" Kok pak Nino, bisa tahu kalau yang membuang bangkuku itu Satria?" tanya Kasih.


" Mmm," Andika nampak berpikir. Karena Nino tidak ingin jati dirinya sebagai pemilik yayasan di ketahui oleh siswa. Begitu juga dengan Nino adalah kakaknya Satria.


" Kamu belum tahu 'kan, kalau Satria adalah murid paling badung di sekolah?" tanya Andika.


Kasih menggelengkan kepalanya, pertanda tidak tahu.


" Karena dia sudah terkenal badung, maka Satria sudah pasti yang membuang bangku kamu!" ungkap Andika memberikan penjelasan.


Kedua mata Kasih terlihat ke atas, dia pun memikirkan kejahilan Satria kepadanya.


" Oh iya, ya!" jawab Kasih seraya mengerucut kan bibir nya.


" Mau aku antar pulang, gak?" tanya Andika.


" Enggak deh, aku pulang naik angkot aja. Pasti Cempaka akan memarahi ku, jika pulang di boncengi sama kamu," ujar Kasih yang langsung memutar badannya meninggalkan Andika.


" Loh, yang di sukai Cempaka adalah Satria. Kok dia marah juga, kalau aku nganterin kamu pulang?" tanya Andika dengan berteriak.


" Dia gak suka, kalau aku dekat sama laki-laki." Kasih menjawab pertanyaan Andika, seraya melambaikan tangan nya. " Da, da ..."


***


" Iya," jawab Kasih


Kemudian Cempaka pergi meninggalkan kamar Kasih, dengan senyum seringai tipisnya.


Dia akan mempermalukan Kasih di depan Satria.


" Mah, aku mau ngadain acara di kafe Starbek." Kasih merengek pada Suzzana.


" Apa? Itu 'kan klab malam, kenapa kamu gak ngadain di rumah aja, sih?" tanya Suzzana


" Ish mama, kok gak gaul banget! Jaman sekarang, yang namanya party itu di klab." Cempaka memutar kedua bola matanya malas.


" Iya tapi, untuk ukuran remaja kayak kamu itu lebih baik di rumah saja." Suzzana menegaskan pada Cempaka.


Karena dia sangat marah pada Cempaka, saat mabuk pulang dari rumah Satria.


" Mah, ini acara sweet seventeenku. Harus berkesan, karena tahun depan tidak lagi berjumpa dengan teman-teman." Cempaka terus merayu Suzzana.


Suzzana berpikir lama sambil bertanya," Apa kamu mengajak Kasih?"

__ADS_1


" Oh, tentu saja!" ucap Cempaka sambil tersenyum kepura-puraan.


" Ya udah, Kasih nanti mama suruh jagain kamu. Jangan sampai mabuk lagi, kayak kemarin!" ucap Suzzana yang menatap tajan ke arah Cempaka.


" Ya udah, mama booking tempatnya. Lalu cariin EO untuk acaraku," pinta Cempaka.


" Ish, kok jadi mama yang repot sih?" gumam Suzzana.


" Dananya dari mama, jadi mama yang atut semua rencananya." Cempaka mengedipkan satu matanya, lalu pergi meninggalkan kamar Suzzana.


" Ish anak itu, kalau sudah ada maunya pasti pintar merayu," gumam Suzzana.


***


Acara ulang tahun akan di mulai, Kasih memakai pakaian pelayan. Cempaka menyuruhnya untuk melayani para tamu. Sekaligus dia ingin mempermalukan Kasih di depan teman-temannya.


Cempaka menyiapkan obat untuk membuat Kasih menjadi bergairah. Dan nantinya Cempaka akan menahan Kasih, dan mempermalukannya di depan umum.


Kasih masih sibuk melayani para tamu yang datang.


" Kasih, kok kamu pake baju pelayan?" tanya Andika yang baru saja datang.


" Aku di suruh melayani tamu oleh Cempaka."


Andika tahu pasti, jika Cempaka sedang mengerjai Kasih. Lalu Andika menahan tangan Kasih, untuk tetap tinggal bersamanya tanpa harus melayani teman-temannya.


Dari kejauhan, terlihat Satria yang begitu keaal melihat keakraban antara Kasih dan Andika.


Cempaka melihat Kasih dan Andika sedang berdiri bersama. Dan itu kesempatan untuknya memberikan minuman untuk Kasih.


Pasti Kasih akan terpengaruh obat perangsang, dan langsung mendekati Andika.


" Mas, berikan minuman ini untuk wanita yabg berkacamata tebal di sana!" ucap Cempaka memberikan segelas jus jeruk yang sudah di masukkan obat olehnya.


Pelayan yang di suruh Cempaka pun berjalan menghampiri Kasih, sambil membawa segelas jus jeruk di atas nampan.


Langkahnya beriringan dengan Satria, yang juga mendekati Kasih. Saat pelayan itu memberikan segelas jus jeruk untuk Kasih, tiba-tiba Satria menyambarnya. Lalu satria langsung meminum habis segelas jus jeruk buatan Cempaka.


Pelayan itu terkejut dan juga ketakutan, saat Satria telah menghabiskan segelas jus jeruk buatan Cempaka untuk Kasih.


" Mas, jusnya untuk Nona ini," ucap pelayan seraya menunjukkan jari jempolnya ke arah Kasih.


" Iya sudah, kamu ambil lagi." Satria memerintahakan pelayan itu untuk mengambil lagi jus jeruk untuk Kasih.


" Eh tapi, aku gak pesan jus jeruk!" ucap Kasih.


Jangan lupa like dan berikan komentar mu

__ADS_1


Serta rate 5 ya


__ADS_2