Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Perhatian Satria


__ADS_3

Satria dan Kasih pun menunggu di pintu masuk, karena acaranya akan mulai beberapa menit lagi.


"Sat, aku gugup." Kasih memegang erat tangan Satria.


"Gugup kenapa? Hanya menonton bioskop kok gugup?" tanya Satria


"Karena aku baru pertama kali masuk sini," jawab Kasih.


"Sama aja kayak nonton televisi di rumah, hanya saja di sini gak ada iklannya," ucap Satria menjelaskan.


Kemudian pintu teater pun terbuka, Satria langsung menuntun tangan Kasih masuk ke dalam ruangan.


"Wah, besar sekali." Kasih takjub saat melihat ruangan teater yang sangat luas. Serta melihat bangku yang berjajar di hadapannya.


"Televisinya dimana?" tanya Kasih saat memperhatikan sudut di bawahnya.


Seperti nya Satria harus banyak bersabar mengajari Kasih.


"Kita cari tempat duduk dulu," ucap Satria yang langsung mencari tempat duduk sesuai nomor yang ada di tiket


"Ruangan seluas ini, dan banyak bangku akan menonton televisi yang sekecil di rumah?" tanya Kasih yang memang belum pernah tahu dalamnya gedung teater bioskop.


"Kalau sudah mulai, nanti kamu akan tahu sebesar apa layar televisinya." Satria telah menemukan nomor bangku pesanan nya.

__ADS_1


Selang beberapa menit, seluruh lampu di matikan. Kasih terkejut saat lampu di matikan, "Satria apa gedung ini belum bayar listrik?" tanya Kasih seraya memeluknya. Tiba-tiba layar di hadapannya pun menyala.


"Wah, televisinya besar sekali!" ucap Kasih terpana saat layar besar di hadapannya sudah menyala.


Acara pun dimulai, Kasih sangat menikmati alur cerita dari film yang dia tonton. Sedangkan Satria hanya tertidur di sebelah Kasih. Karena memang dia tidak berminat menonton bioskop. Satria hanya ingin mengajak Kasih dan menyenangkan hatinya. Satria tidak ingin ada nama Andika di hati Kasih. Karena selama ini, Andika selalu hadir saat Kasih sedang dalam kesusahan.


"Sat, liat deh! Kenapa laki-laki nya menenggak semua racun di botol? Padahal gadisnya hanya berpura-pura minum racun!" Kasih menyenggol tangan Satria.


"Hah, apa!" Satria langsung terbangun, dia tak menyaksikan acara yang berada di layar bioskop.


"Itu, kenapa cowoknya bunuh diri?" tanya Kasih.


"Iya, mungkin dia patah hati." Satria menjawab asal.


Akhirnya dengan sangat terpaksa, Satria menonton acara bioskop di hadapannya.


Satria sangat bosan, melihat kisah cinta yang menggambarkan tentang kisah Romeo dan Juliet.


Selesai sudah tontonan yang terbilang membosankan untuk Satria. Seluruh penonton keluar melalui pintu bawah.


Terlihat Kasih sedang mengusap air matanya. Dia tak sanggup melihat adegan mesra, yang di tunjukkan oleh pemeran di layar bioskop tadi.


"Kamu kenapa?" tanya Satria

__ADS_1


"Aku sedih, kenapa pasangan itu tidak dapat bersatu. Padahal keduanya sangat cocok, yang cewek cantik sedang kan yang cowok tampan." Kasih langsung menghirup ingus yang hampir keluar dari hidung nya.


Satria hanya memutar kedua bola matanya malas, saat mendengar hirupan dari hidung Kasih.


"Kita mau kemana?" tanya Kasih yang masih mengiringi langkah kaki Satria


"Sebaiknya, kamu cuci muka." Satria membawa Kasih ke toilet perempuan.


"Untuk apa?" tanya Kasih, "aku lagi gak kebelet pipis," sambungnya.


"Bersihkan wajah mu, gak enak sama orang karena wajah mu sembab gitu. Dikiranya orang aku habis marahin kamu," jawab Satria.


"Oh," balas Kasih yang langsung menuruti perkataan Satria. Dia pun masuk ke dalam toilet perempuan.


Di depan cermin Kasih melihat dirinya sendiri. Hidungnya memerah, di tambah kedua matanya terlihat sembab, seperti yang dikatakan oleh Satria.


Kasih pun membuka kacamata nya, lalu mencuci mukanya. Setelah itu mengelapnya dengan tisu.


"Gimana wajahku?" tanya Kasih yang sudah keluar dari toilet.


Satria langsung melepas kacamata, lalu menyimpannya di tas milik Kasih


"Loh kok, kacamata ku di buka?" tanya Kasih.

__ADS_1


Silakan like dan komentar ya kak, karena ada rangking karya komentar. Author berharap kalian komentar sebanyak nya, agar karya author dapat di promosikan di beranda. Terima kasih.


__ADS_2