Kisah Kasih Untuk Satria

Kisah Kasih Untuk Satria
Satria Cemburu


__ADS_3

Andika nampak acuh, saat mendengar suara Satria dari arah kamar.


Karena merasa di acuhkan, akhirnya Satria menghampiri Kasih yang sedang berbicara dengan Andika.


"Kenapa, kau memasukkan lelaki ke rumah ini?" tanya Satria seraya melirik sinis ke arah Andika. "Dan juga, tanpa seijinku!" sambung Satria.


"Kasih, apa kamu mendengar ada suara-suara seperti sebangsa jin?" tanya Andika sambil memutar kedua bola matanya mengelilingi area ruangan.


"Aku, gak dengar!" jawab Kasih seraya menggelengkan kepalanya sambil menahan tawanya.


"Hey, aku sedang berbicara!" bentak Satria yang sudah berdiri di belakang Kasih.


"Maaf Dika, aku harus tidur siang!" Kasih langsung bangun dan pergi meninggalkan Andika juga Satria.


"Kasih! Aku sedang berbicara denganmu," ucap Satria yang memanggil Kasih


Kasih menghentikan langkah kakinya, dia langsung memutar badannya ke arah Satria.


"Kamu mau bicara apa?" tantang Kasih sambil mendekat ke arah Satria.


Satria menahan air liur nya, saat dada Kasih yang terlihat menonjol menuju ke arahnya.

__ADS_1


Kasih mempunyai badan yang ramping, ditambah memiliki buah dada yang sudah terlihat matang. Hingga terlihat menyembul, saat Kasih mengenakan pakaian ketat. Pada saat sekolah, Kasih sengaja memakai baju agak kebesaran. Agar buah dadanya tidak terlalu terlihat.


"Aku minta ambilkan minum," ucap Satria yang mulai gugup saat Kasih sudah berada di hadapannya.


Kasih hanya memutar kedua bola mata nya malas melihat ke arah Satria.


"Kenapa kau tidak ambil sendiri? Hah!" bentak Kasih.


"Hey, aku ini suamimu." Satria membela dirinya.


"Baiklah, Tuan Raja. Akan aku ambilkan minuman untuk mu," ucap Kasih yang langsung berjalan menuju ke arah dapur.


"Aku dan Kasih, sudah berteman sejak dia masuk ke dalam kelas. Kenapa kamu melarangku untuk mendekatinya?" tanya Andika dengan tatapan mengejek ke arah Satria.


"Saat ini, Kasih sudah menjadi istriku. Jadi dia tidak boleh bergaul pada sembarang laki-laki!" ucap tegas Satria


"Bukankah, kau tidak mencintai nya?" tanya Andika seraya mengangkat kedua alisnya. Satria terlihat kesal saat Andika tidak bisa di kendalikan olehnya.


"Sudah, gak usah kau bahas," ucap Satria lemah.


"Apa kau cemburu?" tanya Andika seraya tersenyum mengejek ke arah Satria.

__ADS_1


Satria memutar kedua bola matanya malas, enggan menanggapi ejekan Andika. Dia pun duduk di hadapan Andika, karena ingin menikmati minuman yang di buatkan Kasih.


"Ini airnya," ucap Kasih seraya memberikan segelas air putih kepada Satria.


"Loh, kok cuma air putih?" tanya Satria dengan menatap tajam ke arah Kasih.


"Kamu tadi cuma bilang minta di ambilin minum, gak nyuruh aku bikinin teh ataupun jus!" jawab Kasih.


"Ya sudah, sekarang bikinin aku jus jeruk." Satria memberikan gelas kepada Kasih.


Kasih langsung berjalan menuju dapur, untuk membuatkan jus jeruk.


"Satria! Kamu jangan terlalu berlebihan menyuruh Kasih. Ada bi Sumi, kamu bisa meminta tolong sama dia," ucap Andika dengan suara yang kesal.


"Suka-suka aku, mau nyuruh siapa! Toh ini rumahku," ucap Satria dengan santai.


Lalu Andika bangun dari duduknya dan ingin berjalan ke arah dapur.


"Eits, mau kemana?" tanya Satria yang melihat Andika sudah berdiri.


"Aku mau menemani Kasih," jawab Andika yang langsung berjalan menuju ke arah dapur.

__ADS_1


__ADS_2